Tradisi minum susu putih menjadi salah satu amalan yang cukup populer saat memasuki 1 Muharram atau Tahun Baru Islam. Amalan ini banyak dijumpai di lingkungan pesantren dan masyarakat muslim sebagai bentuk doa serta harapan agar tahun yang baru dipenuhi keberkahan.
Lantas, minum susu 1 Muharram paling afdol dilakukan jam berapa? Selain waktu pelaksanaannya, umat Islam juga dianjurkan membaca doa saat meminum susu tersebut. Berikut penjelasan lengkapnya.
Paling Afdol Minum Susu 1 Muharram Jam Berapa?
Mengutip NU Online, amalan minum susu putih dilakukan setelah masuk tanggal 1 Muharram. Karena pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai sejak matahari terbenam, maka waktu pelaksanaannya dimulai setelah Maghrib pada malam 1 Muharram hingga sebelum Subuh.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa 16 Juni 2026. Dengan demikian, umat Islam telah memasuki Tahun Baru Hijriah sejak Maghrib pada Senin 15 Juni 2026.
Karena itu, banyak ulama dan pesantren yang mengamalkan minum susu putih setelah salat Maghrib, biasanya setelah membaca doa awal tahun atau mengikuti rangkaian zikir dan doa bersama.
Perlu dipahami bahwa tidak ada ketentuan syariat yang menetapkan jam tertentu sebagai waktu paling afdol. Namun, waktu setelah Maghrib sering dipilih karena menjadi awal masuknya 1 Muharram dalam penanggalan Islam.
Doa Minum Susu 1 Muharram Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Tradisi minum susu putih biasanya disertai dengan doa memohon keberkahan kepada Allah SWT. Doa yang banyak diamalkan sebagaimana dikutip dari Pondok Pesantren Darul Amanah berbunyi:
اللهم بارك لنا فيه و زدنا منه
Arab Latin: Allahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu.
Artinya: Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkahannya (susu), dan tambahkanlah kepada kami darinya.
Dari Mana Asal Tradisi Minum Susu 1 Muharram?
Tradisi minum susu putih saat menyambut Tahun Baru Islam bukanlah amalan yang diwajibkan dalam syariat. Tradisi ini berasal dari kebiasaan Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, seorang ulama besar asal Makkah yang dikenal luas di dunia Islam.
Dikutip dari laman Baznas RI, Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki memiliki kebiasaan membagikan susu putih kepada para muridnya setiap memasuki tahun baru Hijriah.
Amalan tersebut dilakukan sebagai bentuk tafa'ul, yaitu mengharap kebaikan kepada Allah SWT melalui simbol yang memiliki makna positif. Karena itulah tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia, dan masih diamalkan di sejumlah pesantren hingga sekarang.
Mengapa yang Diminum Harus Susu Putih?
Warna putih pada susu dimaknai sebagai simbol kesucian, kebersihan hati, dan permulaan yang baik. Meminum susu putih pada awal tahun Hijriah menjadi bentuk pengharapan agar perjalanan hidup selama setahun ke depan dipenuhi keberkahan serta dijauhkan dari berbagai keburukan.
Makna tersebut sejalan dengan semangat Muharram yang identik dengan muhasabah, perbaikan diri, dan membuka lembaran baru yang lebih baik. Karena itu, susu putih tidak diposisikan sebagai benda yang memiliki keistimewaan tertentu, melainkan sebagai simbol doa dan harapan kepada Allah SWT.
Tradisi menyambut Tahun Baru Hijriah dengan minum susu tidak hanya ditemukan di Indonesia. Dikutip detikHikmah, sebagian masyarakat di Jeddah, Arab Saudi, juga memiliki kebiasaan meminum susu saat memasuki Tahun Baru Hijriah. Setelah itu, biasanya menyantap hidangan tradisional dan berkumpul bersama keluarga.
Keistimewaan Susu dalam Islam
Selain memiliki makna simbolis, susu juga termasuk minuman yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA disebutkan:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ أَحَبَّ الشَّرَابِ إِلىَ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّبَنُ
Artinya: Diceritakan dari Ibnu Abbas, ia berkata: Sungguh minuman yang paling disenangi oleh Rasulullah SAW adalah susu. (HR Abu Nu'aim)
Keistimewaan susu juga terlihat dalam kisah Isra Mikraj. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW diberikan pilihan antara susu, madu, dan khamar. Ia kemudian memilih susu.
Pilihan tersebut dipuji oleh Malaikat Jibril karena dianggap sesuai dengan fitrah manusia. Karena itulah susu sering dipandang sebagai simbol kesucian dan kebaikan dalam tradisi Islam.
Apakah Minum Susu 1 Muharram Termasuk Sunah?
Perlu dipahami bahwa tidak terdapat hadis yang secara khusus memerintahkan umat Islam untuk minum susu pada malam 1 Muharram. Karena itu, para ulama menjelaskan amalan ini bukan ibadah wajib maupun sunah khusus yang memiliki dalil tersendiri.
Tradisi tersebut lebih tepat dipahami sebagai bentuk tafa'ul atau pengharapan kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan dan kebaikan pada tahun baru. Dengan demikian, umat Islam boleh mengamalkannya, namun tidak boleh meyakini bahwa amalan tersebut wajib atau memiliki keutamaan khusus yang ditetapkan syariat.
Simak Video "Sambut Tahun Baru Islam, Santri di Lumajang Gelar Pawai Obor"
(irb/hil)