Jadwal Puasa Tasu'a dan Asyura 2026, Ini Niat dan Keutamaannya

Mira Rachmalia - detikJatim
Sabtu, 13 Jun 2026 15:20 WIB
Ilustrasi puasa di bulan Muharram. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Bagi umat Islam yang ingin mengamalkan puasa sunah di bulan Muharram, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah kapan jadwal puasa Tasu'a dan Asyura 2026.

Kedua puasa ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW karena memiliki keutamaan besar, termasuk harapan dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama RI, puasa Tasu'a 1448 Hijriah jatuh pada Rabu 24 Juni 2026, sedangkan puasa Asyura dilaksanakan pada Kamis 25 Juni 2026.

Jadwal Puasa Tasu'a dan Asyura 2026

Pembahasan jadwal sebaiknya ditempatkan di awal artikel karena menjadi informasi utama yang dicari pembaca. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Kementerian Agama Republik Indonesia, tanggal 9 dan 10 Muharram 1448 Hijriah bertepatan dengan hari berikut.

  • Puasa Tasu'a 9 Muharram 1448 Hijriah: Rabu 24 Juni 2026
  • Puasa Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah: Kamis 25 Juni 2026

Kedua puasa sunah ini sering dianjurkan untuk dilaksanakan secara berurutan karena mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, serta menyempurnakan ibadah di bulan Muharram yang termasuk salah satu bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Mengapa Puasa Muharram Sangat Dianjurkan?

Sebelum membahas lebih jauh tentang puasa Tasu'a dan Asyura, penting untuk memahami kedudukan bulan Muharram dalam Islam. Muharram merupakan salah satu dari empat bulan suci yang dimuliakan Allah SWT.

Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk menjalankan puasa sunah. Keutamaan tersebut dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)

Artinya: Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Dan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam. (HR Muslim)

Hadis ini menjadi landasan mengapa banyak ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak puasa sunah sepanjang bulan Muharram, terutama pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Asal-usul Puasa Asyura

Dalam hadis yang diriwayatkan Sayyidah Aisyah RA disebutkan masyarakat Quraisy pada masa Jahiliah telah mengenal puasa Asyura. Rasulullah SAW juga melaksanakan puasa tersebut dan memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa hingga akhirnya turun kewajiban puasa Ramadan. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan:

عن عائشة ، رضي الله عنها ، أن قريشا كانت تصوم يوم عاشوراء في الجاهلية ثم أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم بصيامه حتى فرض رمضان وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من شاء فليصمه ، ومن شاء أفطر

Artinya: Dari Aisyah RA, orang-orang Quraisy pada masa Jahiliah biasa berpuasa pada hari Asyura. Rasulullah SAW juga berpuasa pada hari itu dan memerintahkan kaum Muslimin untuk melaksanakannya. Ketika puasa Ramadan diwajibkan, puasa Asyura menjadi sunah. Barang siapa ingin berpuasa maka dipersilakan, dan barang siapa tidak berpuasa maka tidak mengapa. (HR Bukhari dan Muslim).

Menurut penjelasan Imam Al-Qurthubi yang dikutip Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, tradisi puasa Asyura yang dilakukan masyarakat Quraisy diduga merupakan warisan ajaran Nabi Ibrahim AS yang masih tersisa, sebagaimana tradisi haji yang tetap dijalankan sebelum datangnya Islam.

Mengapa Rasulullah Menganjurkan Puasa Tasu'a?

Meski puasa Asyura memiliki keutamaan besar, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam berpuasa sehari sebelumnya, yaitu tanggal 9 Muharram yang dikenal sebagai puasa Tasu'a.

Anjuran ini berasal dari hadis Abdullah bin Abbas RA yang diriwayatkan Imam Muslim. Dalam hadis tersebut, para sahabat menyampaikan bahwa puasa Asyura juga diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Rasulullah SAW kemudian bersabda:

لَئِنْ بَقِيْتُ إِلَى قَابِلٍ لأَصُوْمَنَّ التَّاسِعَ يَعْنِي يَوْمَ عَاشُورَاءَ [رواه أحمد و مسلم]

Artinya: Jika aku masih hidup pada tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan. (HR Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa anjuran puasa Tasu'a bertujuan untuk membedakan praktik ibadah umat Islam dari tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Karena itu, banyak ulama menganjurkan puasa dilakukan pada tanggal 9 dan 10 Muharram secara bersamaan.

Niat Puasa Tasu'a dan Asyura

Agar ibadah lebih sempurna, penting untuk mengetahui bacaan niat puasa Tasu'a dan Asyura yang dapat dilafalkan sejak malam hari maupun sebelum waktu zawal selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Niat Puasa Tasu'a 9 Muharram

نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُوْعَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Saya berniat puasa sunah Tasu'a karena Allah ta'ala.

Niat Puasa Asyura 10 Muharram

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُوْرَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma 'aasyuuraa-a sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Saya berniat puasa sunah Asyura karena Allah ta'ala.

Jadwal puasa Tasu'a dan Asyura 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Kementerian Agama RI jatuh pada Rabu 24 Juni 2026 untuk puasa Tasu'a, dan Kamis 25 Juni 2026 untuk puasa Asyura.

Kedua puasa sunah ini bukan hanya menjadi amalan utama di bulan Muharram, tetapi memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan para nabi, serta mengandung keutamaan besar berupa penghapusan dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu.



Simak Video "Video CCTV Truk Kontainer Tabrak 5 Motor di Pasuruan Sebabkan 3 Orang Tewas"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork