Waspada Gejala Hantavirus yang Mirip Flu, Ini Tanda Awalnya

Waspada Gejala Hantavirus yang Mirip Flu, Ini Tanda Awalnya

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Selasa, 12 Mei 2026 01:00 WIB
Ilustrasi Hantavirus.
Ilustrasi Hantavirus. Foto: Getty Images/iStockphoto/Enes Evren
Surabaya -

Gejala hantavirus mulai menjadi perhatian karena pada tahap awal kerap menyerupai flu biasa. Mulai dari demam, nyeri otot, hingga kelelahan ekstrem, tanda-tandanya sering tidak disadari sehingga membuat infeksi terlambat terdeteksi.

Meski hingga kini belum ada kasus hantavirus yang terkonfirmasi di Surabaya, pemkot bersama Dinas Kesehatan tetap meningkatkan kewaspadaan. Langkah pencegahan dan deteksi dini mulai disiapkan mengingat penularan virus ini berkaitan erat dengan tikus dan dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gejala Hantavirus yang Mirip Flu

Gejala awal infeksi Hantavirus sering kali menyerupai flu biasa, sehingga cukup sulit dikenali pada tahap awal. Kondisi ini membuat banyak kasus baru terdeteksi setelah gejala berkembang lebih serius. Beberapa tanda awal yang perlu diwaspadai meliputi berikut.

  • Demam
  • Kelelahan ekstrem
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah

Jika infeksi terus berkembang, kondisi pasien dapat memburuk dengan cepat dan menyebabkan gangguan pernapasan serius. Pada tahap ini, penanganan medis segera sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang dapat mengancam nyawa.

ADVERTISEMENT

Surabaya Siaga Hantavirus

Dilansir dari laman resmi surabaya.go.id, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya dr Billy Daniel Messakh menegaskan hingga kini belum ada kasus hantavirus yang terkonfirmasi di Kota Surabaya.

"Hantavirus ini sebenarnya bukan penyakit baru. Sudah lama ada dan penularannya dari tikus. Sampai sekarang di Surabaya juga belum ada kasus yang terbukti positif," ujar dr Billy.

Ia menjelaskan, gejala hantavirus kerap menyerupai flu biasa atau common cold sehingga masyarakat diminta tetap waspada tanpa perlu merasa khawatir berlebihan. Menurutnya, langkah paling penting saat ini adalah memperkuat deteksi dini dan menjaga daya tahan tubuh.

Sebagai bentuk antisipasi, Dinkes Surabaya mendorong pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk transportasi publik, seperti bandara, pelabuhan, dan jalur transportasi darat, kembali diaktifkan menggunakan alat pemindai suhu elektronik.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mendeteksi lebih dini masyarakat yang mengalami kondisi kesehatan tidak normal. "Kalau ada yang terdeteksi suhu tubuhnya di atas normal, tentu harus segera dipantau atau dilakukan langkah pengawasan lebih lanjut," ujarnya.

Risiko Penularan Hantavirus

Dilansir dari detikHealth, Direktur Manajemen Epidemi dan Pandemi WHO Maria Van Kerkhove menekankan bahwa risiko hantavirus bagi masyarakat luas tetap rendah, karakteristik penularannya berbeda dengan COVID-19.

"Ketika kami menyebut 'kontak dekat' untuk penularan antarmanusia, yang kami maksud adalah kontak fisik yang sangat, sangat dekat. Misalnya, berbagi kamar tidur, berbagi kabin, atau memberikan perawatan medis langsung. Ini sangat berbeda dengan COVID dan sangat berbeda dengan influenza," tegasnya.

Berbeda dengan COVID-19 yang sangat mudah menyebar melalui udara dalam interaksi sehari-hari, hantavirus varian Andes yang diduga menjadi penyebab justru membutuhkan kontak fisik yang jauh lebih dekat dan intens agar dapat menular dari satu inang ke inang lainnya.

SkriningHantavirus

Sampai saat ini pemerintah daerah masih menunggu arahan teknis dari pemerintah pusat terkait mekanisme skrining hantavirus. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah meminta panduan resmi kepada WHO terkait pelaksanaan skrining tersebut.

"Kami masih menunggu guidance (panduan) dari Kementerian Kesehatan terkait screening. Namun, Pemkot Surabaya tetap aktif berkoordinasi dan menyiapkan langkah antisipasi," jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Namun, apabila harus beraktivitas, warga diminta tetap menjaga kebugaran tubuh dan menggunakan perlindungan diri.

Sementara bagi warga yang akan bepergian ke luar negeri, Dinkes Surabaya mengingatkan pentingnya melengkapi vaksinasi seperti meningitis, influenza, dan pneumonia sebagai perlindungan tambahan selama perjalanan. Vaksinasi tersebut juga dapat diakses masyarakat di RSUD Dr Soewandhie Surabaya.

"Untuk warga yang bepergian ke luar negeri, vaksinnya harus dilengkapi. Itu penting sebagai perlindungan," pungkasnya.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads