Penyaluran Bantuan Beras SPHP di Tulungagung Dipercepat

Penyaluran Bantuan Beras SPHP di Tulungagung Dipercepat

Adhar Muttaqin - detikJatim
Senin, 08 Jun 2026 22:30 WIB
Penyaluran bantuan beras di Tulungagung
Penyaluran bantuan beras di Tulungagung (Foto: Dok. Istimewa)
Tulungagung -

Perum Bulog Tulungagung mempercepat penyaluran program Bantuan Bangan (Banpang) dan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah tersebut untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi, mengatakan hingga saat ini beras Banpang telah tersalurkan kepada 260 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP) atau 55,72 persen yang tersebar di empat wilayah operasi, meliputi Kabupaten serta Kota Blitar, Tulungagung dan Trenggalek.

"Dari total target 465 ribu PBP. Khusus untuk Kabupaten Tulungagung sendiri sudah terdistribusi kepada 85 ribu PBP dari target 150 ribu PBP," kata Yonas, Senin (8/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihaknya menargetkan seluruh beras bantuan tersebut dapat tersalurkan 100 persen pada akhir Juni mendatang.

ADVERTISEMENT

Menurutnya upaya percepatan penyaluran Banpang diharapkan dapat berdampak langsung teehadap stabilitas daya beli masyarakat serta menekan lonjakan harga beras di pasaran.

Tidak hanya beras bantuan, Bulog Tulungagung uuga menggelontorkan beras SPHP melalui saluran distribusi resmi, seperti kios pangan, pasar tradisional, ritel, Gerakan Pangan Murah (GPM) maupun jaringan pengecer yang telah bermitra dengan pemerintah.

"Beras SPHP merupakan program strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau," ujarnya.

Penyaluran serentak antara beras Banpang dengan SPHP dinilai bakan lebih efektif untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat pengecer. Pihaknya yakin penyaluran SPHP dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata melalui jejaring Bulog.

"Dengan ketersediaan stok yang kuat dan jaringan distribusi yang luas, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kecukupan pasokan beras," jelasnya.

Sementara itu Yonas memastikan stok cadangan beras pemerintah di Indonesia maupun empat wilayah uang diampun Bulog Tulungagung dalam kondisi aman. Seluruh beras tersebut dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu guna mendukung program stabilisasi harga pangan.

"Stok beras pemerintah yang dikelola Bulog saat ini mencapai 5,3 juta ton. Khusus untuk Bulog Tulungagung cadangan berasnya 85 ribu ton," imbuhnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads