Sederet Fenomena Penampakan Objek Mirip UFO di Langit Jawa Timur

Sederet Fenomena Penampakan Objek Mirip UFO di Langit Jawa Timur

Anastasia Trifena - detikJatim
Rabu, 13 Mei 2026 13:30 WIB
Viral UFO disebut muncul di kawasan Embong Kaliasin, Surabaya.
Viral UFO disebut muncul di kawasan Embong Kaliasin, Surabaya. (Foto: tangkapan layar)
Surabaya -

Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan kemunculan objek bercahaya yang diduga unidentified flying object atau UFO di kawasan Genteng, Surabaya, pada Mei 2026. Video benda yang melintas cepat di langit itu viral setelah disebut bergerak tanpa suara dan menghilang di balik gedung. Meski belum ada kepastian mengenai objek tersebut, fenomena ini menambah daftar kemunculan benda mirip UFO yang pernah bikin geger warga Jawa Timur.

Ini bukan kali pertama langit Jawa Timur diramaikan penampakan benda misterius menyerupai piring terbang. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah wilayah seperti Malang, Pasuruan, Bromo, hingga Mojokerto juga sempat viral karena kemunculan objek aneh di langit. Namun setelah ditelusuri, sebagian besar ternyata memiliki penjelasan ilmiah.

Daftar Penampakan 'UFO' di Langit Jawa Timur

Berikut rangkuman detikJatim mengenai sederet fenomena penampakan 'UFO' di langit Jawa Timur beserta fakta yang akhirnya terungkap:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. 12 Juni 2022 - UFO Hitam di Langit Malang

Kasus ini menjadi salah satu fenomena UFO paling ramai di Jawa Timur pada 2022. Video berdurasi sekitar 2 menit 38 detik memperlihatkan benda hitam berbentuk pipih melayang di langit mendung wilayah Malang. Rekaman tersebut diunggah akun TikTok @gbchannel87 dan langsung menarik perhatian ribuan warganet.

Narasi dalam video menyebut objek misterius itu muncul pada 12 Juni 2022 sekitar pukul 13.00 WIB. Banyak orang mengira benda tersebut merupakan piringan terbang karena bentuknya bulat pipih dan bergerak cepat sebelum menghilang di balik awan gelap.

ADVERTISEMENT

Pengamat drone sekaligus penasihat Federasi Drone Indonesia (FDI) Arya Dega sempat mengatakan benda itu sulit dijelaskan sebagai drone biasa. Ia bahkan menyebut kemungkinan "unknown flying object" karena gerakannya terlalu cepat dan teknologinya dianggap belum lazim di Indonesia saat itu.

detikJatim pun sempat mencoba menanyakan hal ini ke Penasihat Federasi Drone Indonesia (FDI) kala itu, Arya Dega. Ia menyebut belum ada teknologi drone semacam itu di wilayah Malang.

"Analisis saya, drone ada banyak model baling-baling. Yang terbaru sedang dalam pengembangan itu drone menggunakan baling-baling yang berputar tanpa baling-baling. Tapi itu pun yang di video terlalu cepat kalau adalah drone teknologi baling-baling terbaru. Terlalu cepat muncul. Apalagi di kota Malang," ungkap Arya Dega.

"Jadi ada teknologi baling-baling tanpa bilah atau daun. Sudah ada prototipenya di texas A&M University. Tapi kalau muncul di Malang kayaknya nggak mungkin. Kesimpulannya ya Unknown Flying Object (UFO)," lanjut Arya.

Namun beberapa hari setelah viral, komunitas Indonesia UFO Network menemukan banyak kejanggalan pada video tersebut. Mulai dari gerakan objek yang tidak natural, pencahayaan yang tidak sinkron, hingga dugaan penggunaan efek editing digital.

"Sebenarnya yang menemukan video 'asli' yang dibuat oleh luar negeri itu Mas Ipang dulu. Video aslinya dibuat 9 tahun lalu, jadi video itu di-flip dari video aslinya. Jadi video tersebut sudah dapat dipastikan hoaks," papar Reza, Co-Founder Indonesia UFO Network kepada detikJatim, Sabtu (18/6/2022).

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui astronom Thomas Djamaluddin juga ikut memberikan penjelasan. Menurutnya, video itu kemungkinan besar hasil manipulasi atau editan digital.

"Dulu ada aplikasi foto yang menampakkan UFO atau alien. Mungkin sekarang ada aplikasi sejenis untuk video," ucap Thomas.

Setelah dilakukan penelusuran, video tersebut akhirnya dianggap hoaks dan bukan penampakan UFO sungguhan.

2. 19 Agustus 2022 - Cahaya Misterius Bak UFO di Semeru

Pada Agustus 2022, media sosial TikTok dihebohkan dengan video cahaya putih bergerak aneh di langit Gunung Semeru, Lumajang. Video itu disebut-sebut sebagai penampakan UFO karena memperlihatkan objek bercahaya yang tampak melayang, berputar, lalu menghilang di kawasan sekitar gunung pada 19 Agustus 2022 pukul 20.22 WIB.

Video tersebut ternyata berasal dari rekaman CCTV pemantau Gunung Semeru milik BPBD Lumajang di kawasan Oro-Oro Ombo. Unggahan itu viral setelah dibagikan akun TikTok @gbchannel87 dengan narasi yang menggiring opini soal benda asing di langit Semeru.

Kepala BPBD Lumajang Patria Dwi Hastiadi membenarkan video itu memang berasal dari CCTV pemantau Semeru. Namun ia menegaskan, video tersebut diunggah ulang oleh pihak lain untuk kebutuhan konten media sosial.

"Video itu yang bisa mengakses memang hanya relawan atau admin di pos pantau. Tapi ada juga masyarakat yang berkepentingan dan juga dari pemerintah yang diberikan akses," kata Kepala BPBD Kabupaten Lumajang Patria Dwi Hastiadi kepada detikJatim, Sabtu (20/8/2022).

"Itu bisa diambil dari mana saja. Kan, ada juga yang di-share di medsos, atau di-share ke grup-grup WA, atau kebetulan di-share dari statusnya admin (CCTV) lalu diambil, dikasih narasi. Kan, bisa saja," imbuhnya.

Patria menjelaskan fenomena cahaya seperti itu sebenarnya sudah sering muncul dalam rekaman CCTV, terutama pada malam hari. Menurutnya, cahaya tersebut kemungkinan berasal dari pantulan lampu kendaraan di jalan sekitar perkampungan atau serangga yang melintas dekat kamera CCTV sehingga tampak bercahaya.

"Di beberapa titik, khususnya di dekat Sungai Curah Kobokan dan Kali Lanang kalau malam itu kan ada serangga yang lewat. Kalau dekat kamera, kan, mereka akan membias seperti cahaya semacam itu. Jadi sebenarnya enggak ada fenomena apa-apa," ujarnya.

Selain BPBD, sejumlah pengamat drone dan komunitas pemerhati UFO juga menilai video tersebut tidak menunjukkan adanya objek luar angkasa dan sebagian adegannya diduga telah diperlambat atau diedit.

Ketua Umum komunitas Beta UFO, Reza Wardhana, mengatakan gerakan objek dalam video terlihat tidak natural karena beberapa bagian tayangan diduga dibuat melambat.

"Jadi ada sebagian yang dilambatkan, sampai 3 kali. Kalau dilambatkan, berarti bendanya otomatis melambat juga. Menurut saya pribadi video ini sangat tidak jelas, apakah ini memang benda hasil erupsi atau bisa jadi malah serangga yang terekam kamera," katanya.

Menurut Reza, objek bercahaya itu kemungkinan hanyalah serangga yang melintas dekat kamera CCTV pada malam hari. Ia menyebut fenomena serupa juga beberapa kali ditemukan di luar negeri dan akhirnya terbukti bukan UFO.

3. 9 Juli 2023 - UFO Putih di Langit Pasuruan

Fenomena berikutnya terjadi pada awal Juli 2023 di Bangil, Pasuruan. Seorang warga bernama Obi Aziz mengaku melihat benda putih lonjong melintas cepat di langit siang hari tanpa suara pada 9 Juli 2023. Rekaman video dan kesaksiannya kemudian viral setelah diunggah akun Twitter/X @kabarufo.

Objek tersebut disebut bergerak lurus dari timur ke barat dengan kecepatan tinggi. Karena bentuknya tidak menyerupai pesawat biasa dan tidak menimbulkan suara mesin, banyak netizen langsung mengaitkannya dengan UFO.

"Objek berbentuk pipih/lonjong, warna putih, terbang lurus dari timur ke barat dan tidak ada suara," demikian keterangan Obi yang disampaikan akun Twitter Kabar UFO, Senin (10/7/2023).

Kasus ini bahkan menarik perhatian TNI AU, BMKG, BRIN, hingga komunitas BETA UFO Indonesia. Banyak pihak mencoba menganalisis bentuk dan pola gerak benda tersebut menggunakan rekaman video yang beredar.

Setelah dilakukan investigasi lebih lanjut, komunitas BETA UFO menyimpulkan objek itu kemungkinan besar hanyalah pesawat biasa yang terlihat aneh akibat sudut pengambilan gambar dan pencahayaan langit siang. Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin juga menegaskan bahwa objek tersebut bukan berasal dari luar angkasa.

"Saya tidak tahu objek yang dikabarkan sebagai UFO atau benda terbang tak dikenal itu. Secara sains, itu objek dari bumi, bukan objek antariksa," kata Thomas, Rabu (12/7/2023).

Misteri UFO Pasuruan akhirnya dianggap selesai setelah analisis menunjukkan tidak ada manuver aneh maupun teknologi yang berbeda dari wahana terbang biasa.

4. 10 Juli 2023 - Wisatawan Bromo Memotret 'UFO'

Belum lama setelah kasus Pasuruan viral, media sosial kembali dihebohkan dengan foto benda terbang misterius di kawasan Bukit Teletubbies Bromo, Probolinggo. Foto itu diambil wisatawan pada 10 Juli 2023 dan diunggah akun Instagram @KabarUfo pada 18 Juli 2023.

Dalam foto terlihat objek kecil berwarna gelap melayang di atas kawasan savana Bromo. Karena bentuknya tidak jelas dan tampak melayang di udara, banyak netizen menduga benda tersebut merupakan UFO.

Unggahan itu cepat menyebar ke berbagai akun media sosial lokal. Sebagian orang percaya bahwa benda tersebut memang objek asing, sementara yang lain menduga hanya drone atau bahkan kantong plastik yang tertiup angin.

"Benda Mirip UFO tertangkap kamera wisatawan Gunung Bromo. Foto penampakan benda mirip UFO terpotret di Bukit Teletubbies Gunung Bromo pada 10 Juli 2023 sekitar pukul 9.21 WIB. Foto penampakan benda mirip UFO ini dipotret oleh Yoned dengan menggunakan ponsel" tulis akun IG @Probolinggokita seperti dilihat detikJatim, Kamis (20/7/2023).

Tak lama setelah itu, misteri benda diduga UFO di Bromo akhirnya terungkap. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memastikan objek tersebut bukan benda asing seperti yang ramai dinarasikan di media sosial.

Kepala Resor Laut Pasir BB TNBTS Ariyanto menjelaskan bahwa benda yang terlihat melayang di atas Bukit Teletubbies itu ternyata hanyalah balon helium milik seorang anak yang terlepas saat kawasan savana sedang ramai wisatawan.

"Jadi penampakan benda katanya mirip UFO dan viral itu, merupakan balon helium milik salah satu anak warga yang lepas, kemudian kena foto," kata Ariyanto, Kamis (20/7/2023).

Menurutnya, bentuk balon yang tertangkap kamera dari kejauhan memang tampak menyerupai piring terbang. Ditambah lagi kondisi Bukit Teletubbies saat itu dipenuhi wisatawan yang sedang berswafoto sehingga tanpa sengaja objek tersebut ikut terpotret.

BRIN juga ikut memberikan penjelasan terkait fenomena tersebut. Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN Thomas Djamaluddin menegaskan benda itu bukan berasal dari luar bumi ataupun wahana alien.

"Bukan dari luar bumi, atau dari angkasa. Itu benda dari bumi," kata Thomas saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (21/7/2023).

Ia menjelaskan banyak objek di langit yang sering disalahartikan sebagai UFO, padahal sebenarnya hanyalah benda biasa seperti balon, drone, burung, pesawat, maupun awan kecil. Setelah mendapat klarifikasi dari TNBTS dan BRIN, penampakan 'UFO' di Bromo itu akhirnya dipastikan hanyalah balon helium yang kebetulan tertangkap kamera wisatawan.

5. 8 Januari 2025 - Awan UFO di Langit Mojokerto

Awal 2025, warga Mojokerto dibuat penasaran dengan kemunculan awan berbentuk piring terbang di sekitar Gunung Penanggungan. Video fenomena tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @explorepacet pada 8 Januari 2025.

Bentuk awan itu sangat unik karena menyerupai cakram atau piring melayang seperti gambaran UFO dalam film-film fiksi ilmiah. Banyak warga yang belum familiar dengan fenomena tersebut kemudian menyebutnya "awan UFO".

Fenomena ini terlihat dari beberapa wilayah seperti Pacet, Trawas, dan Ngoro. Video pendeknya ditonton ribuan kali dan memunculkan berbagai komentar netizen.

Namun BMKG Juanda segera memberikan penjelasan ilmiah. Menurut prakirawan cuaca BMKG Juanda, Bhilda Maulida, fenomena tersebut adalah awan lentikularis, yakni awan yang biasa terbentuk di area pegunungan akibat gelombang udara.

"Awan ini bukan sebagai tanda akan terjadinya suatu bencana, tetapi awan ini dapat berbahaya bagi aktivitas penerbangan karena bisa menyebabkan terjadinya turbulensi," jelas Bhilda kepada detikJatim, Rabu (8/1/2025).

BMKG juga menjelaskan bahwa awan lentikularis sebenarnya umum terjadi, hanya saja bentuknya yang unik membuat masyarakat sering mengaitkannya dengan UFO. Jadi, fenomena Mojokerto 2025 dipastikan murni fenomena atmosfer dan bukan benda terbang misterius.

6. 2 Mei 2026 - Dugaan UFO di Genteng Surabaya

Kasus terbaru terjadi di kawasan Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya pada Sabtu 2 Mei 2026. Video viral memperlihatkan objek bercahaya melintas cepat di langit sekitar pukul 17.40 WIB.

"Opo iki? UFO ta iki? Buanter mlakue (Apa itu? UFO kah? Cepat sekali melajunya)," kata perekam video seperti dilihat detikJatim, Rabu (13/5/2026).

Objek tersebut disebut bergerak cepat tanpa suara dan sempat dikejar oleh perekam sebelum akhirnya hilang tertutup gedung. Video itu langsung memicu spekulasi baru tentang UFO di Surabaya.

Ketua BETA UFO Indonesia Mohammad Reza Wardhana mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah benda itu benar-benar UFO karena data video terlalu minim. Durasi rekaman pendek dan objek hanya terlihat sebagai cahaya.

"Kami sudah melihat video itu beberapa kali, tapi data videonya masih kurang, karena pertama durasinya pendek. Kemudian yang dilaporkan itu hanya cahaya saja yang dilihat. Kita tidak dapat laporan apakah cahaya itu berbelok atau bagaimana," tuturnya.

Menurutnya, kemungkinan benda tersebut masih bisa berupa drone, satelit, atau objek lain yang terlihat aneh karena kondisi pencahayaan sore hari. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai identitas objek tersebut.

Berbeda dengan kasus sebelumnya, fenomena kemunculan 'UFO' di Surabaya terbaru ini masih belum memiliki kesimpulan pasti. Namun komunitas pengamat UFO meminta masyarakat tidak buru-buru menganggap semua benda bercahaya di langit sebagai wahana luar angkasa.

"Nah, kalau ternyata memang sudah ketahuan itu kendaraan mata-mata, itu sudah enggak bisa disebut UFO. Itu katakanlah drone pengintai gitu ya misalnya. Jadi, bukan UFO. Disebut UFO karena memang manuvernya dan teknologinya itu beda banget sama teknologi wahana terbang buatan manusia pada umumnya," pungkas Reza.

Itu dia sederet peristiwa penampakan benda misterius yang sempat menghebohkan langit Jawa Timur. Meski ramai disebut UFO dan memicu berbagai spekulasi di media sosial, sebagian besar fenomena tersebut akhirnya memiliki penjelasan logis, mulai dari balon helium, pantulan cahaya, serangga, hingga dugaan rekayasa video.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads