Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya memastikan kasus dugaan pembelian blangko e-KTP oleh komplotan joki UTBK tidak berkaitan dengan sistem pelayanan administrasi kependudukan di Surabaya. Pasalnya, Surabaya kini mulai beralih dari penggunaan KTP fisik menuju Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Kepala Dispendukcapil Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan aparatur sipil negara (ASN) yang diduga terlibat dalam kasus perjokian UTBK berasal dari Gresik. Dia juga menegaskan sistem pelayanan pencetakan KTP di Surabaya berbeda dengan daerah lain.
Dia menyebutkan bahwa di Surabaya proses pencetakan KTP dilakukan secara terpusat di kantor Dispendukcapil Kota Surabaya, baru kemudian hasilnya akan ke kelurahan dalam waktu 1x24 jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai adanya dugaan penjualan blangko e-KTP kosong kepada para joki UTBK yang dilakukan oleh ASN, Irvan memastikan hal itu tidak diperbolehkan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
"Apalagi jual blangko ya. Jadi memang benar-benar kita ketat. Mungkin ada masalah di Gresik itu, karena dicetak di kecamatan, bisa dicetak di kecamatan, jadi kontrolnya agak susah," kata Irvan kepada detikJatim, Sabtu (9/5/2026).
Ia memastikan sistem pelayanan administrasi kependudukan di Surabaya sudah terpusat, terkontrol, dan termonitor dengan baik. Selain itu, Dispendukcapil Surabaya juga mulai mendorong masyarakat untuk menggunakan IKD dibandingkan KTP fisik.
"Dan kita lebih menyarankan pakai IKD. Jadi fisik itu sudah mulai perlahan kita kurangilah yang fisik itu untuk beralih ke IKD," jelasnya.
Irvan menegaskan sistem identitas kependudukan di Surabaya telah terdigitalisasi sehingga seluruh proses penerbitan dokumen dapat ditelusuri. Dengan sistem tersebut, peluang terjadinya penyalahgunaan data maupun blangko dapat diminimalkan.
"Bisa dirunut, sehingga pertama mungkin terkait dengan integritas kita, dan integritas itu didukung oleh sistem kita yang tidak ada celah lah untuk mempersempit atau meminimalkan celah untuk terjadinya penyalahgunaan, itu komitmen kami," pungkasnya.
