Round Up

Heboh SPBU Sampang Sebut BBM Habis tapi Prioritaskan Pembeli Pakai Jeriken

Hilda Meilisa Rinanda, Kamaluddin - detikJatim
Senin, 08 Jun 2026 09:08 WIB
SPBU di Camplong, Sampang jadi sorotan karena diduga dahulukan pengisian solar di jeriken daripada kendaraan pribadi. (Foto: Kamaluddin/detikJatim)
Sampang -

Polemik pelayanan pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 54.692.06 Tamba'an, Kecamatan Camplong, Sampang, menjadi sorotan. Sejumlah pengendara mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar subsidi karena stok disebut habis. Namun di saat bersamaan, mereka menyaksikan puluhan jeriken tetap diisi BBM oleh petugas SPBU.

Keluhan itu salah satunya disampaikan Amir, sopir pikap yang hampir setiap hari mengisi BBM di SPBU tersebut. Ia mengaku kerap tidak kebagian solar subsidi meski sudah mengantre.

Menurut Amir, pada Minggu (7/6/2026), petugas SPBU menyatakan stok solar telah habis. Namun ia melihat pengisian BBM ke puluhan jeriken masih berlangsung.

"Tadi katanya solarnya habis, tapi mereka (petugas SPBU) mengisi (solar) puluhan jurigen," kata Amir kepada detikJatim.

Saat mempertanyakan hal tersebut kepada petugas, Amir mengaku mendapat penjelasan bahwa BBM yang diisi ke dalam jeriken bukan solar subsidi, melainkan Dexlite dengan harga Rp 24 ribu per liter.

"Saat saya tanya yang diisikan ke jeriken itu, petugasnya mengatakan jeriken itu diisi Dexlite yang harganya Rp 24 ribu per liter katanya," imbuh Amir menirukan penjelasan petugas.

Meski demikian, Amir masih merasa ada kejanggalan. Selain tidak melihat adanya papan pengumuman bahwa solar habis, ia juga mempertanyakan lokasi pengisian yang menurutnya berada di dispenser bertuliskan solar.

"Saya nggak tahu yang diisi itu memang Dexlite atau solar. Soalnya di blok itu hanya tertera tulisan solar. Padahal kalau blok yang tulisannya Dexlite Pertamina ada di sebelahnya, itu kan aneh," ungkapnya.

Tak hanya itu, Amir mengaku melihat sejumlah jeriken yang sudah terisi kemudian dipindahkan ke area penyimpanan di sisi timur SPBU. Menurutnya, di lokasi tersebut terdapat banyak tumpukan jeriken.

"Setelah diisi solar itu kemudian dibawa ke sebelah timur pom. Saya lihat di sana ada banyak tumpukan jerigen," beber Amir.

Menanggapi keluhan tersebut, petugas SPBU membenarkan adanya pengisian BBM ke jeriken. Namun petugas menegaskan BBM yang diisi adalah Dexlite, bukan solar subsidi.

"Kalau solar di kran pompa (barat), pompa yang sebelah (timur) ini isinya Dexlite harganya Rp 24 ribu," kata petugas SPBU yang enggan disebut namanya.

Belakangan terungkap, pembeli BBM dalam jumlah besar menggunakan jeriken tersebut mengaku sebagai nelayan. Pria bernama Samsul itu membantah membeli solar subsidi dan menegaskan jeriken miliknya diisi Dexlite untuk kebutuhan kapal.

"Ndak, jeriken itu punya saya buat solar kapal (nelayan) saya," kata Samsul, Senin (8/6/2026).

Samsul juga menegaskan bahwa BBM yang dibelinya bukan solar subsidi, melainkan Dexlite. Ia mengaku memiliki dua kapal yang sedang bersiap melaut dalam waktu lama karena musim ikan tengah berlangsung.

"Itu bukan solar kok katanya (petugas SPBU), saya beli dengan harga Rp 24 ribu," cetus Samsul.

Menurutnya, pembelian dalam jumlah besar terpaksa dilakukan karena kebutuhan operasional kapal yang tinggi. Ia juga mengaku memilih membeli sekaligus untuk menghemat biaya transportasi.

"Ya terpaksa (beli Dexlite), soalnya dua kapal saya mau andun (berlayar keluar wilayah berhari-hari) soalnya lagi musim ikan," ujarnya.

Samsul tak menampik jeriken yang telah terisi sempat ditumpuk di area gudang sebelah timur SPBU. Namun hal itu dilakukan karena kendaraan pengangkut belum datang.

"Iya memang ditaruh di sana dulu, soalnya pikap yang angkut belum datang," tandasnya.



Simak Video "Video: Pengendara Mobil Pukuli Petugas SPBU di Sampang Gegara Barcode BBM Tak Sesuai"

(abq/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork