Menjelang Tahun Baru Hijriah, banyak muslim mencari bacaan doa akhir tahun yang dianjurkan dibaca setelah sholat Ashar pada hari terakhir bulan Dzulhijjah. Tradisi ini sudah lama diamalkan sebagai bentuk muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan selama setahun terakhir sekaligus memohon ampunan kepada Allah SWT.
Meski tidak termasuk amalan wajib, doa akhir tahun tetap menjadi salah satu amalan yang banyak dianjurkan para ulama. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk membacanya, bagaimana bacaan doanya, serta apa hukum dan keutamaannya? Simak penjelasan lengkap berikut ini ya, detikers!
Bacaan Doa Akhir Tahun Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa ini menjadi ikhtiar untuk memohon keberkahan serta perlindungan kepada Allah SWT dalam menyambut tahun yang baru. Berikut bacaan doa akhir tahun versi pendek sebagaimana dikutip dari buku "Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun" karya H Hamdan Hamedan MA.
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيهَا عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَانَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْتَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيمُ.
Arab Latin: Allaahumma maa 'amiltu min 'amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii 'anhu wa lam atub minhu, wa halumta fiihaa 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alaa 'uquubatii, wa da'autanii ilat taubati min ba'di jaraa-atii 'alaa ma'shiyatik. Fa innistaghfartuka faghfir-lii wa maa 'amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa'attanii 'alaihits tsawaaba, fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha' rajaa-ii minka yaa kariim.
Artinya: Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.
Ini juga menjadi salah satu bacaan doa akhir tahun yang banyak diamalkan tercantum dalam kitab "Maslakul Akhyar" karya Habib Utsman bin Yahya, ulama dan Mufti Batavia (Jakarta) yang hidup pada akhir abad ke-19.
Doa tersebut dianjurkan untuk dibaca sebanyak tiga kali sebagai bentuk muhasabah diri, memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu, sekaligus berharap agar Allah SWT menerima amal kebaikan yang telah dikerjakan selama setahun terakhir.
Kapan Doa Akhir Tahun Dibaca?
Doa akhir tahun dianjurkan untuk dibaca pada hari terakhir bulan Dzulhijjah, yakni setelah sholat Ashar hingga sebelum masuk waktu Maghrib.
Merujuk Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama RI, tanggal 29 Dzulhijjah 1447 Hijriah bertepatan Senin 15 Juni 2026.
Karena itu, umat Islam dapat membaca doa akhir tahun pada sore hari setelah sholat Ashar hingga menjelang Maghrib pada tanggal tersebut.
Waktu ini dipilih karena dalam sistem penanggalan Hijriah, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam.
Jadi, setelah azan Magrib berkumandang, umat Islam telah memasuki 1 Muharram 1448 Hijriah atau Tahun Baru Islam.
Tata Cara Membaca Doa Akhir Tahun
Tidak terdapat tata cara yang bersifat wajib dalam membaca doa akhir tahun. Namun, beberapa kitab amaliyah menjelaskan rangkaian zikir yang lazim diamalkan sebelum membaca doa tersebut.
Salah satunya sebagaimana dijelaskan dalam buku "Kalender Ibadah Sepanjang Tahun" karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid. Sebelum membaca doa akhir tahun, umat Islam dapat memperbanyak istighfar sebanyak sebelas kali dengan bacaan berikut.
Arab Latin: Astaghfirullahal 'azhiim.
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.
Setelah itu dilanjutkan dengan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak sebelas kali. Berikut bacaan sholawat sebelum membaca doa akhir tahun.
Arab Latin: Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad.
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad.
Sebagian ulama juga menganjurkan membaca Ayat Kursi sebanyak tujuh kali sebelum membaca doa akhir tahun. Setelah rangkaian zikir tersebut selesai, doa akhir tahun dibaca sebanyak tiga kali sebagai bentuk permohonan ampun, sekaligus harapan agar amal kebaikan diterima Allah SWT.
Hukum Membaca Doa Akhir Tahun
Mengutip penjelasan dari laman NU Online, membaca doa awal dan akhir tahun hukumnya boleh. Tidak terdapat dalil yang melarang seseorang untuk berdoa pada penghujung tahun atau ketika memasuki waktu-waktu tertentu yang dianggap baik.
Sebagai landasan, para ulama mengutip riwayat dari sejumlah sahabat Rasulullah SAW yang berdoa ketika melihat hilal atau datangnya bulan baru. Dalam riwayat tersebut disebutkan:
عَنْ بَشِيرٍ مَوْلَى مُعَاوِيَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ عَشَرَةً مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ ﷺ، أَحَدُهُمْ حُدَيْرٌ أَبُو فَوْرَةَ (وَفِي نُسْخَةٍ: فُورَةَ)، يَقُولُونَ إِذَا رَأَوُا الْهِلَالَ: اللَّهُمَّ اجْعَلْ شَهْرَنَا الْمَاضِي خَيْرَ شَهْرٍ، وَخَيْرَ عَاقِبَةٍ، وَأَدْخِلْ عَلَيْنَا شَهْرَنَا هَذَا بِالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالْمُعَافَاةِ وَالرِّزْقِ الْحَسَنِ.
Artinya: Dari Basyir, maula (bekas budak yang dimerdekakan oleh) Mu'awiyah, ia berkata: Aku mendengar sepuluh orang dari para sahabat Rasulullah SAW - salah satunya adalah Hudair Abu Fawrah (dalam sebagian naskah: Furah) - mereka berkata ketika melihat hilal (bulan baru): Ya Allah, Jadikanlah bulan kami yang telah berlalu sebagai bulan yang terbaik dan berakhir dengan sebaik-baik kesudahan, dan masukkanlah bulan kami yang sekarang ini kepada kami dengan keselamatan dan keislaman, dengan keamanan dan keimanan, dengan kesehatan dan rezeki yang baik.
Keutamaan Membaca Doa Akhir Tahun Menurut Ulama
Selain sebagai sarana muhasabah, doa akhir tahun juga diyakini memiliki keutamaan tersendiri sebagaimana dijelaskan para ulama. Syekh Abdul Hamid Muhammad Ali dalam kitab Kanzun Najah was Surur fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur menjelaskan bahwa doa akhir tahun dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali. Ia menjelaskan:
يُقْرَأُ (ثَلاَثًا)، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَقُولُ: تَعِبْنَا مَعَهُ طُولَ السَّنَةِ، فَأَفْسَدَ فِعْلَنَا فِي سَاعَةٍ وَاحِدَةٍ.
Artinya: Doa (akhir tahun) ini dibaca sebanyak tiga kali. Sesungguhnya setan akan berkata: Kami telah bersusah payah bersamanya sepanjang tahun, namun dia merusak semua usaha kami hanya dalam sesaat saja! (Syekh Abdul Hamid Muhammad Ali, Kanzun Najah was Surur, [Beirut, Darul Hawi: 2009 M/1430 H], hal 299)
Hal tersebut menggambarkan besarnya nilai taubat, istighfar, dan doa dalam Islam. Dengan memohon ampun kepada Allah SWT di penghujung tahun, muslim bisa menutup lembaran tahun yang berlalu dengan kebaikan dan memasuki tahun yang baru dengan semangat memperbaiki diri.
Simak Video "Sambut Tahun Baru Islam, Santri di Lumajang Gelar Pawai Obor"
(irb/hil)