- Apa Saja Sunah Sebelum Salat Idul Adha? 1. Mandi Sebelum Berangkat Salat Id 2. Mengenakan Pakaian Terbaik dan Berhias Secukupnya 3. Tidak Makan Sebelum Salat Idul Adha 4. Memperbanyak Takbir dalam Perjalanan ke Tempat Salat 5. Berangkat dan Pulang Lewat Jalan Berbeda 6. Saling Mengucapkan Selamat Hari Raya 7. Berjalan Kaki Menuju Tempat Salat Jika Memungkinkan
Rasulullah SAW menganjurkan beberapa amalan sunah yang bisa dilakukan umat Islam sebelum salat Idul Adha dilaksanakan. Amalan-amalan ini bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari cara memuliakan hari raya.
Sekaligus mempersiapkan diri secara lahir maupun batin agar pelaksanaan salat lebih tertib dan bermakna. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 103:
ΩΩΨ§ΩΨ°ΩΨ§ ΩΩΨΆΩΩΩΨͺΩΩ Ω Ψ§ΩΨ΅ΩΩΩΩ°ΩΨ©Ω ΩΩΨ§Ψ°ΩΩΩΨ±ΩΩΨ§ Ψ§ΩΩΩΩ°ΩΩ ΩΩΩΩΨ§Ω ΩΨ§ ΩΩΩΩΩΨΉΩΩΩΨ―ΩΨ§ ΩΩΩΨΉΩΩΩ°Ω Ψ¬ΩΩΩΩΩΨ¨ΩΩΩΩ Ω Ϋ ΩΩΨ§ΩΨ°ΩΨ§ Ψ§Ψ·ΩΩ ΩΨ£ΩΩΩΩΩΨͺΩΩ Ω ΩΩΨ§ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ§ Ψ§ΩΨ΅ΩΩΩΩ°ΩΨ©Ω Ϋ Ψ§ΩΩΩΩ Ψ§ΩΨ΅ΩΩΩΩ°ΩΨ©Ω ΩΩΨ§ΩΩΨͺΩ ΨΉΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨ€ΩΩ ΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨͺΩ°Ψ¨ΩΨ§ Ω ΩΩΩΩΩΩΩΩΨͺΩΨ§
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arab Latin: Fa iΕΌΔ qaαΈaitumuαΉ£-αΉ£alΔta faΕΌkurullΔha qiyΔmaw wa qu'Ε«daw wa 'alΔ junΕ«bikum, fa iΕΌaαΉma'nantum fa aqΔ«muαΉ£-αΉ£alΔh(ta), innaαΉ£-αΉ£alΔta kΔnat 'alal-mu'minΔ«na kitΔbam mauqΕ«tΔ(n).
Artinya: Apabila kamu telah menyelesaikan sholat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah sholat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya sholat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin.
Karena itu, memahami amalan sunah sebelum salat Idul Adha menjadi penting agar ibadah terasa lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.
Baca juga: Kurban Sapi Dibolehkan untuk Berapa Orang? |
Apa Saja Sunah Sebelum Salat Idul Adha?
Hari raya Idul Adha bukan hanya tentang berkumpul bersama keluarga atau menyembelih hewan kurban. Dalam Islam, hari raya juga menjadi momentum memperbesar syiar serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan beberapa amalan sunah sebelum melaksanakan salat Idul Adha yang bertujuan mempersiapkan hati, menjaga kebersihan diri, serta menghadirkan suasana ibadah yang lebih khusyuk. Berikut amalan-amalan sunnah yang bisa dikerjakan.
1. Mandi Sebelum Berangkat Salat Id
Salah satu sunnah yang dianjurkan sebelum salat Idul Adha adalah mandi terlebih dahulu. Bukan hanya sekadar menjaga kebersihan fisik, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya.
Dengan tubuh yang bersih dan segar, seorang muslim diharapkan lebih siap menjalankan ibadah. Anjuran mandi sebelum hari raya juga diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA, saat beliau ditanya tentang mandi yang dianjurkan. Ali menjawab:
"Mandilah setiap hari jika kamu mau." Orang tersebut berkata, "Bukan itu maksudku. Aku ingin tahu mandi apa saja yang disunnahkan?"
Ali pun menjawab: Mandi pada hari Jumat, hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Idul Fitri. (HR Baihaqi Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih).
Dalam hadis riwayat Baihaqi, ia menyebut mandi pada hari Jumat, hari Arafah, Idul Fitri, dan Idul Adha sebagai mandi yang disunahkan.
2. Mengenakan Pakaian Terbaik dan Berhias Secukupnya
Setelah mandi, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam memakai pakaian terbaik saat salat Id. Tidak harus baru atau mahal, tapi berish, rapi, dan pantas digunakan untuk beribadah. Sunah ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk tampil baik saat merayakan hari besar keagamaan.
Dalam riwayat Abdullah bin Umar RA, Umar pernah menawarkan jubah bagus kepada Rasulullah SAW agar dipakai pada hari raya dan saat menerima tamu. Meski Rasulullah menolak karena bahannya dari sutra, hadis tersebut menjadi salah satu dasar anjuran tampil rapi di hari raya.
Berikut dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu, diriwayatkan: "Umar membeli jubah dari sutra yang dijual di pasar. Ia membawanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: 'Belilah pakaian ini agar engkau tampak rapi pada hari raya dan saat menerima tamu".
Namun, Rasulullah bersabda kepada Umar: "Sesungguhnya pakaian ini (sutra) tidak pantas bagi orang yang bertakwa di akhirat," (HR Bukhari No 948).
3. Tidak Makan Sebelum Salat Idul Adha
Berbeda dengan Idul Fitri, Rasulullah SAW pada Idul Adha tidak makan sebelum salat. Hal ini sebagaimana dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan bahwa Nabi SAW baru makan setelah pulang dari sholat Id dan menyantap daging kurbannya.
Dalam hadis disebutkan: "Rasulullah SAW tidak pergi pagi-pagi pada hari Idul Fitri hingga beliau makan terlebih dahulu dan tidak makan pada hari Idul Adha hingga beliau pulang, lalu beliau makan dari sembelihannya" (HR Ahmad).
4. Memperbanyak Takbir dalam Perjalanan ke Tempat Salat
Suasana Idul Adha identik dengan gema takbir yang berkumandang sejak malam hingga pelaksanaan salat Id.
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak bacaan takbir ketika berjalan menuju tempat salat.
Takbir tersebut menjadi bentuk pengagungan kepada Allah sekaligus syiar Islam yang memperlihatkan semangat hari raya. Biasanya, bacaan takbir terus dikumandangkan hingga imam memulai sholat Id.
5. Berangkat dan Pulang Lewat Jalan Berbeda
Rasulullah SAW juga mencontohkan sunnah lainnya di mana menggunakan rute berbeda saat pergi dan pulang dari tempat salat Id. Dalam hadis riwayat Bukhari dari Jabir Abdillah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW menempuh jalan berbeda ketika berangkat dan pulang salat hari raya sebagai berikut.
"Rasulullah SAW ketika hari raya Id (Fitri maupun Adha), beliau menempuh jalan yang berbeda saat pergi dan pulang dari tempat sholat." (HR. Bukhari)
Para ulama menjelaskan bahwa sunah ini mengandung banyak hikmah, mulai dari memperluas syiar Islam, mempererat silaturahmi, hingga memberi kesempatan lebih banyak orang untuk saling bertemu dan bertegur sapa.
6. Saling Mengucapkan Selamat Hari Raya
Tradisi saling mengucapkan selamat saat Idul Adha juga termasuk amalan baik yang dicontohkan para sahabat Nabi. Dalam riwayat Jubair bin Nufair rahimahullah disebutkan bahwa para sahabat Rasulullah SAW biasa saling mengucapkan:
Arab Latin: Taqabbalallahu minna wa minkum.
Artinya: Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.
Ucapan ini bukan sekadar formalitas, tetapi juga doa dan bentuk mempererat hubungan antarsesama muslim.
7. Berjalan Kaki Menuju Tempat Salat Jika Memungkinkan
Jika lokasi sholat Id tidak terlalu jauh, berjalan kaki menjadi sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa Rasulullah SAW biasa pergi dan pulang sholat Id dengan berjalan kaki.
Rasulullah SAW bersabda: "Rasulullah SAW biasa berangkat sholat 'id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki," (HR Ibnu Majah).
Selain menambah pahala langkah menuju ibadah, berjalan kaki juga memberi kesempatan untuk lebih banyak bertakbir dan merasakan suasana hari raya bersama masyarakat sekitar.
Menjalankan sunnah sebelum salat Idul Adha mungkin terlihat sederhana, tetapi di balik amalan-amalan tersebut terdapat banyak makna tentang kebersihan diri, ketakwaan, hingga penghormatan terhadap hari raya Islam.
Karena itu, Idul Adha bukan hanya tentang datang ke tempat sholat lalu pulang begitu saja. Dengan meneladani sunnah Rasulullah SAW, momen hari raya bisa terasa lebih khusyuk, hangat, dan penuh keberkahan.
(ihc/irb)
