Umat Buddha di Tulungagung Tutup Perayaan Waisak dengan Atthami Puja

Umat Buddha di Tulungagung Tutup Perayaan Waisak dengan Atthami Puja

Adhar Muttaqin - detikJatim
Minggu, 07 Jun 2026 21:30 WIB
Umat Buddha Tulungagung Tutup Perayaan Waisak  di Candi Sanggrahan
Umat Buddha Tulungagung Tutup Perayaan Waisak di Candi Sanggrahan (Foto: Adhar Muttaqin/ detikjatim)
Tulungagung -

Puluhan umat Buddha di Tulungagung menggelar Atthami Puja sebagai ritual penutup perayaan Tri Suci Waisak. Ritual ini untuk mengenang kremasi Sang Buddha.

Atthami Puja yang digelar di pelataran Candi Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, berlangsung hikmat. Puluhan umat dari Vihara Buddha Loka Tulungagung, Vihara Ngunut dan Vihara Selorejo tampak mengikuti seluruh rangkaian upacara.

Pembina Kerohanian Vihara Buddha Loka Tulungagung, Pandita Sugianto, mengatakan Atthami Puja diperingati pada hari ke delapan setelah bulan purnama pada bulan Vaisakha atau tepat 8 hari setelah Hari Raya Waisak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini untuk mengenang peristiwa sakral persembahan api atau kremasi jasad Sang Buddha Gautama setelah mencapai Parinirvana atau wafat," kata Sugianto, Minggu (7/6/2026).

Umat Buddha Tulungagung Tutup Perayaan Waisak  di Candi SanggrahanUmat Buddha Tulungagung mengikuti Atthami Puja sebagai ritual penutup perayaan Tri Suci Waisak (Foto: Adhar Muttaqin/ detikjatim)

Ritual yang diawali dengan mengelilingi Candi Sanggrahan ini dipimpin langsung oleh seorang samanera atau calon biksu. Umat juga mendapatkan pencerahan rohani. Pada akhir ritual, samanera memercikkan air paritta kepada umat hang hadir.

ADVERTISEMENT

"Kami memilih Candi Sanggrahan ini karena memiliki sejarah penting, menjadi persemayaman jenazah Gayatri sebelum dikremasi di Candi Dadi," jelasnya.

Rangkaian Atthami Puja menjadi refleksi bagi umat Buddha untuk senantiasa mengenang serta terus menjalankan ajaran Sang Buddha.

Selain itu, rangkaian ini juga menjadi momen pengingat jika seluruh umat memiliki sifat ketidakkekalan, sehebat dan sekuat apapun jasad dan fisik akan tetap mengalami pelapukan dan kremasi.



(ihc/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads