Stok beras Bulog di Jawa Timur mencapai angka 1,3 juta ton atau tertinggi sepanjang sejarah. Jumlah itu menopang 26% dari stok beras nasional.
Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto saat kunjungan di Tulungagung mengatakan, stok beras di Jatim menduduki posisi tertinggi di Indonesia, disusul Sulawesi Selatan.
"Sudah hampir mencapai 1,3 juta ton khusus untuk Jawa Timur saja. Jadi ini memang pencapaian tertinggi," kata Prihasto, Senin (27/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data Bulog menyebut stok beras nasional saat ini mencapai 5 juta ton. Dengan kondisi tersebut, Jawa Timur menjadi penopang utama ketersediaan stok pangan nasional.
Selain beras, Jatim juga berada di posisi atas dalam menyediakan pasokan jagung nasional. Stok jagung Jatim mencapai 55.000 ton atau berada di posisi kedua setelah Sulawesi Selatan sebanyak 65.000 ton. Sementara itu stok jagung nasional mencapai 210.000 ton.
"Ini masih terus bertambah sampai kita akan dapat penugasan untuk jagung ini 1 juta ton secara nasional," jelasnya.
Prihasto, menambahkan tingginya stok pangan menjadi salah satu bukti produktivitas pertanian di Jatim.
Di sisi lain, tingginya stok bahan pangan tersebut nyaris membuat Bulog kewalahan, sebab ketersediaan gudang penyimpan hampir penuh. Saat ini pihaknya tengah mengatur strategi untuk menambah gudang penyimpanan untuk beras dan jagung.
"Di Jawa Timur, sisa ruang gudang yang tersedia saat ini hanya sekitar 74.000 ton. Kondisi ketersediaan ruang gudang ini dinilai sudah cukup mengkhawatirkan," imbuhnya.
Stok jagung tersebut merupakan salah satu faktor yang menghabiskan ruang di gudang beras.
Sementara itu anggota DPR RI Anggia Ermarini, mendorong Perum Bulog untuk terus meningkatkan serap hasil pertanian dan penyediaan stok pangan nasional.
"Alhamdulillah prestasi atau produktivitasnya padi di Tulungagung ini bagus, rendemennya nyampai paling bagus juga. Lalu kemudian Bulog juga punya stok yang sangat besar sekali, bahkan kurang gudangnya, sehingga ini membanggakan bagi kita semuanya," kata Anggia.
