Masriah Is Back, Tetangga Ngaku Tak Hanya Diteror Oli dan Sampah Basi

Masriah Is Back, Tetangga Ngaku Tak Hanya Diteror Oli dan Sampah Basi

Suparno - detikJatim
Senin, 11 Mei 2026 14:20 WIB
Lokasi penyiraman oli bekas dan pembuangan makanan basi oleh Masriah
Rumah Wiwik yang kerap diteror lagi oleh Masriah. (Foto: Suparno/ detikjatim)
Sidoarjo -

Masriah, warga Sidoarjo yang sempat viral karena kasus penyiraman tinja dan air kencing ke rumah tetangga disebut kembali berulah setelah lama menghilang dan kembali ke rumahnya. Wiwik, tetangganya mengaku tidak hanya mendapat teror cairan oli dan sampah basi yang dilempar ke rumahnya, tapi juga saat dia melintas di depan rumah Masriah.

Sebelumnya, Masriah sempat dipenjara selama 1 bulan pada Juni 2023. Namun setelah bebas, ia kembali terseret kasus baru usai diduga membuang sampah dan material serta menghalangi renovasi rumah Wiwik. Pada 31 Oktober 2023, Masriah kembali ditetapkan sebagai tersangka.

Wiwik menyebutkan gangguan dari Masriah kembali terjadi. Kali ini dia menceritakan lagi bahwa Masriah kerap melemparkan sampah basi dan cairan oli di tengah jalan, tepatnya di depan pintu rumahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sering dibuang sampah sama cairan seperti oli di depan rumah saya. Jadi jalan depan rumah kotor," ujar Wiwik kepada detikJatim, Senin (11/5/2026).

Bukan cuma itu saja, Wiwik yang sering melintasi jalan di depan rumah Masriah yang merupakan akses utama menuju rumahnya juga mengaku kerap dikagetkan suara benturan keras dari pagar besi rumah Masriah.

ADVERTISEMENT

"Kadang pagar besinya dipukul benda keras, suaranya keras sekali sampai saya kaget," katanya.

Di lain waktu, Wiwik mengaku juga pernah terkena siraman air saat melintas di depan rumah Masriah. Dia sendiri mengaku tidak tahu apakah itu disengaja atau tidak, tapi gangguan itu cukup sering dia alami saat lewat di depan rumah Masriah.

"Pernah waktu lewat depan rumahnya, tiba-tiba ada air kena kepala saya," ungkapnya.

Karena itulah Wiwik mengaku dirinya kembali memilih menghindari jalan di depan rumah Masriah. Dia kembali berjalan memutar lewat jalan lain yang sempit dan bukan akses umum demi menghindari rumah Masriah.

"Saya sekarang lebih baik mengalah, lewat jalan lain saja walaupun sempit. Yang penting aman," tuturnya.

Babak Baru Teror Masriah

Konflik berkepanjangan antara Masriah dan tetangganya, Wiwik di Desa Jogosatru, Sukodono, Sidoarjo kembali terjadi. Perseteruan ini sempat viral di media sosial pada 2023 hingga Masriah sempat dibui usai dijadikan tersangka Tipiring oleh Satpol PP Sidoarjo.

Masriah kini kembali melakukan aksi teror yang sama dengan cara membuang oli dan sampah basi ke depan rumah Wiwik. Menantu Wiwik, Mas'ud, mengatakan aksi itu diduga dilakukan setelah Masriah kembali ke lingkungan rumahnya usai sempat tidak diketahui keberadaannya selama beberapa waktu.

"Kalau dulu yang dibuang tinja dan air kencing, sekarang oli sama sampah yang sudah basi dibuang di depan pintu rumah ibu mertua saya," kata Mas'ud saat ditemui detikJatim di rumahnya.

Menurut Mas'ud, tumpukan sampah dan cairan oli itu menimbulkan bau tidak sedap serta mengganggu kenyamanan keluarga maupun warga sekitar.

"Baunya menyengat, sangat mengganggu. Rumah jadi tidak nyaman ditempati," ujarnya.

Mas'ud menyebut keluarga sudah lama berusaha menahan diri tetapi tindakan tersebut terus berulang. Ia berharap ada penanganan tegas dari pihak berwenang agar persoalan tidak terus berlarut-larut.

"Kami hanya ingin hidup tenang. Kalau memang melanggar aturan, ya kami berharap ada tindakan tegas," tambahnya.

Sempat Dipenjara

Masriah sendiri sempat menjadi sorotan publik pada 2023 setelah videonya viral karena menyiramkan tinja dan air kencing ke rumah tetangganya. Saat itu ia sempat menjalani hukuman kurungan selama satu bulan.

Namun setelah bebas, Masriah kembali terseret persoalan hukum karena diduga menghalangi renovasi rumah dan membuang material di sekitar rumah Wiwik. Pada Oktober 2023, ia kembali ditetapkan sebagai tersangka.

Namun mangkir dalam persidangan, pihak instansi yang terkait gagal menghadirkan Masriah ke persidangan yang kedua. Bahkan tidak mengetahui keberadaan Masriah, sehingga kasus tipiring itu gagal dalam persidangan.

Kini, dugaan aksi pembuangan oli dan sampah kembali memicu keresahan warga sekitar. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Masriah terkait tudingan tersebut.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads