Blue Moon 31 Mei 2026, Kapan Waktu Terbaik untuk Melihatnya?

Blue Moon 31 Mei 2026, Kapan Waktu Terbaik untuk Melihatnya?

Irma Budiarti - detikJatim
Minggu, 31 Mei 2026 10:00 WIB
Akıncı unmanned aerial craft passing in front of the Supermoon during a demonstration flight on the first day of Teknofest technology and aerospace festival in Ankara, Turkey, Wednesday, Aug. 30, 2023. (AP Photo/Emrah Gurel)
Ilustrasi Blue Moon. Foto: AP/Emrah Gurel
Surabaya -

Langit malam pada akhir Mei 2026 akan dihiasi fenomena astronomi yang cukup jarang terjadi, yakni Blue Moon. Meski namanya mengandung kata "blue" atau biru, fenomena ini bukan berarti Bulan akan berubah warna menjadi biru di langit.

Blue Moon menjadi perbincangan karena kemunculannya tidak terjadi setiap bulan. Fenomena ini bahkan hanya muncul sekitar dua hingga tiga tahun sekali.

Menariknya, masyarakat Indonesia juga dapat menyaksikan Blue Moon yang terjadi pada 31 Mei 2026, selama kondisi cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Blue Moon?

Dilansir Lapan, Blue Moon adalah istilah yang digunakan untuk menyebut bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender.

Hal ini bisa terjadi karena siklus fase Bulan berlangsung sekitar 29,5 hari, sementara sebagian besar bulan dalam kalender memiliki 30 atau 31 hari.

ADVERTISEMENT

Akibatnya, dalam kondisi tertentu dapat muncul dua kali purnama dalam satu bulan yang sama.

Pada Mei 2026, purnama pertama terjadi pada awal bulan, sedangkan purnama kedua muncul pada 31 Mei 2026. Karena itulah purnama kedua tersebut disebut sebagai Blue Moon.

Fenomena ini termasuk langka karena tidak terjadi setiap tahun. Setelah Blue Moon Mei 2026, fenomena serupa diperkirakan baru akan kembali muncul pada akhir Desember 2028.

Benarkah Bulan Akan Berwarna Biru?

Meski disebut Blue Moon, Bulan tidak akan berubah menjadi biru. Saat diamati dari Bumi, Bulan tetap terlihat putih kekuningan seperti purnama pada umumnya.

Menurut penjelasan BRIN, nama Blue Moon lebih merujuk pada istilah astronomi dan kejadian yang jarang terjadi. Bahkan, dalam bahasa Inggris terdapat ungkapan "once in a blue moon" yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang sangat jarang terjadi.

Kapan Blue Moon 2026 Terjadi?

Puncak fase purnama Blue Moon terjadi pada Minggu 31 Mei 2026. Sejumlah sumber astronomi menyebut fase purnama mencapai puncaknya sekitar pukul 15.45 WIB, 16.45 WITA, atau 17.45 WIT.

Karena puncak tersebut berlangsung pada sore hari di Indonesia, Bulan belum sepenuhnya terlihat jelas di langit.

Meski demikian, masyarakat tetap dapat menikmati Blue Moon pada malam hari ketika Bulan mulai terbit di ufuk timur setelah Matahari terbenam.

Bahkan, waktu terbaik untuk mengamatinya adalah sejak Bulan terbit hingga beberapa jam setelahnya karena tampilannya akan tampak besar dan cerah di dekat horizon.

Waktu Terbaik Melihat Blue Moon Mei 2026 di Indonesia

Waktu terbaik untuk melihat Blue Moon di Indonesia sebenarnya tidak tepat saat fase purnama mencapai puncaknya, melainkan ketika malam hari tiba dan Bulan mulai terlihat jelas di langit. Berikut waktu yang direkomendasikan untuk mengamati Blue Moon Mei 2026.

  • Setelah Matahari terbenam pada 31 Mei 2026
  • Saat Bulan mulai muncul di langit timur
  • Sekitar pukul 18.00-21.00 waktu setempat

Ketika cuaca cerah dan minim polusi cahaya pengamatan dapat dilakukan tanpa teleskop maupun alat bantu khusus, karena Blue Moon dapat dilihat langsung dengan mata telanjang. Binokular hanya diperlukan jika ingin melihat detail permukaan Bulan dengan lebih jelas.

Blue Moon 2026 Juga Bertepatan dengan Micromoon

Yang membuat fenomena tahun ini semakin menarik adalah Blue Moon terjadi bersamaan dengan Micromoon.

Micromoon merupakan kondisi ketika Bulan purnama berada di titik terjauh dari Bumi dalam orbitnya.

Akibatnya, ukuran Bulan tampak sedikit lebih kecil dan lebih redup dibanding purnama biasa.

Beberapa laporan menyebut ukurannya bisa terlihat sekitar 5-7 persen lebih kecil dari rata-rata purnama. Karena itu, Blue Moon Mei 2026 juga sering disebut sebagai Blue Micromoon.

Selain menjadi Blue Moon, langit malam 31 Mei 2026 juga menawarkan pemandangan menarik lainnya.

Pada malam tersebut, Bulan akan terlihat berada dekat dengan Antares, bintang merah terang yang dikenal sebagai "jantung" dari rasi Scorpio.

Kedekatan visual ini dapat menjadi daya tarik tambahan bagi para pecinta astronomi dan pengamat langit malam.

Asal-usul Istilah Blue Moon

Menurut sejumlah catatan sejarah, istilah Blue Moon sebenarnya memiliki beberapa versi asal-usul.

Salah satu yang paling populer berasal dari ungkapan lama dalam bahasa Inggris yang merujuk pada sesuatu yang sangat jarang terjadi.

Ada pula catatan yang menghubungkan istilah tersebut dengan fenomena atmosfer pasca-letusan Gunung Krakatau pada 1883.

Saat itu, partikel debu di atmosfer membuat Bulan tampak kebiruan di sejumlah wilayah dunia.

Namun, dalam astronomi modern, Blue Moon lebih dikenal sebagai sebutan untuk purnama tambahan yang jarang terjadi dalam sistem kalender.

Tips Mengamati Blue Moon

Agar pengalaman melihat Blue Moon lebih maksimal, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Berikut tips-tips mengamati Blue Moon yang bisa dipratikkan.

  • Cari lokasi dengan pandangan langit terbuka.
  • Hindari area dengan banyak lampu kota.
  • Datang sebelum Bulan terbit.
  • Pastikan cuaca cerah dan minim awan.
  • Gunakan binokular jika ingin melihat detail permukaan Bulan.

Dengan kondisi cuaca yang mendukung, Blue Moon dapat diamati dari berbagai wilayah Indonesia tanpa memerlukan peralatan astronomi khusus.

Blue Moon 31 Mei 2026 merupakan fenomena bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender. Meski namanya terdengar unik, Bulan tidak akan berubah menjadi biru, melainkan tetap tampak putih kekuningan seperti biasanya.

Fenomena ini menjadi istimewa karena tergolong jarang terjadi dan tahun ini juga bertepatan dengan Micromoon, sehingga Bulan tampak sedikit lebih kecil dari purnama biasa. Jika cuaca cerah, masyarakat Indonesia dapat menikmati Blue Moon pada malam 31 Mei 2026 dengan mata telanjang dari lokasi yang memiliki langit terbuka.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads