Menjelang puncak perayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddish Era (BE), umat Budha di Tulungagung menggelar tradisi Pindapata. Biku berkeliling untuk menerima derma dari masyarakat.
Pembina Rohaniawan Vihara Buddha Loka Tulungagung, Sugianto Gandhika mengatakan, dalam tradisi ini salah satu buku yang ditunjuk berjalan kaki berkeliling kampung mulai vihara melewati jalan Mayjen Sungkono dan Teuku Umar sambil membawa mangkuk atau patta untuk menerima derma dari masyarakat berupa bahan pangan.
"Umat Vihara Buddha Loka Tulungagung melakukan kegiatan pemberian derma kepada biku atau pertapa," kata Sugianto, Minggu (31/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pindapata merupakan salah satu bentuk dukungan umat terhadap para biku dalam bentuk materi atau bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Harapannya para biku terus dapat menjaga ajaran Budha dan dalam kondisi sehat.
"Semoga bisa terus membimbing umat Buddha untuk berada di jalan kebenaran," imbuhnya.
Dalam tradisi ini, Vihara Budha Loka Tulungagung mendapatkan satu biku utusan dari pembina wilayah Jawa Timur.
Menariknya, tradisi ini tidak hanya diikuti oleh umat Budha, beberapa masyarakat sekitar yang dilintasi turut memberikan bahan pangan.
"Betul, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh umat Buddha. Tadi banyak warga yang ikut memberikan derma," ujarnya.
Sugianto berharap, momen Waisak ini dapat mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mendapatkan kebahagiaan pada kehidupan yang akan datang.
Sesuai kalender puncak Tri Suci Waisak tahun 2470 BE jatuh pada pukul 15.44 WIB. Nantinya, umat Budha akan melalukan ritual dengan membaca Tipitaka serta meditasi.
