Momen Iduladha identik dengan aneka olahan daging, baik sapi maupun kambing. Namun di balik kenikmatan menyantap hidangan kurban, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai terkait kesehatan apabila daging dikonsumsi secara berlebihan.
Salah satu keluhan yang kerap muncul adalah konstipasi atau sembelit. Kondisi ini membuat seseorang kesulitan buang air besar (BAB), feses menjadi keras, hingga harus mengejan berlebihan saat BAB.
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Ira Purnamasari menjelaskan, daging merah mengandung lemak tinggi yang membuat sistem pencernaan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Daging merah juga mengandung serat protein yang keras dan zat besi yang tinggi sehingga mengakibatkan feses menjadi lebih keras dan menggumpal. Kondisi tersebut mengakibatkan usus harus bekerja lebih ekstra dalam mengeluarkan feses," kata Ira saat dihubungi, Rabu (28/5/2026).
Menurut Ira, gejala sembelit biasanya ditandai dengan perut terasa penuh, lebih sering kentut, menurunnya frekuensi BAB, hingga feses yang keras dan kering. Selain itu, penderita juga kerap mengejan berlebihan saat BAB, bahkan bisa mengalami BAB berdarah.
"Setelah BAB penderita merasa tidak puas dan seperti ada yang mengganjal, lalu membutuhkan waktu lebih lama saat di WC," ujarnya.
Ira juga membagikan beberapa tips untuk mencegah sembelit setelah mengonsumsi daging kurban. Pertama, masyarakat dianjurkan memperbanyak minum air putih minimal dua liter per hari agar sistem pencernaan tetap sehat dan terhindar dari susah BAB.
Kedua, mengonsumsi buah dan sayur yang kaya serat. Kandungan serat dalam buah dan sayuran dapat membantu melunakkan feses sehingga lebih mudah dikeluarkan.
"Salah satunya buah pepaya yang sudah tidak diragukan fungsinya dalam melancarkan BAB. Sayuran hijau juga mengandung tinggi serat yang baik dikonsumsi untuk melancarkan BAB," jelasnya.
Selain itu, Ira juga menyarankan konsumsi makanan probiotik seperti tempe dan yogurt. Menurutnya, makanan fermentasi tersebut mengandung bakteri baik yang dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.
"Sama seperti tempe, yogurt juga mengandung probiotik yang dapat membantu melancarkan proses pencernaan," pungkasnya.
(ihc/ihc)
