Amalan Menulis Bismillah 113 Kali pada Malam 1 Muharram untuk Tolak Bala?

Amalan Menulis Bismillah 113 Kali pada Malam 1 Muharram untuk Tolak Bala?

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Minggu, 14 Jun 2026 16:20 WIB
Ilustrasi menulis bismillah di malam Tahun Baru Hijriah.
Ilustrasi menulis bismillah di malam Tahun Baru Hijriah. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Menjelang malam 1 Muharram, banyak umat Islam mencari amalan-amalan yang dianjurkan untuk menyambut Tahun Baru Hijriah. Salah satu amalan yang cukup populer di kalangan masyarakat adalah menulis lafaz "bismillahirrahmanirrahim" sebanyak 113 kali pada malam pergantian Tahun Baru Islam.

Amalan ini sering dikaitkan dengan harapan memperoleh perlindungan dari berbagai musibah dan keberkahan sepanjang tahun. Namun, dari mana asal amalan tersebut, mengapa jumlahnya harus 113 kali, dan bagaimana tata cara mengerjakannya? Simak penjelasan lengkapnya berdasarkan keterangan para ulama.

Apa Itu Amalan Menulis Bismillah pada Malam 1 Muharram?

Menulis lafaz "bismillahirrahmanirrahim" sebanyak 113 kali merupakan salah satu amalan yang banyak diamalkan sebagian umat Islam ketika memasuki 1 Muharram. Amalan ini disebutkan dalam beberapa kitab ulama, di antaranya "Khazinatul Asrar Jalilatul Adzkar" karya Imam Muhammad Haqqiy an-Nazily.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa menulis basmalah pada awal Muharram termasuk amalan yang diharapkan menjadi wasilah untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Tradisi ini tidak termasuk ibadah wajib maupun sunah yang secara khusus dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Karena itu, amalan tersebut lebih dikenal sebagai amalan fadhailul a'mal atau amalan yang dilakukan dengan tujuan mengambil keberkahan dan berdoa kepada Allah SWT.

ADVERTISEMENT

Hal tersebut dijelaskan dalam kitab "Jauharul Munazhom fii Fadhail Syahrillah Muharram", di mana Syekh Abu Bakar bin Muhyiddin Al-Hindi menjelaskan amalan tersebut memiliki fadilah atau keutamaan bisa membebaskan kita dari marabahaya selama masa hidup.

Ω‚Ψ§Ω„ Ψ§Ω„Ψ₯Ω…Ψ§Ω… ΨΉΨ¨Ψ― Ψ§Ω„Ψ­Ω…ΩŠΨ― Ψ§Ω„Ψ΄Ψ§ΩΨΉΩŠ في ΩƒΩ†Ψ² Ψ§Ω„Ω†Ψ¬Ψ§Ψ­ ΩˆΨ§Ω„Ψ³Ψ±ΩˆΨ±Ω…Ω† Ψ§Ω„Ω…Ψ¬Ψ±ΩŠΨ§Ψͺ Ψ§Ω„Ψ΅Ψ­ΩŠΨ­Ψ© ΩƒΩ…Ψ§ "في Ω†ΨΉΨͺ Ψ§Ω„Ψ¨Ψ―Ψ§ΩŠΨ§Ψͺ وΨͺوءيف Ψ§Ω„Ω†Ω‡Ψ§ΩŠΨ§Ψͺ" Ω„Ω„Ψ³ΩŠΨ― Ψ§Ω„Ψ΄Ψ±ΩŠΩ Ω…Ψ§Ψ‘ Ψ§Ω„ΨΉΩŠΩ†ΩŠΩ†: Ψ£Ω† Ω…Ω† ΩƒΨͺΨ¨ Ψ§Ω„Ψ¨Ψ³Ω…Ω„Ψ© في Ψ£ΩˆΩ„ Ψ§Ω„Ω…Ψ­Ψ±Ω… Ω…Ψ§Ψ¦Ψ© ΩˆΨ«Ω„Ψ§Ψ« ΨΉΨ΄Ψ± Ψ© Ω…Ψ±Ψ© Ω„Ω… ΩŠΩ†Ω„ Ψ­Ψ§Ω…Ω„Ω‡Ψ§ Ω…ΩƒΨ±ΩˆΩ‡ ΩΩŠΩ‡ ΩˆΩ„Ψ§ في Ψ£Ω‡Ω„ بيΨͺΩ‡ Ω…Ψ―Ψ© ΨΉΩ…Ψ±Ω‡

Artinya: Imam Abdul Hamid al-Syafi'i berkata dalam kitab Kanz an-Najah Wa-Surur. Dari sebuah kebiasaan yang benar seperti yang dijelaskan dalam "Na'tul Bidayah Wa Tausifun Nihayah" karya Sayyid al-Syarif Ma'ul Aynain: Barang siapa yang menulis kalimat "bismillah" pada tanggal 1 Muharram sebanyak 113 kali, maka tidak akan ada keburukan yang akan menimpanya dan keluarganya selama hidupnya.

Sebagian ulama memasukkannya dalam kategori amalan yang bertujuan mengambil keberkahan selama tidak diyakini sebagai kewajiban agama dan tetap meyakini bahwa manfaat maupun perlindungan berasal dari Allah SWT.

Karena itu, seseorang boleh mengamalkan amalan menulis bismalah ini sebagai bentuk doa dan harapan, namun tidak boleh menganggapnya sebagai syariat yang wajib dilakukan setiap tahun.

Mengapa Menulis Bismillah 113 Kali?

Angka 113 pada amalan ini berkaitan dengan jumlah basmalah yang terdapat dalam Al-Qur'an. Imam Muhammad as-Syarbiniy al-Khathib dalam Tafsir as-Sirajul Munir menjelaskan bahwa Al-Qur'an terdiri dari 114 surat.

Namun, hanya 113 surat yang diawali dengan lafaz "bismillahirrahmanirrahim", karena surah At-Taubah tidak diawali dengan basmalah.

Atas dasar itulah, sebagian ulama dan masyarakat mengamalkan penulisan basmalah sebanyak 113 kali pada awal Muharram. Jumlah tersebut bukan berasal dari ketentuan syariat yang wajib diikuti, melainkan sebagai simbol mengikuti jumlah basmalah yang terdapat dalam Al-Qur'an.

Tata Cara Menulis 113 Bismillah pada Malam 1 Muharram

Menurut kitab "Hasyiyah Tafsir Al-Baidlawiy Juz Pertama" karya Syekh Muhyiddin Zadah yang meriwayatkan Khalifah Umar bin Abdul Aziz RA, ketika menulis basmalah, disarankan memanjangkan huruf 'ba', menegaskan gerigi huruf 'sin', dan membulatkan huruf 'mim'.

Hal ini dianggap sebagai penghormatan terhadap Al-Qur'an. Dalam proses penulisan, seorang muslim harus berada dalam keadaan bersih, rapi, dan suci.

Selain itu, dianjurkan untuk menghadap ke arah kiblat dan menulis dalam keadaan tenang tanpa berbicara. Penting juga untuk meniatkan penulisan ini sebagai sarana untuk melindungi diri dari berbagai musibah dan mendapatkan manfaat serta berkah dari basmalah yang ditulis.

Waktu Menulis 113 Bismillah

Waktu untuk menulis 'bismillah' pada malam 1 Muharram bisa dimulai sejak azan Maghrib setelah terlihatnya hilal yang menandai hari pertama tahun baru, hingga Maghrib hari berikutnya.

Setelah menyelesaikan penulisan, disarankan untuk membaca doa yang diambil dari kitab "Ittihaful Amajid Binafaisil Fawaid" oleh Abu Munyah As-Syankujiy.

Ψ§Ω„Ω„Ω‡Ω…Ω‘ Ψ§Ω†Ω‘Ω‰ Ψ§Ψ³Ψ£Ω„Ωƒ بفآل Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ… ΩˆΨ¨Ψ­Ω‚Ω‘ Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ… ΩˆΨ¨Ω‡ΩŠΨ¨Ψ© Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ… ΩˆΨ¨Ω…Ω†Ψ²Ω„Ψ©

Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ… ارفع Ω‚Ψ―Ψ±ΩŠ ΩˆΩŠΨ³Ω‘Ψ±Ω„Ω‰ Ψ§Ω…Ψ±ΩŠ واشرح ءدري ΩŠΨ§Ω…Ω† Ω‡Ωˆ ΩƒΩ‡ΩŠΩ€Ω€ΨΉΨ΅ Ψ­Ω…ΨΉΨ³Ω€Ω‚ Ψ§Ω„Ω…Ω‘ Ψ§Ω„Ω…Ω‘Ψ΅ Ψ§Ω„Ω…Ψ± Ψ­Ω€Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡

Ω„Ψ§Ψ§Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ§Ω‡Ωˆ Ψ§Ω„Ψ­ΩŠΩ‘ Ψ§Ω„Ω‚ΩŠΩ‘ΩˆΩ… Ψ¨Ψ³Ψ±Ω‘ Ψ§Ω„Ω‡ΩŠΨ¨Ψ© ΩˆΨ§Ω„Ω‚Ψ―Ψ±Ψ© ΩˆΨ¨Ψ³Ψ±Ω‘ Ψ§Ω„Ψ¬Ψ¨Ψ±ΩˆΨͺ ΩˆΨ§Ω„ΨΉΨΈΩ…Ψ© Ψ§Ψ¬ΨΉΩ„Ω†Ω‰ Ω…Ω† ΨΉΨ¨Ψ§Ψ―Ωƒ Ψ§Ω„Ω…ΨͺΩ‘Ω‚ΩŠΩ† ΩˆΨ§Ω‡Ω„ Ψ·Ψ§ΨΉΨͺΩƒ Ψ§Ω„Ω…Ψ­Ω€Ψ¨Ω‘ΩŠΩ†

ΩˆΨ§Ψ±Ψ²Ω‚Ω†Ω‰ علمانافعا ΩŠΨ§Ψ±Ψ¨Ω‘ Ψ§Ω„ΨΉΨ§Ω„Ω…ΩŠΩ† ΩˆΨ΅Ω„Ω‘Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„Ω‰ Ψ³ΩŠΩ‘Ψ―Ω†Ψ§Ω…Ψ­Ω…Ω‘Ψ― ΩˆΨΉΩ„Ω‰ Ψ’Ω„Ω‡ ΩˆΨ΅Ψ­Ψ¨Ω‡ ΩˆΨ³Ω„Ω‘Ω…


Artinya: Allahumma Inni As-Aluka Bifadli Bismillahirrohmanirrohim Wabihaqqi Bismillahirrohmanirrohim Wabihaibati Bismillahirrohmanirrohim Wabimanzilati Bismillahirrohmanirrohim Irfa' Qodrii Wayassirlii Amrii Wassyroh Shodrii Yaa Man Huwa Kaaf Haa 'Ain Shood, Haa Miim 'Ain Siin Qoof, Alif Laam Miim, Alif Laam Miim Shood, Alif Laam Miim Roo, Haa Miim, Allahu Laa Ilaaha Illa Huwal Hayyul Qoyyum. Bissiril Haibati Wal Qudroti. Wabissiril Jabaruti Wal 'AdhomatiI. Ij'alnii Min 'Ibadikal Muttaqin Wa Ahli Tho'atikal Muhibbin, Warzuqni 'Ilman Nafia'an. Yaa Robbal 'Alamin. Washollallahu 'Ala Sayyidina Mumammadin Wa 'Aal Aalihi Washohbihi Wasalam.

Amalan Setelah Menulis Basmalah

Setelah menulis lafal Bismillahirrahmanirrahim sebanyak 113 kali (biasanya dilakukan pada 1 Muharram), dianjurkan untuk membaca Sholawat Nabi sebanyak 11 kali, membaca surat Al-Fatihah, dan memanjatkan doa dengan bahasa sendiri sesuai hajat (keinginan).

Setelah itu, simpan tulisan tersebut di tempat yang aman. Tidak ada satu doa baku yang mengikat dari Nabi Muhammad SAW. Namun, berikut adalah amalan dan susunan doa yang biasa diajarkan para ulama.

1. Membaca Sholawat (11x)

Salah satu amalan yang dapat dilakukan pada malam 1 Muharram adalah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 11 kali. Berikut bacaan sholawat yang bisa diamalkan.

Ψ§Ω„Ω„Ω‘ΩŽΩ‡ΩΩ…Ω‘ΩŽ Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ³ΩŽΩŠΩ‘ΩΨ―ΩΩ†ΩŽΨ§ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―Ω ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ ؒلِ Ψ³ΩŽΩŠΩ‘ΩΨ―ΩΩ†ΩŽΨ§ Ω…ΩΨ­ΩŽΩ…Ω‘ΩŽΨ―Ω

Arab Latin: Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad.

Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad.

2. Membaca Al-Fatihah (1x)

Amalan berikutnya adalah membaca surah Al-Fatihah sebanyak satu kali. Bacaan ini ditujukan untuk memohon keberkahan kepada Allah SWT, sekaligus bertawassul kepada para ulama yang mengijazahkan amalan tersebut, dengan tetap meyakini bahwa segala manfaat dan pertolongan berasal dari Allah SWT.

3. Doa Permohonan Hajat

Setelah membaca Al-Fatihah dan sholawat, umat Islam dapat memanjatkan doa permohonan hajat dengan penuh khusyuk. Doa dapat dipanjatkan menggunakan bahasa apa pun yang mudah dipahami, atau menggunakan doa berikut sebagai bentuk harapan dan permohonan kepada Allah SWT.

Arab Latin: Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma ya Hayyu ya Qayyum, ya Dzal Jalali wal Ikram, bi hurmati hadzihil asma'il 'azhimah wal basmallah al-karimah, as'aluka an tahfadzhani wa ahli wa mali wa dinii min jami'il afati wal baliyyati, wa an taqdhiya hajati (sebutkan hajat/keinginan di sini)...

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, Dzat Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Dengan kemuliaan nama-nama-Mu yang agung dan basmalah yang mulia, aku memohon kepada-Mu agar Engkau menjaga diriku, keluargaku, hartaku, dan agamaku dari segala macam musibah dan bencana, dan agar Engkau mengabulkan hajatku...

Setelah berdoa, tulisan basmalah 113 kali tersebut biasanya dilipat dan disimpan di tempat yang layak di dalam rumah, atau dibawa bepergian untuk mendapatkan perlindungan dan keberkahan.

Kapan 1 Muharram 2026?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa 16 Juni 2026. Tanggal tersebut sekaligus menandai awal Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang diperingati oleh umat Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Adapun malam 1 Muharram atau malam pergantian Tahun Baru Islam telah dimulai sejak Matahari terbenam pada Senin 15 Juni 2026. Hal ini karena dalam penanggalan Hijriah, pergantian hari tidak dimulai pada pukul 00.00, melainkan sejak waktu Magrib tiba.

Pemerintah telah menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai hari libur nasional. Ketentuan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, sehingga masyarakat dapat memperingati Tahun Baru Islam pada Selasa 16 Juni 2026.

Namun, libur Tahun Baru Islam 2026 tidak disertai cuti bersama. Dengan demikian, masyarakat hanya memperoleh satu hari libur nasional pada Selasa 16 Juni 2026, sebelum kembali beraktivitas seperti biasa pada hari berikutnya.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads