Niat Puasa Tasu'a dan Asyura, Ini Jadwal Pemerintah, Muhammadiyah, NU

Niat Puasa Tasu'a dan Asyura, Ini Jadwal Pemerintah, Muhammadiyah, NU

Irma Budiarti - detikJatim
Rabu, 24 Jun 2026 10:18 WIB
Ilustrasi puasa sunah Senin.
Ilustrasi puasa sunah Muharram. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Puasa Tasu'a dan Asyura menjadi dua amalan sunah yang banyak dikerjakan umat Islam setiap bulan Muharram. Namun pada tahun 2026, jadwal pelaksanaannya tidak sepenuhnya sama karena terdapat perbedaan penetapan awal Muharram 1448 Hijriah antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU).

Perbedaan ini membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya kapan sebenarnya puasa Tasu'a dan Asyura dilaksanakan. Selain jadwal, penting memahami bacaan niat serta ketentuan pelaksanaannya agar ibadah yang dijalankan sesuai tuntunan. Berikut penjelasan lengkap mengenai jadwal puasa Tasu'a dan Asyura 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadwal Puasa Tasu'a 2026 Versi Pemerintah, Muhammadiyah dan NU

Pada tahun ini, terdapat perbedaan penetapan awal Muharram 1448 Hijriah, sehingga jadwal puasa Tasu'a dan Asyura juga berbeda antara Kementerian Agama (Kemenag), Muhammadiyah, dan NU.

1. Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kemenag, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa 16 Juni 2026. Ketetapan ini sejalan dengan Muhammadiyah yang menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Jadwal puasa Tasu'a versi Kemenag dan Muhammadiyah sebagai berikut.

ADVERTISEMENT
  • Puasa Tasu'a 9 Muharram: Rabu 24 Juni 2026
  • Puasa Asyura 10 Muharram: Kamis 25 Juni 2026

2. Versi NU

Sementara itu, Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu 17 Juni 2026 setelah mengistikmalkan bulan Zulhijah karena hilal tidak terlihat saat rukyatul hilal. Karena awal bulan berbeda satu hari, jadwal puasa Tasu'a versi NU sebagai berikut.

  • Puasa Tasu'a 9 Muharram: Kamis 25 Juni 2026
  • Puasa Asyura 10 Muharram: Jumat 26 Juni 2026

Perbedaan jadwal puasa Tasu'a dan Asyura berawal dari perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan masing-masing lembaga. Pemerintah melalui Kemenag memadukan metode hisab dan rukyat yang kemudian disahkan melalui sidang isbat.

Muhammadiyah menggunakan sistem hisab melalui KHGT, sehingga tanggal awal bulan dapat dihitung secara astronomis jauh hari sebelumnya. Sementara itu, NU tetap berpegang pada metode rukyatul hilal, yakni mengamati kemunculan bulan sabit baru secara langsung.

Jika hilal tidak terlihat dan syarat imkanur rukyat belum terpenuhi, maka bulan sebelumnya disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal). Perbedaan metode ini merupakan bagian dari khazanah fikih Islam yang telah berlangsung sejak lama dan tetap dihormati oleh masing-masing pihak.

Niat Puasa Tasu'a

Dalam Islam, niat merupakan salah satu rukun utama dalam ibadah puasa. Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa setiap amal bergantung pada niatnya.

Dilansir NU Online, para ulama berbeda pendapat mengenai apakah niat puasa sunah tertentu seperti puasa Tasu'a dan Asyura harus menyebut nama puasanya secara khusus (ta'yin) atau tidak.

Sebagian ulama memandang penyebutan nama puasa lebih utama, sementara sebagian lainnya berpendapat keutamaan puasa tetap diperoleh meskipun tidak disebutkan secara spesifik. Untuk memantapkan hati, para ulama menganjurkan melafalkan niat puasa Tasu'a sebagai berikut.

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω Ψ§Ω„Ψͺَا سُوعَاؑ لِلهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adΓ’'i sunnatit TasΓ»'Γ’ lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’.

Artinya: Aku berniat puasa sunah Tasu'a esok hari karena Allah SWT.

Niat Puasa Asyura

Para ulama menganjurkan melafalkan niat untuk membantu menghadirkan tujuan ibadah secara lebih jelas dan mantap. Adapun bacaan niat puasa Asyura yang dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa adalah sebagai berikut.

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω ِعَا شُورَاؑ لِلهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adΓ’'i sunnatil Γ’syΓ»rΓ’ lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’.

Artinya: Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.

Bolehkah Niat Puasa Tasu'a dan Asyura Dibaca Pagi Hari?

Niat pada malam hari merupakan syarat untuk puasa wajib. Adapun untuk puasa sunah, seseorang masih diperbolehkan berniat pada siang hari selama sejak terbit fajar belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum.

Karena itu, seseorang yang baru berkeinginan melaksanakan puasa Tasu'a atau Asyura pada pagi hari tetap dapat memperoleh keutamaan puasa sunah tersebut. Lafal niat yang dapat dibaca adalah sebagai berikut.

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ω‡ΩŽΨ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω Ψ§Ω„Ψͺَا سُوعَاؑ أو عَا شُورَاؑ لِلهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma hΓ’dzal yaumi 'an adΓ’'i sunnatit TasΓ»'Γ’ awil Γ’syΓ»rΓ’ lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’.

Artinya: Aku berniat puasa sunah Tasu'a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.

Perbedaan jadwal puasa Tasu'a dan Asyura 2026 antara pemerintah, Muhammadiyah, dan NU terjadi karena perbedaan metode penentuan awal Muharram. Meski demikian, perbedaan tersebut merupakan hal yang lumrah dalam tradisi fikih Islam dan tidak mengurangi keutamaan ibadah yang dijalankan.

Bagi yang ingin mengamalkan puasa Tasu'a dan Asyura tahun ini, pastikan menyesuaikan jadwal sesuai pedoman yang diikuti serta memahami bacaan niatnya. Dengan begitu, ibadah dapat dilaksanakan dengan lebih mantap dan sesuai tuntunan syariat.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads