Tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 71 Desa Ketapang Keres, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yang berada dekat Tol Buntung diduga nyaris meluber. Kondisi itu membuat pihak Pelaksana Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (PPLS) melakukan peninggian tanggul sekitar 1 hingga 1,5 meter.
Dari pantauan di lokasi, permukaan air di kolam penampungan terlihat hampir sejajar dengan bibir tanggul lama. Sementara di lokasi juga tampak dua unit ekskavator berada di area tanggul. Namun saat dilakukan pemantauan, alat berat tersebut tidak sedang beroperasi.
Salah satu pemandu wisata lumpur Lapindo, Sastro (58), mengatakan peninggian tanggul dilakukan setelah permukaan air di kolam penampungan terus meningkat dalam sepekan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kurang lebih satu minggu kemarin airnya sudah hampir meluber. Akhirnya dilakukan peninggian tanggul oleh PPLS," kata Sastro kepada detikJatim, Jumat (29/5/2026).
Menurut Sastro, sebelumnya ketinggian tanggul berada di kisaran 12 hingga 15 meter. Namun tingginya curah hujan ditambah volume semburan lumpur yang meningkat membuat debit air di kolam penampungan terus bertambah.
"Karena sering hujan dan volume semburan juga meningkat, air di kolam penampungan semakin naik," ujarnya.
Ia mengaku khawatir apabila tanggul tidak segera ditinggikan, air bisa meluber hingga ke jalur rel kereta api dan jalan raya di sekitar lokasi.
"Kalau tidak segera ditinggikan kemungkinan bisa meluber ke rel kereta api. Itu tentu membahayakan jalur kereta maupun jalan raya di dekat sini," tambahnya.
Saat ini tanggul baru tampak masih baru selesai dikerjakan. Permukaan air terlihat sejajar dengan bibir tanggul lama, sementara tanggul tambahan di bagian atas tampak lebih tinggi sekitar 1 hingga 1,5 meter dari sebelumnya.
(ihc/abq)
