Daging Kambing Vs Daging Sapi, Mana yang Lebih Sehat?

Daging Kambing Vs Daging Sapi, Mana yang Lebih Sehat?

Anastasia Trifena - detikJatim
Selasa, 26 Mei 2026 19:00 WIB
Ilustrasi daging sapi vs daging kambing.
Ilustrasi daging sapi vs daging kambing. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Momen Idul Adha identik dengan aneka olahan daging yang menggugah selera. Mulai dari sate kambing gulai hingga rendang sapi jadi menu favorit yang sulit dilewatkan. Namun, di balik kelezatannya, sebenarnya mana yang lebih sehat? Daging sapi atau kambing?

Banyak orang menganggap daging kambing lebih berbahaya karena disebut bisa memicu kolesterol dan tekanan darah tinggi. Padahal, sejumlah dokter menyebut anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Jika dilihat dari kandungan gizinya, daging kambing justru memiliki lemak jenuh dan kolesterol yang lebih rendah dibanding daging sapi. Lalu, bagaimana faktanya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kandungan Gizi Daging Kambing dan Sapi

Melansir detikHealth, spesialis penyakit dalam dr Rudy Kurniawan SpPD menjelaskan bahwa daging kambing memiliki kandungan kolesterol dan lemak jenuh yang lebih rendah dibanding daging sapi. Dalam 100 gram daging kambing terdapat sekitar 75-80 mg kolesterol dan 2-3 gram lemak jenuh.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, dalam 100 gram daging sapi terdapat sekitar 80 mg kolesterol dan 4-5 gram lemak jenuh. Karena itu, daging kambing dinilai bisa menjadi pilihan yang lebih sehat dalam beberapa kondisi tertentu. Perbedaan kandungan gizi daging kambing dan sapi antara lain sebagai berikut.

  • Daging kambing mengandung lemak jenuh lebih rendah
  • Daging sapi memiliki protein lebih tinggi
  • Daging kambing kaya zat besi
  • Daging sapi mengandung vitamin B kompleks dan omega-3

dr Dessy Suci Rachmawati SpGK menyebut kandungan protein pada daging sapi mencapai sekitar 26 gram per 100 gram. Sedangkan, daging kambing mengandung sekitar 23 gram protein. Secara umum keduanya tetap termasuk daging merah yang memiliki manfaat masing-masing bila dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Mana yang Lebih Aman untuk Kolesterol dan Hipertensi?

Stigma daging kambing sebagai penyebab hipertensi sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Tekanan darah naik lebih sering dipicu oleh cara pengolahan seperti penggunaan garam dan minyak berlebihan.

Oleh karena itu, masyarakat lebih dianjurkan untuk menghindari saus tinggi natrium saat mengolah daging. Konsumsi daging sebaiknya dibarengi sayur buah dan air putih yang cukup.

Namun, ada juga pendapat yang menyebut daging kambing bisa lebih berisiko meningkatkan kolesterol, terutama jika diolah dengan banyak lemak. Untuk mengurangi risiko tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut.

  • Pilih bagian daging yang minim lemak seperti paha atau dada
  • Hindari menggoreng dengan minyak berlebihan
  • Batasi konsumsi jeroan
  • Kurangi penggunaan garam dan santan berlebih
  • Penderita hipertensi juga dianjurkan membatasi asupan natrium harian maksimal sekitar 1500 miligram, atau setara dua pertiga sendok teh garam per hari.

Tips Mengonsumsi Daging agar Tetap Sehat

Pengolahan daging sangat mempengaruhi dampaknya bagi kesehatan. Penggunaan mentega minyak dan garam berlebihan justru bisa membuat olahan daging menjadi kurang sehat. Supaya tetap aman dikonsumsi ada beberapa cara yang bisa dilakukan berikut.

  • Pilih metode memasak seperti direbus atau dipanggang
  • Kurangi penggunaan minyak berlebih
  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah
  • Minum air putih yang cukup setelah makan daging

Selain itu, konsumsi daging merah berlebihan tanpa diimbangi serat juga bisa memicu gangguan pencernaan seperti sembelit. Karena itu, pola makan seimbang tetap penting dijaga.

Pada akhirnya, tidak ada daging yang sepenuhnya buruk untuk kesehatan. Baik daging kambing maupun sapi tetap bisa dikonsumsi asalkan porsinya tidak berlebihan dan diolah dengan cara yang lebih sehat.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads