Niat Puasa Arafah Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Niat Puasa Arafah Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Irma Budiarti - detikJatim
Senin, 25 Mei 2026 10:20 WIB
Ilustrasi puasa.
Ilustrasi puasa. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Puasa Arafah menjadi salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan pada 9 Dzulhijjah, terutama bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Selain memiliki keutamaan besar, puasa ini juga dikenal sebagai ibadah yang dapat menghapus dosa selama dua tahun.

Sebelum menjalankan puasa Arafah, umat Islam dianjurkan membaca niat sebagai penanda dimulainya ibadah. Berikut bacaan niat puasa Arafah 2026 lengkap tulisan Arab, latin, arti, serta sejumlah keutamaan yang disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Niat Puasa Arafah

Niat menjadi salah satu syarat penting dalam menjalankan ibadah puasa, termasuk puasa sunah Arafah. Seperti puasa pada umumnya, niat puasa Arafah dibaca pada malam hari, yakni sejak matahari terbenam hingga sebelum terbit fajar sebagai penanda dimulainya ibadah puasa pada keesokan harinya.

Namun, bagi seseorang yang lupa mengucapkan niat puasa pada malam hari, tetap diperbolehkan berniat pada siang hari. Niat tersebut dapat dilakukan sejak pagi hingga sebelum masuk waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Berikut niat puasa Arafah malam dan siang hari dilansir NU Online.

Niat Puasa Arafah Malam Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'âlâ.

Niat Puasa Arafah Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta'âlâ.

Keutamaan Puasa Arafah

Bulan Dzulhijjah termasuk salah satu bulan mulia dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan. Pada sepuluh hari pertama bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk menjalankan puasa sunah Arafah.

Amalan yang dilakukan pada hari-hari tersebut diyakini memiliki pahala yang besar dan keistimewaan tersendiri dibanding waktu lainnya. Berikut sejumlah keutamaan puasa Arafah 9 Dzulhijjah.

1. Pahala Dilipatgandakan

Puasa pada awal bulan Dzulhijjah disebut memiliki nilai pahala yang sangat besar. Bahkan, ibadah yang dilakukan pada hari-hari ini lebih dicintai Allah dibanding ibadah pada hari lainnya.

Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak puasa, zikir, dan amal saleh lainnya. Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam lailatul qadar. (HR At-Tirmidzi)

Para ulama menjelaskan bahwa pahala yang disetarakan dengan satu tahun puasa dalam hadis tersebut merujuk pada puasa sunah, bukan puasa wajib Ramadhan. (Mula al-Qari', Mirqâh al-Mafâtîh, juz 3, halaman 520).

2. Penghapusan Dosa Dua Tahun

Salah satu keutamaan terbesar puasa Arafah adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa dua tahun. Puasa yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji karena memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ

Artinya: Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu. (HR Muslim)

Mayoritas ulama menerangkan bahwa dosa yang dihapus melalui puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil, selama seseorang juga menjauhi dosa besar. (An-Nawawi, Syarah Muslim, juz 3, halaman 113).

3. Hari Pembebasan dari Siksa Neraka

Hari Arafah juga dikenal sebagai hari ketika Allah membebaskan banyak hamba-Nya dari api neraka. Keutamaan ini menjadikan hari Arafah sebagai salah satu waktu terbaik untuk memperbanyak doa, istigfar, dan ibadah. Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟

Artinya: Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: 'Apa yang mereka inginkan?. (HR Muslim)




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads