Seekor sapi kurban milik peternak asal Kabupaten Probolinggo, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Iduladha 2026. Sapi jenis simental bernama 'Ronggo Waseso' itu memiliki bobot mencapai 1,2 ton dengan usia sekitar 2,5 tahun.
Sapi jumbo tersebut merupakan milik Dedy Rekta Andoko (41), warga Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.
Dedy mengaku bersyukur karena sapinya lolos seleksi ketat dan akhirnya dibeli Presiden Prabowo dengan harga mencapai Rp 100 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang ada seleksi dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Probolinggo, dari seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo. Semua dicek, baik dari segi kesehatan maupun berat badan. Alhamdulillah yang terpilih sapi kami yang pernah juara kontes di Jember, bernama Ronggo Waseso dengan berat 1,2 ton," ujar Dedy, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, sapi jenis simental itu dibeli saat berusia sekitar 18 bulan dan kini telah berumur 26 bulan. Selama masa perawatan, pertumbuhan bobot sapi meningkat sangat signifikan.
"Sekitar enam bulan lalu bobotnya masih 870 kilogram, lalu enam bulan kemudian sekarang tembus 1,2 ton," katanya.
Dedy menjelaskan, perawatan sapi dilakukan secara intensif, mulai dari pemberian pakan, vitamin, hingga pemeriksaan kesehatan rutin.
"Pemberian vitamin sangat intensif oleh dokter hewan adik saya. Kesehatan sapi, baik kondisi tubuh maupun fisiknya juga selalu dibantu oleh dokter Dandi," imbuhnya.
Sementara itu, Dokter Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Dandi Narindra Prabowo (35), mengatakan perawatan sapi jenis simental memang membutuhkan perhatian khusus dibanding jenis sapi lainnya.
"Untuk perawatan sapi simental, khususnya sapi yang ditumbuhkan menjadi sapi jumbo, memang perawatannya berbeda dengan sapi lain. Dari segi pakan, perawatan mandi, kebersihan kandang, hingga vaksinasi wajib dilakukan secara rutin," jelas Dandi.
Ia menambahkan, vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD) menjadi kewajiban karena Indonesia masih belum sepenuhnya bebas dari penyakit tersebut.
"Vaksinasi PMK dan LSD wajib karena Indonesia sendiri belum bebas dari PMK. Untuk sapi di kandang sini sudah tervaksin semua, jadi aman," ujarnya.
Dandi juga mengungkapkan proses seleksi sapi kurban presiden berlangsung sekitar satu bulan. Tim dari dinas melakukan pendataan dan pengecekan langsung ke kandang-kandang peternak yang memiliki sapi berukuran jumbo.
"Seluruh data sapi jumbo yang ada di Kabupaten Probolinggo, didata terlebih dahulu, kemudian diseleksi satu per satu. Jadi kami datang ke tiap kandang yang memiliki sapi jumbo," katanya.
Dalam proses seleksi tersebut, sejumlah aspek menjadi penilaian utama, mulai dari kesehatan sapi, tinggi badan, panjang badan, berat badan, hingga usia sapi.
Saat ini, pihak peternak masih menunggu surat resmi dari pemerintah daerah terkait lokasi penyaluran sapi kurban Presiden Prabowo.
"Kalau untuk dibawa, kami masih menunggu surat resmi dari pemerintah daerah. Kami juga belum tahu akan ditempatkan di mana," tutur Dedy.
Keberhasilan 'Ronggo Waseso' menjadi sapi kurban presiden sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternakan '02 Lembu Amanah Farm' di Kabupaten Probolinggo.
Selain memiliki ukuran jumbo, sapi tersebut juga dikenal memiliki kondisi kesehatan yang prima berkat perawatan intensif sejak awal pemeliharaan.
(auh/dpe)
