Moncer! Cara Pemkab Jember Entaskan Kemiskinan Jadi Percontohan Nasional

Faiq Azmi - detikJatim
Kamis, 21 Mei 2026 19:40 WIB
Gus Fawait, Bupati Jember saat menerima apresiasi dari BP Taskin. (Foto: Istimewa)
Jember -

Pemkab Jember di bawah komando Bupati Muhammad Fawait (Gus Fawait) terus melakukan berbagai inovasi untuk mengentaskan kemiskinan. Inovasi Pemkab Jember dalam melakukan verifikasi dan validasi (verval) kemiskinan dijadikan percontohan nasional.

Secara khusus, Gus Fawait diundang oleh Badan Percepatan Pengetasan Kemiskinan (BP Taskin) untuk memaparkan upaya Pemkab Jember dalam mengentaskan kemiskinan. Dalam forum yang dihadiri perwakilan Bappenas, Kemendagri, BPS, Kemenpan RB, dan Kemensos berbagai inovasi Pemkab Jember mengentaskan kemiskinan diapresiasi dan jadi percontohan.

"Hari ini kami diundang BP Taskin, Bappenas, Kemendagri, BPS, ada Kemenpan RB dan Kemensos untuk memaparkan inovasi yang dilakukan Kabupaten Jember terkait pengentasan kemiskinan. Bahwa Pak Presiden Prabowo telah menegaskan pengentasan kemiskinan harus dimulai dengan penguatan data, dan kami telah lakukan instruksi tersebut," kata Gus Fawait saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (21/5/2026).

"Maka setelah pemerintah pusat menyatukan dalam data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN), ini menjadi kacamata BPS secara umum. Kita ingin ada kearifan lokal masuk di DTSEN yang bisa kami gunakan untuk kebijakan pengentasan kemiskinan Jember, dan kami lakukan verval," tambahnya.

Gus Fawait memaparkan selama beberapa bulan terakhir, 22 ribu ASN Jember turun langsung mengecek ke warga yang masuk kategori kemiskinan desil sesuai data DTSEN. Hasilnya, ada penurunan angka kemiskinan yang disebabkan sejumlah hal.

"Kami lakukan inovasi melakukan verval ke masyarakat yang masuk desil satu DTSEN. Dalam verval itu, kami menemukan 16 ribu orang yang sudah meninggal dan belum tercatat sebagai orang meninggal namun masih dapat program bantuan. Ke depan kami segera catatkan statusnya meninggal dan digantikan oleh orang yang tidak mampu lainnya. Selain itu, banyak sekali masyarakat yang tercatat miskin desil satu di Jember ternyata sudah pindah," jelasnya.

Berkat verval yang telah dilakukan itu, Gus Fawait menyebut data kemiskinan di Jember menjadi semakin akurat. Dampaknya, pemerintah bisa terukur dalam memberikan berbagai bantuan.

"Inovasi verval data di Jember ini dijadikan percontohan kementerian BP Taskin untuk diikuti kabupaten/kota lainnya. Sehingga nanti strategi untuk menurunkan kemiskinan di seluruh Indonesia lebih tepat sasaran dan efektif guna menurunkan angka kemsikinan sesuai target Pak Presiden," jelasnya.

Gus Fawait menyebutkan bahwa Pemkab Jember telah melakulan verval untuk data kemiskinan desil satu. Selanjutnya verval akan segera dilakuka untuk desil dua dengan harapan upaya intervensi pemerintah bisa lebih tepat sasaran.

"Nanti kami bedakan antara warga yang masuk kategori produktif dan non produktif karena intervensinya beda. Misalnya yang produktif bantuannya tentu pemberdayaan dan lapangan pekerjaan, sedangkan yang non produktif bantuannya sembako, bantuan uang, dan makanan," tambahnya.

"Alhamdulillah kami tambah semangat untuk lakulan inovasi, apalagi Jember dihadikan percontohan. Kami akan berikan yang terbaik untuk warga Jember," tandasnya.



Simak Video "Video: Prabowo Targetkan Kemiskinan Turun di Rentang 6,0-6,5 Persen"

(auh/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork