Banyak umat Islam di Indonesia memiliki kebiasaan minum susu putih saat malam atau tanggal 1 Muharram. Tradisi ini bahkan sering dikaitkan dengan sunnah Rasulullah SAW sehingga tidak sedikit orang yang meyakini bahwa minum susu di awal Tahun Baru Islam merupakan amalan yang dianjurkan dalam agama.
Namun, benarkah minum susu saat 1 Muharram termasuk sunnah Rasul? Ataukah amalan tersebut hanya tradisi yang berkembang di kalangan ulama dan masyarakat muslim tertentu?
Untuk memahami jawabannya, penting mengetahui asal-usul tradisi ini, dalil yang sering dikaitkan dengannya, serta pandangan para ulama mengenai makna minum susu di awal tahun Hijriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah Minum Susu Saat 1 Muharram Sunah Rasul?
Pertanyaan ini sering muncul setiap menjelang Tahun Baru Islam. Secara umum, tidak ditemukan hadis sahih yang secara khusus memerintahkan umat Islam untuk minum susu pada tanggal 1 Muharram sebagai sunnah yang dilakukan Rasulullah SAW.
Artinya, minum susu pada 1 Muharram bukan termasuk amalan sunnah yang memiliki ketentuan khusus sebagaimana puasa Asyura, puasa Tasu'a, atau ibadah lain yang memiliki dalil yang jelas.
Meski demikian, susu sendiri merupakan minuman yang mendapatkan perhatian dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW pernah menyebut susu sebagai minuman yang baik dan bermanfaat bagi kesehatan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda: "Allah senantiasa menurunkan penyakit dengan obatnya, maka minumlah oleh kalian susu sapi, karena ia (sapi) makan dari tiap pohon." (HR Ahmad)
Hadis tersebut menunjukkan keutamaan susu secara umum, bukan anjuran khusus untuk meminumnya pada tanggal 1 Muharram.
Dari Mana Asal Tradisi Minum Susu Putih Saat 1 Muharram?
Meski tidak termasuk sunnah khusus Rasulullah SAW, tradisi minum susu putih pada 1 Muharram ternyata telah dikenal di sejumlah negara muslim, termasuk Arab Saudi.
Dikutip detikHikmah dari "Majalah Nahdlatul Ulama Aula Edisi Juli 2023", masyarakat Arab Saudi memiliki tradisi meminum segelas susu putih pada pagi hari 1 Muharram. Tradisi tersebut dilakukan sebagai simbol harapan agar tahun baru dijalani dengan hati bersih, niat baik, dan kehidupan penuh keberkahan.
Warna putih pada susu dipandang sebagai lambang kesucian dan kebersihan. Karena itu, tradisi ini lebih bersifat simbolis dan merupakan bentuk doa serta harapan baik dalam menyambut pergantian tahun Hijriah.
Selain minum susu putih, sebagian masyarakat Arab Saudi juga memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman atau makanan berwarna hijau serta buah-buahan manis sebagai simbol keberkahan dan harapan hidup yang lebih baik di tahun mendatang.
Makna Minum Susu Putih pada Tahun Baru Islam
Tradisi minum susu pada 1 Muharram tidak lahir tanpa makna. Setidaknya terdapat beberapa filosofi yang melatarbelakanginya.
Pertama, susu dipandang sebagai simbol kesucian. Warna putih mencerminkan hati yang bersih dan harapan untuk memulai lembaran baru yang lebih baik.
Kedua, tradisi ini menjadi bentuk tafa'ul atau mengharap kebaikan. Dalam tradisi Islam, mengharapkan hal-hal baik dengan simbol yang positif selama tidak bertentangan dengan syariat merupakan sesuatu yang diperbolehkan.
Ketiga, minum susu menjadi pengingat agar seseorang memulai tahun baru dengan niat yang baik, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Kebiasaan Minum Susu Dicontohkan Ulama
Tradisi minum susu putih juga dikenal dalam praktik salah satu ulama besar Makkah, yaitu Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki. Dikutip dari NU Online, Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki memiliki kebiasaan meminum susu putih pada malam 1 Muharram setelah Magrib hingga sebelum Subuh.
Ia menjelaskan susu putih melambangkan tahun baru yang bersih, penuh keberkahan, dan dipenuhi kebaikan. Amalan tersebut bukan diposisikan sebagai ibadah wajib atau sunnah khusus yang memiliki dalil tersendiri, melainkan sebagai bentuk tafa'ul atau optimisme terhadap datangnya tahun yang baru.
Bahkan, Abuya juga membagikan susu putih kepada para murid dan santrinya sebagai simbol doa agar mereka memperoleh keberkahan dan kemudahan dalam menjalani tahun yang akan datang.
Doa yang Bisa Dibaca Saat Minum Susu
Terlepas dari tradisi 1 Muharram, Islam mengajarkan doa yang dapat dibaca ketika meminum susu. Doa tersebut berbunyi:
Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩ Ψ¨ΩΨ§Ψ±ΩΩΩ ΩΩΩΩΨ§ ΩΩΩΩ ΩΨ§ Ψ±ΩΨ²ΩΩΩΨͺΩΩΩΨ§ ΩΩΨ²ΩΨ―ΩΩΩΨ§ Ω ΩΩΩΩΩ
Arab Latin: Allahumma barik lana fima razaqtana wazidna minhu.
Artinya: Ya Allah, berkahilah kami pada rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan tambahkanlah rezeki itu untuk kami.
Doa ini dapat diamalkan kapan saja saat mengonsumsi susu, tidak terbatas pada bulan Muharram.
Adab Minum Susu Sesuai Sunah
Mengutip "Buku Pintar 50 Adab Islam" karya Ariani yang juga dirangkum detikHikmah, beberapa adab minum yang dianjurkan antara lain membaca basmalah sebelum minum, menggunakan tangan kanan, minum sambil duduk, tidak berlebihan, dan mengonsumsi minuman dalam beberapa tegukan.
Adab-adab inilah yang memiliki landasan sunnah yang lebih jelas dibanding keyakinan bahwa minum susu pada 1 Muharram merupakan amalan khusus yang diwajibkan atau dianjurkan Nabi.
Jadi, jawaban atas pertanyaan "apakah minum susu saat 1 Muharram sunnah Rasul?" adalah tidak terdapat dalil khusus, yang menunjukkan Rasulullah SAW menganjurkan minum susu pada tanggal 1 Muharram.
Tradisi tersebut lebih dikenal sebagai simbol harapan, keberkahan, dan optimisme dalam menyambut Tahun Baru Islam yang dipraktikkan oleh sebagian masyarakat Muslim dan sejumlah ulama.
Meski demikian, tidak ada larangan untuk melakukannya selama tidak diyakini sebagai kewajiban agama atau sunnah khusus Nabi. Yang terpenting, momen 1 Muharram dapat dijadikan kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan memulai tahun baru Hijriah dengan niat yang lebih baik.
(irb/hil)
