Niat Sholat Idul Adha Beserta Tata Caranya

Niat Sholat Idul Adha Beserta Tata Caranya

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Senin, 25 Mei 2026 20:30 WIB
Ilustrasi Sholat Idul Adha
Ilustrasi Sholat Idul Adha. Foto: Mohammed Alim/Pexels
Surabaya -

Pada hari raya Idul Adha atau yang dikenal sebagai Lebaran Haji, umat Islam disunahkan untuk melaksanakan sholat Idul Adha. Ibadah ini menjadi salah satu amalan penting yang dilakukan secara berjemaah sebagai bentuk syukur, sekaligus pengingat atas ketaatan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah.

Selain menjadi hari besar keagamaan, Idul Adha juga identik dengan pelaksanaan ibadah haji di Mekkah, serta penyembelihan hewan kurban bagi yang mampu. Sebelum melaksanakan kurban, umat Islam dianjurkan sholat sunah Idul Adha dua rakaat. Lantas, bagaimana bacaan niat sholat Idul Adha dan tata caranya?

Bacaan Niat Sholat Idul Adha

Sholat Idul Adha diawali dengan niat yang dibaca dalam hati sebelum takbiratul ihram sebagai penanda dimulainya ibadah. Dikutip buku "Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet" karya Ibnu Watiniyah berikut niat sholat Idul Adha.

Niat Sholat Idul Adha untuk Imam

أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ.

Arab Latin: Ushalli sunnatal li'idil adha rakataini mustaqbilal qiblati imåman lillahi ta'ala. Allahu Akbar.

ADVERTISEMENT

Artinya: Aku niat sholat sunah Idul Adha dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Taala." Allahu Akbar.

Niat Sholat Idul Adha untuk Makmum

أُصَلَّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ.

Arab Latin: Ushalli sunnatal li'idil adha rakataini mustaqbilal qiblati ma'mûman lillahi ta'ala. Allahu Akbar.

Artinya: Aku niat sholat sunah Idul Adha dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum/imam karena Allah Taala. Allahu Akbar.

Tata Cara Sholat Idul Adha

Melansir dari kitab :Fiqih Islam Terjemahan Matn Al-Ghayah wat Taqrib" yang ditulis M Jauharul Eka Mawahib dan Siti Sulaikho, berikut panduan tata cara sholat Idul Adha beserta bacaannya.

1. Membaca Niat Sholat Idul Adha

Membaca niat menjadi salah satu rukun penting sebelum melaksanakan sholat Idul Adha. Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram sebagai bentuk kesungguhan untuk menjalankan ibadah salat sunah Idul Adha karena Allah SWT.

2. Takbiratul Ihram

اللَّهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Allahu akbar.

Artinya: Allah Maha Besar.

3. Membaca Doa Iftitah

Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surah Al-Fatihah dalam sholat Idul Adha. Bacaan ini menjadi bentuk pujian dan pengagungan kepada Allah SWT, sekaligus pembuka untuk memulai rangkaian salat dengan lebih khusyuk.

Terdapat sejumlah pilihan doa ifititah. Pertama, doa yang diriwayatkan Imam Al Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah R A sebagai berikut.

اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ . اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ . اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Arab Latin: Allahumma baa'id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqatsawbul abyadlu minaddanasi. Allahummaghsil khathaayaaya bil maai watstsalji walbaradi.

Artinya: Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan dan dosa sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari kesalahan dan dosa sebagaimana telah Engkau bersihkan baju putih dari kotoran. Ya Allah, segala kesalahanku dengan air, salju, dan embun sebersih-bersihnya. (HR Bukhari dan Muslim)

Selanjutnya, doa iftitah yang diriwayatkan Ali RA sebagai berikut.

اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ"

Arab Latin: Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa'ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Artinya: Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah. Maha Suci Allah pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku (hatiku) kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim.

4. Takbir 7 Kali di Rakaat Pertama

Setelah takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan tujuh kali takbir tambahan. Di antara setiap takbir-takbir ini disunahkan membaca doa di bawah ini.

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar.

Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.

5. Membaca Surah Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ ٧

Arab Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn ar-raḥmānir-raḥīm māliki yaumid-dīn iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn.

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

6. Membaca Surah dari Al-Qur'an

Setelah membaca surah Al Fatihah, selanjutnya membaca salah satu surah dari Al Qur'an. Biasanya Rasulullah SAW membaca Surah Qaf pada rakaat pertama dan Surah Al-Qamar pada rakaat kedua.

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam riwayat, Umar bin Al Khaththab pernah bertanya kepada Abu Waqid Al-Laitsi, "Surah apa yang biasa dibaca oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam ketika mengerjakan sholat Idul Adha dan Idul Fitri?"

Abu Waqid menjawab, "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam biasa membaca Surah Qāf wal-Qur'ānil Majīd (Surah Qaf) dan Iqtarabatis Sā'atu wanshaqqal qamar (Surah Al-Qamar)." (HR Muslim)

Meskipun demikian, apabila tidak hafal surah tersebut, boleh membaca surah lain yang lebih mudah.

7. Melanjutkan Gerakan Salat

Setelah membaca surah, rangkaian sholat dilanjutkan seperti sholat pada umumnya, yaitu rukuk, I'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kembali. Selanjutnya berdiri untuk rakaat kedua dengan membaca takbir sebanyak lima kali yang diselingi zikir.

Setelah itu membaca Al Fatihah dan satu surah dari Al Quran, kemudian dilanjutkan dengan rukuk, I'tidal, sujud dua kali, hingga duduk tasyahud akhir. Sholat kemudian diakhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri.

Hukum Salat Idul Adha

Dikutip dari laman resmi Dompet Dhuafa, hukum salat Idul Adha sama dengan Idul Fitri yaitu sunah muakkad. Artinya sangat dianjurkan bagi setiap umat Islam yang sudah baligh dan berakal.

Adapun dalil yang menjadi dasar hukum mengenai salat Idul Adha yang tercantum dalam surat Al Kautsar ayat 2-3. Allah SWT berfirman yang artinya: "Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah."

Ayat tersebut menjelaskan tentang pentingnya melakukan salat Idul Adha sekaligus berkurban sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Terdapat pula hadis mengenai hukum salat idul adha yakni hadis Ummu Athiyyah yang berbunyi:

"Nabi SAW memerintahkan kepada kami pada saat sholat 'id (Idul Fitri ataupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beranjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haid. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haid untuk menjauhi tempat sholat" (HR. Muslim).




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads