Video diduga penampakan Unidentified Flying Object (UFO) di Banyuwangi dan Kota Batu viral di media sosial. Rekaman tersebut memicu beragam spekulasi dari warganet.
Ketua BETA UFO Indonesia Mohammad Reza Wardhana menilai, video yang disebut direkam di Banyuwangi tampak merupakan hasil kecerdasan buatan atau AI. Video itu menampakkan objek yang disebut-sebut UFO tengah dikejar pesawat tempur.
Sementara, sumber informasi mengenai video itu disebut cukup minim.
"Video di awal (Banyuwangi) menurut saya AI. Sederhananya, tidak ada laporan dari saksi yang lain dan video cenderung terlalu singkat," kata Reza saat dihubungi detikJatim, Minggu (17/5/2026).
Berbeda dengan video Banyuwangi, Reza menyebut rekaman yang disebut berasal dari kawasan wisata Coban Rais, Kota Batu, justru memiliki sejumlah kejanggalan yang membuatnya menduga tampak seperti benda asing.
Ia mengaku telah menganalisis video tersebut, termasuk menghubungi langsung pemilik rekaman asli. Dari hasil pengamatannya, pencahayaan pada obyek dinilai selaras dengan kondisi awan di sekitar lokasi.
"Ketika brightness diturunkan, kita bisa lihat bagian terang obyek karena menghadap sinar matahari senada dengan bagian terang pada awan di bawah obyek. Saya sudah kontak langsung dengan yang punya video aslinya, obyek ini bisa dibilang aneh," ungkapnya.
Menurut keterangan saksi mata, benda itu berbentuk menyerupai mangkuk dan tampak diam di langit dalam waktu cukup lama. Awalnya, Reza menduga obyek tersebut merupakan balon udara atau pilot balloon (pibal) yang biasa digunakan untuk observasi cuaca.
Namun, dugaan itu mulai diragukan setelah saksi menyebut benda tersebut tidak bergerak.
"Saksi mengatakan, bentuknya seperti mangkok. Awalnya saya kira itu balon udara atau pibal untuk observasi cuaca. Tapi saksi mengatakan obyek baru hilang sekitar 3 jam pas saksi mata dan keluarga mau pulang," katanya.
"Sempat diawasi selama 15 menit tapi tidak bergerak. Kalau kita googling ciri-ciri balon cuaca, harusnya dia bergeser," imbuhnya.
Reza juga menyoroti lokasi kantor BMKG di Malang yang berada di Karangploso, sekitar 13 kilometer dari Coban Rais. Menurutnya, ia belum menemukan data pelepasan balon cuaca di wilayah tersebut.
Ia menyebut, pelepasan balon cuaca di Jawa Timur umumnya dilakukan melalui BMKG Stasiun Meteorologi Juanda di Sidoarjo.
"Kantor BMKG yang ini umumnya digunakan untuk pelepasan balon cuaca. Saya tidak menemukan data pelepasan balon cuaca di Malang," jelasnya.
Dari hasil analisis sementara, Reza menilai obyek dalam video Malang memang nyata terekam kamera.
"Kesimpulan saya, obyek ini real direkam terbukti arah sinar matahari gelap terang senada dengan gelap terang awan di bawah obyek," tuturnya.
"Saya tidak menemukan kecocokan data dengan balon udara. Ciri benda berbentuk mangkok, tidak mirip dengan balon, tidak bergeser. Jadi, ini benda terbang yang misterius," lanjutnya.
Menurut pengakuan perekam, video tersebut direkam pada Agustus 2025. Reza pun mengaku memiliki keyakinan cukup tinggi bahwa obyek tersebut bisa dikategorikan sebagai UFO atau unidentified flying object.
"Ya, saya ada keyakinan 70-80 persen bisa disebut UFO," pungkasnya.
Simak Video "Video: Rencana Trump Buka Hasil Temuan UFO Besar-besaran"
(ihc/hil)