Kawasan distrik atau Kota Lama Surabaya dibangkitkan lewat inovasi untuk menarik wisatawan. Salah satunya Pos Bloc yang disulap menjadi public space dan kuliner di Kantor Pos Pusat Jalan Kebon Rojo.
CEO Pos Bloc Group Jimmy Saputro mengatakan, area kantor pos akan diubah menjadi pusat ruang publik untuk kawula muda, terutama di wilayah utara.
"Masalahnya sekarang ini kalau kita boleh ngomong dan saya pelajari, Surabaya itu sekarang anak mudanya banyak yang fokusnya di barat dan timur," kata Jimmy kepada wartawan di 10 Regentstraat kawasan Pos Bloc, Sabtu (23/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahap awal, pihaknya memanfaatkan area kantor pos menjadi restoran untuk menarik keramaian dengan desain estetik. Yakni 10 Regentstraat yang dinilai cocok bagi generasi muda yang gemar berfoto atau membuat konten.
"Karena kalau tanpa itu (magnet pengunjung) orang ke sini enggak ada tujuannya. Destinasinya betul destinasi kota tua tapi hanya keliling gitu kan," ujarnya.
Menurutnya, restoran tersebut dapat menjadi magnet area itu, sebagai pusat kuliner dan menarik pegiat kuliner lainnya.
"Kalau ini nanti ramai, mungkin (yang lain) mau buka warung kopi," imbuhnya.
Selain pusat kuliner, kawasan dengan luas 1,2 hektare itu tetap akan jadi pusat ruang kreatif anak muda. Public space yang dimaksud, tidak hanya kuliner, tapi segala bentuk kreativitas termasuk kriya lokal Surabaya.
"Kita juga punya hanggar yang cukup besar untuk acara-acara. Kalau acara-acara musik biasanya kita bisa muat sampai mungkin 1.000 sampai 1.500 orang, yang which is sebetulnya enggak banyak pilihan di daerah sini gitu ya," jelasnya.
Sementara Direktur 10 Regentstraat Steffiani Setyadji mengatakan, restoran yang berdiri di area Kantor Pos Pusat Surabaya itu memilih nama sesuai dengan nama kawasan ini semula.
"Nama kawasannya Regentstraat, 10 itu karena Jalan Kebon Rojo Nomor 10," kata Steffiani.
Baca juga: Satu Hari di Surabaya Bisa ke Mana Saja? |
Rencananya, restoran yang menyediakan makanan khas nusantara ini tidak hanya menjadi tempat makan saja. Melainkan rangkaian destinasi wisata Kota Lama Surabaya yang dikunjungi wisatawan saat naik transportasi jeep di kawasan itu.
"Perencanaan Pak Wali (Eri Cahyadi), kita mau dihidupkan ekonomi di Kota Lama Surabaya," ungkapnya.
Sementara interior restoran tidak mengubah bangunan asli cagar budaya tipe A yang sangat dilindungi ini. Ia hanya menambah ornamen lampu untuk mempercantik tampilan.
"Saya pengin bangunannya itu masih seperti bangunan aslinya. Yang kita lakukan di tempat ini sebenarnya enggak banyak loh. Atas ini kita biarkan. Yang kita tambahin apa? Kita tambahin lampu," pungkasnya.
(irb/abq)
