Kumpulan Doa Pendek Hari Raya Idul Adha yang Mudah Diamalkan

Kumpulan Doa Pendek Hari Raya Idul Adha yang Mudah Diamalkan

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Selasa, 26 Mei 2026 12:30 WIB
Ilustrasi makan sebelum berangkat sholat Idul Adha, bolehkah?
Ilustrasi sunah sebelum berangkat sholat Idul Adha. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Momen hari raya Idul Adha sering kali terasa begitu cepat berlalu. Baru semalam takbiran, tahu-tahu salat Id selesai dan aktivitas kurban dimulai.

Padahal, ada banyak amalan sederhana yang sebenarnya bisa membuat suasana hari raya terasa lebih khusyuk dan bermakna, salah satunya lewat doa-doa pendek yang mudah diamalkan sejak pagi hari.

Doa Pendek Idul Adha

Mulai dari doa saat berangkat ke masjid, bacaan di sela takbir salat Id, sampai doa setelah ibadah kurban, semuanya bisa dibaca bahkan oleh yang belum terbiasa menghafal doa panjang. Berikut kumpulan doa pendek Idul Adha lengkap dengan latin dan artinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Doa Berangkat ke Masjid

Dilansir dari laman NU Online, ketika berangkat menuju masjid, maka dianjurkan membaca doa seperti dalam riwayat berikut.

مَنْ قَالَ إِذَا خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِيْنَ عَلَيْكَ وَبِحَقِّ مَمْشَايَ هٰذَا فَإِنِّيْ لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا وَلَا رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً، خَرَجْتُ اتِّقَاءَ سَخَطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ، فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُنْقِذَنِيْ مِنَ النَّارِ وَتَغْفِرَ لِيْ ذُنُوْبِيْ إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ، أَقْبَلَ اللهُ عَلَيْهِ بِوَجْهِهِ وَاسْتَغْفَرَ لَهُ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ

Artinya: Barangsiapa yang keluar dari rumah untuk melakukan shalat di masjid kemudian ia berdoa: "Allahumma inni as'aluka bi haqqissailin 'alaika wa bi haqqi mamsyaya hadza fainni lam akhruj asyaron wa la batoron wa la riya'an wa la sum'atan, khorojtu ittiqo'a sakhotika wabtigho'a mardlotika, fa as'aluka an tunqidzani minannar wa taghfiro li dzunubi innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta", maka Allah akan meridloinya dan tujuh puluh ribu malaikat memintakan ampunan untuknya. (HR. Tabrani, Ahmad, Ibn Majah).

Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah menyebutkan bahwa doa yang dibaca saat masuk masjid adalah sebagai berikut.

أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Sedangkan dalam sejumlah redaksi lain doanya didahului ta'awwudz sebagai berikut

أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Arab Latin: A'ûdzu billâhil 'azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim 'alâ sayyidinâ muhammadin wa 'alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba rahmatik.

Artinya: Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya dari godaan setan yang terkutuk. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Ya Allah, berilah shalawat dan sejahtera atas Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah. ampuni segala dosaku. Bukalah bagiku segala pintu rahmat-Mu.

2. Doa Keluar dari Masjid

Setelah melakukan sejumlah kegiatan seperti tahiyyatul masjid, itikaf, zikir, membaca Al-Qur'an, dan akan keluar dari masjid, maka dianjurkan untuk melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu seraya membaca doa. Berikut ini doa yang sebaiknya dibaca saat keluar dari masjid.

أعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ

Arab Latin: A'ûdzu billâhil 'azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim 'alâ sayyidinâ muhammadin wa 'alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba fadhlik.

Artinya: Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya dari godaan setan yang terkutuk. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Ya Allah, berilah shalawat dan sejahtera atas Nabi Muhammad dan atas keluarganya. Ya Allah, ampuni segala dosaku. Bukalah bagiku segala pintu kemurahan-Mu

3. Bacaan di Sela-sela Takbir Sholat

Saat rakaat pertama (setelah takbiratul ihram dan doa iftitah) terdapat 7 kali takbir, dan pada rakaat kedua terdapat 5 kali takbir. Di sela-sela setiap takbir tersebut, disunnahkan membaca pujian ini:

Arab Latin: Subhaanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.

Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.

4. Doa Memohon Kemudahan Menyambut Hari Raya Idul Adha

Diriwayatkan Imam Thabrani dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah SAW membaca doa berikut pada Hari Idul Adha:

يَا حَيُّ يَاقَيُّومُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، فَاكْفِنِي شَأْنِي كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

Arab Latin: Ya hayyu ya qoyyum, la ilaha illa anta, bi rahmatika astaghitsu, fakfini sya'ni kullahu, wa la takilni ila nafsi thorfata 'ainin.

Artinya: Wahai Zat Yang Maha Hidup dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya, tidak ada Tuhan selain Engkau. Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Cukupilah segala urusanku, dan janganlah Engkau serahkan diriku kepada diriku sendiri walau sekejap mata.

5. Doa Ketika Hendak Menyembelih Hewan Kurban

Dalam proses penyembelihan hewan kurban, Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut.

Arab Latin: Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma hadza minka wa laka, Allahumma taqabbal minni.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (hewan kurban) ini dari-Mu dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah kurban ini dariku.

6. Doa Memohon Keberkahan Hari Raya

Hari raya adalah momen berkah yang selayaknya disambut dengan doa-doa kebaikan. Berikut doa yang bisa dilantunkan.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي عِيْدِنَا هَذَا وَاجْعَلْهُ عِيْدًا مُبَارَكًا

Arab Latin: Allahumma barik lana fi 'îdina hâdzâ waj'alhu 'îdan mubârakan.

Artinya: Ya Allah, berkahilah kami di hari raya ini dan jadikanlah ia sebagai hari raya yang dipenuhi dengan keberkahan.

7. Doa Memohon Ampunan di Hari Raya

Momen hari besar Islam seperti Idul Adha juga menjadi saat yang tepat untuk memohon ampunan kepada Allah SWT, atas segala dosa dan kekhilafan yang telah diperbuat. Berikut doanya.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Arab Latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.

8. Doa Agar Amal Ibadah Diterima

Saat hari raya, umat Islam juga dianjurkan memohon kepada Allah agar semua amal diterima dengan ridha-Nya. Berikut doa yang bisa dibaca.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Arab Latin: Rabbana taqabbal minna innaka Antas-Sami'ul 'Alîm.

Artinya: Ya Tuhan kami, terimalah amal ibadah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

9. Doa Setelah Menunaikan Sholat Idul Adha

Setelah selesai melaksanakan sholat Idul Adha, dianjurkan untuk memperbanyak doa, terutama doa yang mencakup perlindungan dari berbagai bentuk bencana, malapetaka, dan perpecahan di tengah umat.

اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Arab Latin: Allahummadfa' 'annal ghalā'a wal balā'a wal wabā'a wal fahsyā'a wal munkara was-suyūfal mukhtalifata wasy-syadā'ida wal miḥana mā ẓahara minhā wa mā baṭana min baladinā hādzā khāṣṣatan wa min buldānil muslimīna 'āmmatan. Innaka 'alā kulli syai'in qadīr.

Artinya: Ya Allah, hindarkanlah kami dari mahalnya harga-harga, dari malapetaka, dari wabah penyakit, dari perbuatan keji dan mungkar, dari pertikaian, kesulitan, dan bencana, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, di negeri kami khususnya, dan di negeri-negeri kaum muslimin pada umumnya. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Amalan Sunah yang Dianjurkan Saat Hari Raya

Berikut enam amalan sunah yang dianjurkan oleh para ulama untuk dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha.

1. Mengumandangkan Takbir

Waktunya mulai dari terbenam matahari sampai imam naik ke mimbar untuk berkhutbah pada hari raya Idul Adha, yang terus dilanjut sampai tanggal 13 Dzulhijjah pada hari tasyrik. Malam Idul Adha tersebut kita dianjurkan untuk mengagungkan, memuliakan, dan menghidupkannya.

2. Mandi Sebelum Berangkat ke Masjid

Hal ini boleh dilakukan mulai dari pertengahan malam, sebelum waktu subuh, dan yang lebih utama adalah sesudah waktu subuh. Karena tujuan dari mandi adalah membersihkan anggota badan dari bau yang tidak sedap, dan membuat badan menjadi segar bugar. Mandi sebelum waktu berangkat ke masjid adalah yang paling baik.

يُسَنُّ الْغُسْلُ لِلْعِيدَيْنِ، وَيَجُوزُ بَعْدَ الْفَجْرِ قَطْعًا، وَكَذَا قَبْلَهُ، ويختص بالنصف الثاني من الليل

Artinya: Disunahkan mandi untuk shalat Id, untuk waktunya boleh setelah masuk waktu Subuh atau sebelum Subuh, atau pertengahan malam. Kesunahan mandi adalah untuk semua kaum muslimin, laki-laki maupun perempuan, baik yang akan akan berangkat melaksanakan shalat Id maupun bagi perempuan yang sedang udzur syar'i sehingga tidak bisa melaksanakan shalat Id.

3. Disunahkan Memotong Kuku

Dalam kitab Al-Majmu' Syarhul Muhadzab terdapat keterangan mengenai amalan sunah ini.

والسنة أن يتنظف بحلق الشعر وتقليم الظفر وقطع الرائحة لانه يوم عيد فسن فيه ما ذكرناه كيوم الجمعة والسنة أن يتطيب

Artinya: Disunahkan pada hari raya Id membersihkan anggota badan dengan memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau badan yang tidak enak, karena amalan tersebut sebagaimana dilaksanakan pada hari Jumat, dan disunahkan juga memakai wangi-wangian.

4. Memakai Pakaian Paling Baik

Dalam Kitab Raudlatut Thalibin dijelaskan:

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَلْبَسَ أَحْسَنَ مَا يَجِدُهُ مِنَ الثِّيَابِ، وَأَفْضَلُهَا الْبِيضُ، وَيَتَعَمَّمُ. فَإِنْ لَمْ يَجِدْ إِلَّا ثَوْبًا، اسْتُحِبَّ أَنْ يَغْسِلَهُ لِلْجُمُعَةِ وَالْعِيدِ، وَيَسْتَوِي فِي اسْتِحْبَابِ جَمِيعِ مَا ذَكَرْنَاهُ، الْقَاعِدُ فِي بَيْتِهِ، وَالْخَارِجُ إِلَى الصَّلَاةِ، هَذَا حُكْمُ الرِّجَالِ. وَأَمَّا النِّسَاءُ، فَيُكْرَهُ لِذَوَاتِ الْجَمَالِ وَالْهَيْئَةِ الْحُضُورُ، وَيُسْتَحَبُّ لِلْعَجَائِزِ، وَيَتَنَظَّفْنَ بِالْمَاءِ، وَلَا يَتَطَيَّبْنَ، وَلَا يَلْبَسْنَ مَا يُشْهِرُهُنَّ مِنَ الثِّيَابِ، بَلْ يَخْرُجْنَ فِي بِذْلَتِهِنَّ.

Artinya: Disunahkan memakai pakaian yang paling baik, dan yang lebih utama adalah pakaian warna putih dan memakai serban. Jika hanya memiliki satu pakaian saja, maka tidaklah mengapa ia memakainya. Ketentuan ini berlaku bagi kaum laki-laki yang hendak berangkat shalat Id maupun yang tidak.

Sedangkan untuk kaum perempuan, cukuplah ia memakai pakaian biasa sebagaimana pakaian sehari-hari, dan janganlah ia berlebih-lebihan dalam berpakaian serta memakai wangi-wangian.

5. Hendaknya Berjalan Kaki

Hal ini sesuai dengan anjuran dari Nabi SAW, sebagaimana sabda yang diriwayatkan dari Ibnu Umar berikut.

كَانَ يلبس في العيد برد حبرة

Artinya: Rasulullah SAW berangkat untuk melaksanakan sholat Id dengan berjalan kaki, begitupun ketika pulang tempat shalat Id.

Selain itu, dianjurkan juga berangkat lebih awal supaya mendapatkan shaf atau barisan depan. Sambil menunggu shalat Id dilaksanakan, kita bisa bertakbir secara bersama-sama di masjid dengan para jamaah yang telah hadir.

6. Disunahkan Makan Setelah Selesai Sholat Idul Adha

Berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri disunahkan makan sebelum melaksanakan sholat Idul Adha. Pada masa Nabi Muhammad SAW makanan tersebut berupa kurma yang jumlahnya ganjil, karena makanan pokok orang Arab adalah kurma.

عن بريدة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يخرج يوم الفطر حتى يطعم ويوم النحر لا يأكل حتي يرجع

Artinya: Diriwayatkan dari Buraidah ra, bahwa Nabi SAW tidak keluar pada hari raya Idul Fitri sampai ia makan, dan pada hari raya Idul Adha sehingga ia kembali ke rumah.

Dengan demikian, anjuran makan pada hari raya Idul Adha adalah setelah selesai melaksanakan sholat Id. Alangkah lebih baik jika makan kurma sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW. Akan tetapi, jika tidak mendapati kurma, bolehlah makan dengan yang lain.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads