- Kronologi Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius
- Apa Itu Hantavirus?
- Jenis Penyakit Akibat Hantavirus 1. HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome) 2. HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome)
- Apakah Hantavirus Bisa Menular Antar Manusia?
- Seberapa Bahaya Hantavirus?
- Gejala Awal Hantavirus yang Perlu Diwaspadai
- Cara Mencegah Infeksi Hantavirus
- Seberapa Besar Risiko Hantavirus di Indonesia?
Hantavirus menjadi perhatian dunia setelah muncul laporan wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menewaskan tiga penumpang. Meski tergolong penyakit langka, infeksi virus ini tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius, bahkan mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan cepat.
Mengutip dari detikInet, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini sedang melakukan investigasi lebih lanjut terkait kemungkinan penularan antar manusia di atas kapal yang membawa 149 penumpang dari 23 negara tersebut.
Meski situasi ini memicu perhatian internasional, masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Hantavirus tergolong penyakit langka, meski tetap penting untuk dipahami karena dapat menimbulkan komplikasi serius. Lalu, apa sebenarnya Hantavirus, bagaimana cara penularannya, dan seberapa besar risikonya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kronologi Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius
Kasus ini mencuat setelah WHO mengeluarkan peringatan terkait wabah yang terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius yang sedang berada di perairan Tanjung Verde, Afrika Barat. Dalam laporan awal, WHO menduga pola penyebaran virus menunjukkan kemungkinan adanya transmisi antar manusia melalui kontak dekat.
Dr Maria Van Kerkhove selaku pejabat teknis WHO menyebut dugaan ini cukup mengejutkan karena Hantavirus selama ini lebih dikenal sebagai virus zoonosis yang umumnya menular dari hewan pengerat ke manusia, dan bukan antar manusia.
Jika dugaan ini terkonfirmasi, kasus MV Hondius dapat menjadi perhatian penting dalam studi epidemiologi global, meskipun WHO saat ini masih menilai risiko penyebaran luas terhadap populasi global tetap rendah.
Apa Itu Hantavirus?
Menurut Gizmodo dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Hantavirus adalah kelompok virus dari genus Orthohantavirus yang umumnya dibawa hewan pengerat seperti tikus. Penularan ke manusia biasanya terjadi melalui paparan berikut.
- Urine tikus yang terinfeksi
- Kotoran tikus
- Air liur hewan pengerat
- Partikel udara yang terkontaminasi
Infeksi paling sering terjadi saat seseorang menghirup udara yang mengandung partikel virus dari lingkungan tertutup yang tercemar.
Jenis Penyakit Akibat Hantavirus
Hantavirus dapat menyebabkan dua sindrom utama yang berbeda, tergantung pada wilayah penyebaran dan karakteristik gejalanya. Kedua jenis ini sama-sama serius, namun memiliki dampak yang berbeda pada organ tubuh. Berikut rinciannya.
1. HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome)
Jenis ini lebih umum ditemukan di Asia dan Eropa, termasuk Indonesia. Penyakit ini menyerang pembuluh darah dan ginjal, sehingga dapat menimbulkan gangguan serius jika tidak segera ditangani. Gejalanya meliputi sebagai berikut.
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri punggung
- Mual
- Mata kemerahan
- Ruam
Pada kondisi berat, infeksi ini dapat berkembang menjadi gangguan ginjal akut yang serius, disertai perdarahan akibat kerusakan pembuluh darah. Dalam beberapa kasus, pasien juga dapat mengalami komplikasi neurologis yang mempengaruhi fungsi sistem saraf.
2. HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome)
Kasus HPS dikenal memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi. Gejalanya sering dimulai seperti flu biasa, tetapi bisa berkembang menjadi gangguan pernapasan berat dalam waktu singkat. Dilansir dari detikHealth, gejala umumnya meliputi sebagai berikut.
- Demam
- Nyeri otot
- Batuk
- Sesak napas
- Nyeri perut
- Muntah dan diare
Jenis ini memiliki tingkat keparahan yang tinggi karena menyerang sistem pernapasan secara cepat dan progresif. Kasus berat dapat berkembang menjadi penumpukan cairan di paru-paru, gagal napas, dan syok.
Apakah Hantavirus Bisa Menular Antar Manusia?
WHO dan CDC menegaskan bahwa sebagian besar Hantavirus tidak mudah menular dari manusia ke manusia. Penularan utama tetap berasal dari paparan hewan pengerat yang terinfeksi.
Namun, dalam kasus tertentu seperti virus Andes di Amerika Selatan, transmisi antar manusia pernah tercatat meski sangat jarang. Karena itu, dugaan penularan di kapal pesiar MV Hondius menjadi fokus investigasi penting, tetapi masih membutuhkan konfirmasi ilmiah lebih lanjut.
Seberapa Bahaya Hantavirus?
Hantavirus tergolong berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi serius yang mengancam nyawa, dengan tingkat kematian yang sangat bervariasi tergantung pada jenis strain virusnya.
Dilansir dari Antara, pada 2025, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman pernah mengungkapkan bahwa angka kematian atau Case Fatality Rate-nya (CFR) adalah 5-15% tergantung strain virusnya.
Misalnya, apabila pasien menderita Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, pendarahan internal, dan gagal ginjal akut.
Selain itu, pada HPS, mekanisme utama seperti vascular leakage syndrome menyebabkan paru-paru terisi cairan, sehingga tubuh kekurangan oksigen secara drastis. Karena gejalanya sering menyerupai penyakit umum, keterlambatan diagnosis menjadi faktor krusial yang meningkatkan risiko kematian.
Gejala Awal Hantavirus yang Perlu Diwaspadai
Gejala awal infeksi Hantavirus sering kali menyerupai flu biasa, sehingga cukup sulit dikenali pada tahap awal. Kondisi ini membuat banyak kasus baru terdeteksi setelah gejala berkembang lebih serius. Beberapa tanda awal yang perlu diwaspadai meliputi berikut.
- Demam
- Kelelahan ekstrem
- Nyeri otot
- Sakit kepala
- Mual
- Muntah
Jika infeksi terus berkembang, kondisi pasien dapat memburuk dengan cepat dan menyebabkan gangguan pernapasan serius. Pada tahap ini, penanganan medis segera sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang dapat mengancam nyawa.
Cara Mencegah Infeksi Hantavirus
Pencegahan utama berfokus pada upaya mengurangi dan menghindari paparan terhadap hewan pengerat yang berpotensi membawa virus. Langkah ini penting dilakukan, terutama di lingkungan dengan risiko tinggi. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain sebagai berikut.
- Menjaga kebersihan lingkungan
- Menutup akses tikus ke rumah atau bangunan
- Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area berisiko
- Menghindari menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering
- Membersihkan area terkontaminasi dengan disinfektan
Hingga saat ini, belum tersedia vaksin Hantavirus yang digunakan secara luas, sehingga upaya pencegahan menjadi langkah perlindungan paling efektif untuk mengurangi risiko infeksi.
Seberapa Besar Risiko Hantavirus di Indonesia?
Di Indonesia, reservoir utama virus ini berasal dari tikus got (Rattus norvegicus) dan tikus rumah (Rattus tanezumi). Meski kasusnya tergolong jarang, potensi paparan tetap ada.
Terutama, di lingkungan padat penduduk dengan sanitasi buruk. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap kebersihan lingkungan menjadi langkah paling efektif untuk mencegahnya.
Di Indonesia sendiri, kasus yang sempat terdeteksi pada pertengahan 2025 dilaporkan telah sembuh. Jadi, supaya tidak terjadi pada detikers, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan area yang berpotensi menjadi sarang tikus.
(irb/hil)











































