Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat (22/5/2026) pagi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut melontarkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.000 meter (1 kilometer) di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengonfirmasi bahwa kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang.
"Gunung Semeru mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1.000 meter di atas puncak," ujar Liswanto dalam laporan tertulisnya, Jumat (22/5). Lontaran abu vulkanik tersebut dilaporkan bergerak mengarah ke timur laut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan di Level III (Siaga). Petugas mengimbau masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
"Masyarakat diimbau tidak melakukan aktifitas di radius 13 kilometer dari puncak," ujar Liswanto.
Selain itu, masyarakat juga dimintai mewaspadai terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
"Masyarakat diimbau tidak melakukan aktifitas di radius 13 kilometer dari puncak," ujar Liswanto.
(hil/abq)
