Memasuki Tahun Baru Islam, sebagian muslim memiliki tradisi minum susu putih pada malam 1 Muharram. Tradisi ini biasanya dilakukan setelah Maghrib dengan membaca doa khusus sebelum meminum susu sebagai bentuk harapan agar tahun yang baru dipenuhi keberkahan dan kebaikan.
Meski cukup populer di kalangan masyarakat, masih banyak yang bertanya-tanya mengenai bacaan doa minum susu 1 Muharram, kapan waktu yang tepat untuk melakukannya, hingga asal-usul tradisi tersebut. Berikut bacaan doa minum susu 1 Muharram lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti.
Doa Minum Susu 1 Muharram Arab, Latin dan Artinya
Pada malam 1 Muharram, sebagian umat Islam mengawali tradisi minum susu putih dengan membaca doa yang diriwayatkan dalam amalan yang diajarkan oleh para ulama. Berikut doa minum susu di malam 1 Muharram.
Ψ§ΩΩΩΩ°ΩΩΩ ΩΩ Ψ¨ΩΨ§Ψ±ΩΩΩ ΩΩΩΩΨ§ ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ²ΩΨ―ΩΩΩΨ§ Ω ΩΩΩΩΩ
Arab Latin: Allahumma baarik lanaa fiihi wazidnaa minhu.
Artinya: Ya Allah, berkahilah kami di dalam air susu ini dan tambahlah keberkahan kami darinya.
Doa tersebut berisi permohonan agar Allah SWT memberikan keberkahan melalui rezeki yang dikonsumsi sekaligus menambah berbagai kebaikan dalam kehidupan di tahun yang baru.
Apa Itu Tradisi Minum Susu Putih Malam 1 Muharram?
Tradisi minum susu putih saat memasuki Tahun Baru Islam bukan merupakan kewajiban ataupun ibadah yang diwajibkan dalam syariat. Amalan ini lebih dikenal sebagai bentuk tafa'ul, yaitu mengharapkan pertanda atau simbol kebaikan.
Tradisi tersebut banyak dikaitkan dengan amalan yang dilakukan Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki, seorang ulama keturunan Rasulullah SAW yang dikenal luas di Makkah.
Menurut penjelasan yang dikutip NU Online, susu putih dipilih karena melambangkan kesucian, kebersihan, dan nutrisi yang baik. Warna putih pada susu menjadi simbol harapan agar perjalanan selama satu tahun ke depan dipenuhi keberkahan, kebersihan hati, serta berbagai kebaikan.
Dengan kata lain, tradisi minum susu malam 1 Muharram bukan terletak pada susunya semata, melainkan pada doa dan harapan baik yang menyertainya ketika memasuki pergantian tahun Hijriah.
Kapan Waktu Minum Susu 1 Muharram?
Dalam kalender Islam, pergantian hari dimulai sejak terbenamnya matahari atau masuk waktu Maghrib. Karena itu, amalan minum susu putih dapat dilakukan sejak Maghrib menjelang tanggal 1 Muharram hingga sebelum waktu Subuh.
Banyak ulama dan masyarakat muslim yang menjalankan tradisi tersebut pada malam pergantian Tahun Baru Hijriah bersama keluarga, santri, murid, maupun jemaah di lingkungan sekitar.
Berdasarkan Kalender Hijriah yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag), Tahun Baru Hijriah jatuh pada Selasa 16 Juni 2026. Dengan begitu, malam 1 Muharram 1448 Hijriah dimulai sejak Senin malam 15 Juni 2026 setelah Maghrib.
Mengapa Susu Putih Dipilih sebagai Simbol Tahun Baru Islam?
Pemilihan susu putih dalam tradisi ini memiliki makna simbolik yang cukup kuat. Menurut penjelasan yang dinisbatkan kepada Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki, susu putih menggambarkan awal yang bersih dan suci.
Sebagaimana seseorang berharap memulai lembaran baru yang lebih baik, susu putih menjadi simbol kehidupan yang dipenuhi keberkahan dan kebaikan.
Makna tersebut sejalan dengan semangat Tahun Baru Islam yang identik dengan muhasabah atau introspeksi diri, meninggalkan keburukan di masa lalu dan berusaha memperbaiki diri pada tahun yang akan datang.
Keutamaan Susu dalam Islam
Selain memiliki makna simbolik dalam tradisi 1 Muharram, susu juga termasuk minuman yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Susu merupakan salah satu anugerah Allah SWT yang memiliki banyak manfaat bagi manusia, terutama untuk tumbuh kembang anak.
Dari sisi kesehatan, susu dikenal mengandung berbagai nutrisi penting yang membantu memenuhi kebutuhan gizi tubuh.
Dalam tradisi Islam, susu juga dikaitkan dengan fitrah. Hal ini merujuk pada kisah Isra Mikraj ketika Rasulullah SAW diberi pilihan antara susu dan khamar oleh Malaikat Jibril. Rasulullah SAW memilih susu, yang kemudian dimaknai sebagai simbol fitrah dan jalan yang lurus.
KH Abdul Hamid sebagaimana dikutip detikHikmah menjelaskan: "Saat Isra Mikraj, susu adalah pilihan Rasulullah SAW, yakni saat Malaikat Jibril menyuguhkan khamr dan susu. Dan susu adalah tanda kefitrahan umat Rasulullah SAW."
Selain itu terdapat hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad: "Allah senantiasa menurunkan penyakit beserta obatnya, maka minumlah oleh kalian susu sapi, karena ia makan dari berbagai tumbuhan." (HR Ahmad)
Apakah Minum Susu 1 Muharram Wajib Dilakukan?
Minum susu pada malam 1 Muharram bukan termasuk amalan wajib maupun sunah yang memiliki ketentuan khusus dalam syariat Islam. Tradisi ini lebih dipahami sebagai amalan kebaikan yang dilakukan sebagian umat Islam untuk menyambut Tahun Baru Hijriah dengan doa dan harapan baik.
Karena sifatnya sebagai tradisi yang bernilai simbolik, umat Islam boleh melakukannya atau tidak melakukannya. Yang utama adalah menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, melakukan muhasabah, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Doa minum susu 1 Muharram menjadi salah satu amalan yang masih dijaga sebagian umat Islam saat menyambut Tahun Baru Hijriah. Selain membaca doa, tradisi ini juga mengandung pesan tentang harapan, kesucian, dan semangat memulai tahun baru dengan berbagai kebaikan.
Jika ingin mengamalkannya, jangan lupa memahami maknanya sekaligus menjadikan momentum 1 Muharram sebagai waktu untuk memperbanyak doa, muhasabah, dan memperbaiki diri agar tahun yang dijalani menjadi lebih berkah.
(irb/hil)
