Warga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengantre untuk mengisi solar subsidi menggunakan jeriken di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Warga juga kesulitan mendapatkan Pertamax setelah stoknya habis sejakj 3 hari terakhir.
Pantauan detikSulsel, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 15.00 Wita, tampak jeriken yang dijejer di sekitar dispenser SPBU Jalan Agus Salim, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang. Sementara mobil mengular hingga 200 meter di jalan poros.
Bahkan ada juga jeriken di depan SPBU yang menunggu giliran untuk masuk. Tampak beberapa jeriken di antaranya sudah terisi dan dibawa naik ke mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang warga bernama Irsan (17) mengaku datang ke SPBU untuk mengantre solar menggunakan jeriken. Dia datang sejak pukul 10.00 Wita namun belum juga mendapat solar hingga pukul 15.00 Wita
"Dari jam 10 pagi saya datang di SPBU, pas tiba giliran saya mesin pomnya rusak. Makanya kami menunggu," ujar Irsan.
Stok Pertamax di salah satu SPBU di Bone sudah 3 terakhir kosong. (Agung Pramono/detikSulsel) |
Dia mengklaim mendapat rekomendasi untuk pengisian solar menggunakan jeriken. Solar subsidi itu digunakan untuk kebutuhan melaut.
"Saya bawa jeriken untuk kebutuhan melaut. Ini kami pakai surat rekomendasi, makanya tidak masalah," sambung Irsan.
Hal senada juga dilontarkan oleh warga Barebbo, Aldi. Dia mengaku membawa rekomendasi dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura untuk mendapatkan solar subsidi.
"Kami bawa rekomendasi dari dinas pertanian (Dinas TPHP). Kami gunakan ini untuk kebutuhan panen di sawah," ucapnya.
Sementara itu, Operator SPBU Agus Salim berinisial RI mengaku hanya melayani pengisian BBM subsidi menggunakan jeriken bagi warga yang memiliki rekomendasi. Pengisiannya pun dibatasi.
"Yang pakai rekomendasi saja dikasih (isi BBM subsidi pakai jeriken). Kalau pakai rekomendasi tetap dikasih maksimal 10 jeriken per rekomendasi," ucapnya.
Dia menerangkan, antrean terjadi sebab mesin dispenser untuk solar mengalami kerusakan. Sementara teknisinya yang akan melakukan perbaikan berasal dari Makassar.
"Solar ada cuman pompanya yang rusak, yang kerja dari Makassar. Tadi malam masuk solarnya dan sempat dijual, baru rusak dan untuk stok masih ada 12 ton," bebernya.
Dia menambahkan, untuk BBM jenis Pertamax diakuinya sudah kosong selama 3 hari. Sementara stok Pertalite kerap habis setiap hari.
"3 hari mi Pertamax tidak ada. Kalau Pertalite ada terus cuman cepat habis, 16 ton saja masuk, sebentar lagi dikirim, dan palingan siang habis lagi," jelasnya.
(sar/ata)












































