Berapa Lama Daging Kurban Tahan di Freezer?

Berapa Lama Daging Kurban Tahan di Freezer?

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Jumat, 29 Mei 2026 14:00 WIB
Ilustrasi menyimpan daging kurban di kulkas.
Ilustrasi menyimpan daging kurban di kulkas. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Setelah Idul Adha, freezer langsung penuh dengan daging kurban. Tapi ternyata, cara menyimpan yang salah bisa membuat kualitas daging cepat menurun, mulai dari tekstur jadi kering, bau berubah, hingga lebih berisiko terkontaminasi bakteri.

Lalu sebenarnya, berapa lama daging kurban tahan di freezer? Apakah daging perlu dicuci sebelum disimpan? Supaya daging tetap aman, segar, dan tidak cepat rusak, berikut penjelasan lengkap dari pakar gizi dan ahli teknologi pangan soal cara penyimpanan daging kurban yang benar.

Berapa Lama Daging Kurban Tahan di Freezer?

Daging kurban memang bisa bertahan cukup lama jika disimpan dengan suhu yang tepat. Namun, lama penyimpanan tetap bergantung pada lokasi penyimpanan dan kondisi daging sebelum dibekukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pakar Gizi dan Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Lailatul Muniroh SKM MKes menjelaskan daging yang hanya disimpan di kulkas atau chiller sebaiknya segera diolah dalam waktu satu hingga dua hari.

"Kalau mau lebih lama awet bisa disimpan di freezer. Jika daging kurban akan digunakan dalam satu atau dua hari, cukup simpan di chiller," ujarnya dikutip dari laman Unair.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, daging yang disimpan di freezer dengan suhu minus 18 derajat Celsius dapat bertahan jauh lebih lama. Untuk daging yang sudah dimasak atau diolah, masa simpannya cenderung lebih pendek.

"Daging kurban tahan 6-12 bulan di freezer bila suhu di bawah minus 18 derajat Celsius. Untuk daging yang sudah diolah atau dimasak, bisa bertahan dua hingga tiga bulan jika disimpan dalam freezer," jelas Lailatul.

Kenapa Daging Kurban Bisa Rusak Meski Disimpan di Freezer?

Banyak orang mengira freezer bisa membuat daging aman selamanya. Padahal, meski pertumbuhan bakteri melambat drastis pada suhu beku, kualitas daging tetap bisa berubah jika disimpan terlalu lama.

Menurut Lailatul Muniroh, salah satu risiko penyimpanan jangka panjang adalah oksidasi lemak. Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan rasa, aroma, hingga tekstur daging.

Karena itu, walaupun daging masih aman dikonsumsi, kualitasnya bisa menurun jika terlalu lama berada di freezer. Untuk membantu memantau masa simpan, Lailatul menyarankan memberi label tanggal pada kemasan daging sebelum disimpan.

"Ini membantu mencegah daging jadi kering dan rusak teksturnya. Jika daging disimpan lebih lama dari batas aman, bisa berubah kualitasnya," jelasnya.

Kenapa Suhu Minus 18 Derajat Celsius Ideal untuk Menyimpan Daging?

Guru Besar Ilmu Teknologi Pangan IPB University Prof Eko Hari Purnomo menjelaskan suhu beku sekitar -18 derajat Celsius menjadi kondisi ideal untuk menyimpan daging. Menurutnya, suhu rendah membantu memperlambat pertumbuhan mikroba, sekaligus menekan laju kerusakan produk pangan.

"Semakin rendah suhu penyimpanan, maka laju kerusakan akan semakin lambat. Hal ini akan membantu produk mempertahankan mutunya, baik dari segi rasa, gizi, maupun keamanan mikrobiologis," jelas Prof Eko dikutip dari laman IPB University.

Namun, Prof Eko juga mengingatkan proses pembekuan yang kurang ideal dapat membentuk kristal es berukuran besar di dalam daging. Kristal es tersebut dapat merusak jaringan daging dan menyebabkan banyak cairan keluar saat proses pencairan atau thawing.

"Kristal es yang besar ini menyebabkan kehilangan air saat proses pelelehan atau thawing. Akibatnya, daging menjadi kering atau kurang juicy saat dimasak," lanjutnya.

Cara Menyimpan Daging Kurban di Freezer agar Tidak Cepat Rusak

Menyimpan daging di freezer sebenarnya tidak cukup hanya dengan memasukkannya begitu saja. Ada beberapa cara yang disarankan ahli agar kualitas daging tetap terjaga lebih lama.

Prof Eko menyarankan daging dikemas dalam ukuran kecil sesuai kebutuhan memasak. Cara ini membantu mengurangi risiko kontaminasi, sekaligus menjaga kelembapan daging.

Kemasan kecil juga membuat daging lebih praktis digunakan karena tidak perlu berulang kali dicairkan dan dibekukan kembali. Selain itu, gunakan wadah atau plastik kedap udara agar daging tidak mudah terkena udara luar yang dapat mempercepat freezer burn.

Kenapa Daging Tidak Dianjurkan Dibekukan Ulang?

Salah satu kesalahan paling sering dilakukan saat menyimpan daging kurban adalah membekukan ulang daging yang sudah dicairkan. Menurut Prof Eko, proses thawing dan pembekuan ulang bisa membuat kualitas daging turun drastis.

"Hindari membekukan ulang daging yang sudah dicairkan karena mutunya akan sangat menurun. Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan kemasan sekali pakai untuk setiap kali thawing dan memasak," ujarnya.

Selain mempengaruhi tekstur daging, pembekuan ulang juga meningkatkan risiko pertumbuhan mikroorganisme jika proses pencairan daging tersebut tidak dilakukan dengan benar.

Apakah Daging Kurban Boleh Dicuci Sebelum Disimpan?

Masih banyak orang yang langsung mencuci daging kurban sebelum dimasukkan ke freezer karena dianggap lebih bersih. Padahal, ahli justru menyarankan sebaliknya.

Lailatul Muniroh menjelaskan bahwa daging yang akan disimpan lebih baik dimasukkan ke freezer dalam kondisi kering. Menurutnya, daging yang dicuci sebelum disimpan akan menjadi lembap dan lebih mudah menjadi media tumbuh mikroorganisme.

"Jika daging akan digunakan, tinggal ambil sesuai kebutuhan, lalu dicuci sebelum diolah. Jika kita cuci daging lalu simpan di freezer, daging akan lembap dan menjadi media tumbuhnya mikroorganisme seperti bakteri," ujarnya dikutip dari jatimprov.go.id.

Karena itu, daging kurban yang didapat sebaiknya dipotong sesuai kebutuhan terlebih dahulu, lalu langsung disimpan dalam wadah atau plastik kedap udara sebelum dibekukan. Disarankan juga menyimpan dalam kantong-kantong kecil sekali masak.

Tanda Daging Kurban Sudah Tidak Layak Disimpan

Daging kurban yang disimpan terlalu lama atau dengan cara yang kurang tepat bisa mengalami penurunan kualitas hingga tidak lagi aman dikonsumsi. Karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda daging sudah tidak layak disimpan agar terhindar dari risiko gangguan kesehatan.

  • Aroma berubah menyengat
  • Warna daging berubah kusam atau kehijauan
  • Tekstur terlalu lembek atau berlendir
  • Muncul freezer burn berlebihan
  • Rasa berubah saat dimasak

Jika daging sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya jangan dikonsumsi karena berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, seperti keracunan makanan atau infeksi akibat bakteri yang berkembang selama proses penyimpanan.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads