Kabar gembira buat para pencinta astronomi. Langit malam pada Mei 2026 akan menghadirkan sejumlah fenomena menarik yang sayang untuk dilewatkan.
Mulai dari kemunculan dua kali bulan purnama dalam satu bulan, hingga hujan meteor yang bisa disaksikan dengan mata telanjang.
Semua fenomena langit itu siap memanjakan para pencinta astronomi. Catat jadwalnya agar tak ketinggalan momen langka di bulan Mei ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fenomena Astronomi Mei 2026
Melansir detikNews, langit malam di bulan ini akan dipenuhi sejumlah peristiwa menarik untuk diamati. Tak sekadar fenomena rutin bulanan, ada juga momen langka seperti dua kali bulan purnama hingga hujan meteor yang sayang dilewatkan. Lantas, apa saja yang bisa disaksikan?
1. Flower Moon
Mengawali bulan, fenomena Flower Moon atau Purnama Bunga menjadi salah satu yang bisa diamati. Berdasarkan data In The Sky dan EarthSky, fase purnama ini biasanya tampak penuh selama beberapa hari, mencakup periode akhir 30 April 2026 hingga awal 2 Mei 2026.
Keunikan Flower Moon tahun ini terletak pada statusnya sebagai micro-moon. Ini berarti posisi Bulan berada di titik terjauh dari Bumi (apogee), sekitar 402.000 kilometer. Dampaknya, ukuran Bulan akan terlihat sedikit lebih kecil dari biasanya, meski tetap bersinar terang di langit malam.
2. Puncak Hujan Meteor Eta-Aquariid
Bagi yang suka berburu bintang jatuh, tanggal 6 Mei 2026 adalah waktu yang tepat. Hujan Meteor Eta-Aquariid akan mencapai puncaknya. Fenomena ini merupakan sisa-sisa debu dari komet Halley yang legendaris.
Waktu terbaik untuk memantaunya adalah menjelang fajar. Jika langit sedang cerah dan minim polusi cahaya, detikers bisa melihat kilatan meteor dengan kecepatan tinggi yang sering meninggalkan jejak cahaya cantik di angkasa.
3. Hujan Meteor Eta-Lyrid
Tak berselang lama, pada 8 Mei 2026, langit kembali dihiasi hujan meteor Eta-Lyrid. Meski intensitasnya tidak sedahsyat Eta-Aquariid, fenomena ini tetap menarik untuk diamati bagi yang ingin mencari suasana tenang di bawah langit malam.
Baca juga: 7 Cara Foto Blue Moon dengan Kamera HP |
4. Parade Konjungsi Planet
Memasuki pertengahan Mei, langit malam akan dihiasi fenomena konjungsi saat Bulan "berpapasan" dengan sejumlah planet tetangga. Momen ini menjadi kesempatan menarik untuk mengamati kedekatan posisi benda-benda langit yang tampak sejajar dari Bumi. Berikut rincian jadwalnya.
- 9 Mei 2026: Fase Bulan perbani akhir (last quarter).
- 13 Mei 2026: Bulan akan tampak berdekatan dengan Saturnus.
- 19-20 Mei 2026: Bulan akan terlihat berdampingan dengan Venus dan Jupiter secara bergantian. Momen ini sangat cantik untuk diabadikan lewat lensa kamera.
5. Blue Moon
Bulan ini akan ditutup dengan fenomena istimewa Blue Moon yang terjadi pada 31 Mei 2026. Istilah ini merujuk kemunculan dua kali bulan purnama dalam satu bulan kalender yang sama.
Meski disebut Blue Moon, Bulan tidak benar-benar berwarna biru. Pada momen ini, fase purnama diperkirakan bertepatan dengan posisi Bulan yang cukup jauh dari Bumi (micro-moon), sehingga ukurannya tampak 12-14% sedikit lebih kecil dibandingkan saat Super Moon.
Menariknya, Bulan juga akan tampak berdampingan dengan bintang terang Antares dari rasi Scorpius. Untuk pengalaman terbaik, pilih lokasi pengamatan yang terbuka dan minim polusi cahaya, serta pastikan kondisi cuaca mendukung.
(irb/hil)











































