Seluruh proyek box culvert di Surabaya mendapat ultimatum usai tragedi gorong-gorong maut di Jalan Margorejo Indah yang menewaskan seorang lansia. Proyek dengan pengamanan yang tidak sesuai standar diberi waktu hingga Kamis (18/6/2026) untuk melakukan perbaikan. Jika tidak, kontrak proyek terancam diputus, bahkan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) bisa dicopot.
Standar keselamatan proyek konstruksi sebenarnya telah diatur dalam Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) melalui Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 serta Pedoman Pelaksanaan K3 untuk Konstruksi Jalan dan Jembatan.
Dalam aturan tersebut, pelaksana proyek wajib memasang pagar pengaman (barrier), rambu peringatan, banner K3, hingga petugas pengatur lalu lintas. Untuk pekerjaan galian, pengamanan juga harus dilengkapi sistem penahan tanah, metode lereng yang aman, pengaturan material galian, serta tangga akses.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dari pantauan detikJatim di sejumlah lokasi proyek box culvert, penerapan standar keselamatan masih beragam. Ada lokasi yang memasang barrier secara rapat dan lengkap, namun ada pula yang minim pengamanan. Bahkan di beberapa titik tidak ditemukan lampu rotari sebagai penanda saat malam hari.
Jalan Margorejo Indah
Di lokasi proyek Jalan Margorejo Indah, tepatnya di depan Plaza Marina, pengamanan pada pagi hingga siang hari terlihat cukup lengkap. Barrier dipasang rapat dan dilengkapi sejumlah penanda peringatan.
Pada ruas box culvert yang masih berupa galian, terlihat barrier dan garis peringatan mengelilingi area proyek. Dari arah Jalan Ahmad Yani menuju Margorejo Indah juga terdapat papan peringatan agar pengendara mengurangi kecepatan sekitar 100 meter sebelum lokasi pekerjaan.
Saat malam hari, sebagian besar area galian telah ditutup barrier dan garis pengaman yang cukup rapat. Namun masih terdapat alat berat yang berada di dekat area galian dengan jarak barrier yang relatif jauh, meski tetap diberi garis peringatan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui adanya kelalaian dalam pengamanan proyek di lokasi tersebut. Menurutnya, barrier memang telah dipasang, tetapi tidak sesuai standar karena masih menyisakan celah yang membahayakan pengguna jalan.
"Memang ada kelalaian. Pengamannya sudah ada, tapi tidak rapat (barrier), masih renggang. Ketika renggang, ketika beliau (korban) ini berputar, memang beliau sudah sepuh juga ya, umur 66 tidak melihat, lampunya kurang terang. Ketika beliau belok, masuk di tengah-tengahnya barrier," kata Eri kepada wartawan di Jalan Panjang Jiwo, Rabu (17/6/2026).
Jalan Raya Kendangsari
Proyek gorong-gorong juga dilakukan di Jalan Raya Kendangsari untuk mengatasi banjir agar tidak terulang seperti tahun lalu sampai air awet seharian. Ketika proyek dikerjakan malam hari, terdapat tanda peringatan lengkap dengan lampu menyala dan tongkat lampu lalin.
Terlihat sejumlah pekerja yang melakukan pengerukan dengan alat berat dan truk. Kemudian ada satu pekerja yang memberikan peringatan kepada pengguna jalan dengan memberi tanda menggunakan tongkat lampu lalin.
Jalan Panjang Jiwo
Pengerjaan box culvert Jalan Panjang Jiwo salah satu titik yang didatangi Walkot Eri saat sidak Selasa (16/6) sore. Terdapat galian memakan badan jalan dan tumpukan pasir di tengahnya sore kemarin. Pengamanan ada barrier cukup rapat, pagar berduri, tapi tidak ada lampu peringatan. Pagi tadi, galian itu sudah rata dan masih dipasang pengaman.
Kemudian ada tumpukan box culvert yang akan dipasang ditaruh tepat di tikungan kiri Jalan Panjang Jiwo Permai tepat sebelah SPBU arah Jalan Panjang Jiwo. Hanya ada penanda banner, tidak ada garis peringatan, barier, atau lampu.
Jalan Manyar Rejo III
Proses pengerjaan proyek gorong-gorong juga dilakukan di Manyar Rejo atau jalan tepat samping kampus Untag Surabaya. Di pertigaan dari Jalan Nginden Semolo menuju Jalan Manyar Rejo III sudah ada peringatan banner dari DSDABM untuk pengendara, karena jalan ditutup, bisa lewat Manyar Semolo atau sebelah kecamatan untuk alternatif.
Pengerjaan gorong-gorong di sana memang menutup jalan dan ada garis peringatan di samping galian yang tinggal proses penutupan. Saat malam hari truk pengangkut box culvert bekerja menurunkan di area jalan yang memang ditutup. Tidak ada lampu peringatan di depan jalan yang ditutup, namun ada petugas yang memberitahu dan mengarahkan putar balik.
Jalan Manyar Jaya V
Pengerjaan proyek gorong-gorong juga dilakukan di Manyar Rejo III. Saat malam, pengendara dapat melewati Jalan Manyar Jaya V.
Terdapat galian yang sudah terpasang box culvert, namun belum tertutup aspal tidak ada barrier dan lampu peringatan, sehingga cukup membahayakan bila kurang konsentrasi. Di sana hanya ada garis peringatan pada bagian galian, dan ada banner penanda.
Siang tadi, Manyar Jaya V ditutup karena pekerja melanjutkan pengerjaan proyek gorong-gorong. Sejumlah pengendara baik mobil atau motor yang terlanjut belok harus putar balik.
