Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat beberapa hari ini masih terjadi di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Padahal, saat ini Surabaya telah memasuki awal musim kemarau.
Prakirawan BMKG Juanda Rendy Irawadi mengatakan hujan masih berpotensi terjadi di wilayah Surabaya, termasuk Sidoarjo dan sekitarnya, hingga beberapa hari ke depan. Intensitas hujan disebut akan berkurang mulai Juni 2026.
"Untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya masih ada potensi hujan ringan hingga lebat. Akan mulai berkurang pada bulan Juni dan selanjutnya," kata Rendy saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (27/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rendy menjelaskan turunnya hujan di awal musim kemarau ini dipengaruhi sejumlah faktor.
"Hal itu dikarenakan beberapa penyebab, yaitu faktor topografi, kondisi atmosfer yang tidak stabil, adanya konvergensi lokal, dan suhu muka laut di Selat Madura yang masih hangat," jelasnya.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau agar masyarakat senantiasa waspada. Terutama terhadap potensi perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.
Selain itu, pada musim kemarau, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi cuaca terik yang bisa mengganggu kenyamanan saat beraktivitas.
Masyarakat dapat meminimalisir paparan sinar matahari langsung saat siang hari, sekaligus tetap menjaga kesehatan tubuh di tengah masa peralihan musim.
(irb/irb)
