Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mulai dipasang di kawasan parkir yang dikelola Pemkot Surabaya. Ada pun lima titik yang tersebar dengan total 10 gun charger.
Pada pemasangan SPKLU, Pemkot Surabaya menggandeng PT Utomo Charge+ Indonesia. Penambahan tersebut seiring bertambahnya jumlah kendaraan listrik di Kota Pahlawan.
Dari lima titik itu, SPKLU dipasang di Terminal Joyoboyo, Park & Ride Mayjend Sungkono, Balai Kota Surabaya, Siola Tunjungan, dan Park & Ride Arif Rahman Hakim dengan total 10 gun charger yang terpasang. Masing-masing memiliki kapasitas daya hingga 180 kWh dan sudah ultra fast charging.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plt Kepala Dishub Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, SPKLU tidak hanya dimanfaatkan masyarakat umum saja. Tetapi SPKLU juga untuk transportasi publik milik Pemkot, seperti Suroboyo Bus elektrik.
"Kita memiliki kurang lebih 13 unit bus listrik. Nantinya bisa juga mempergunakan SPKLU yang di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) ini mana manakala di dalam perjalanan kehabisan tenaga power atau tenaga listrik," kata Trio kepada wartawan di SPKLU Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), Rabu (6/5/2026).
Trio mengatakan, penambahan SPKLU ini untuk menunjang sarana prasana kendaraan listrik. Apalagi, pemerintah sedang menggencarkan penggunaan kendaraan listrik untuk mengurangi emisi.
"Jadi ini menunjang program elektrifikasi kendaraan ya. Jadi elektrifikasi kendaraan itu merupakan program dari pemerintah Republik Indonesia. Di mana kita ketahui bersama manfaat daripada kendaraan listrik adalah salah satu mengurangi polusi," jelasnya.
Sementara Managing Director Utomo Charge+, Anthony Utomo mengatakan, kehadiran SPKLU di sejumlah titik tidak hanya memudahkan pengguna kendaraan listrik, tetapi juga katalis dalam mendorong masyarakat beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
"Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Utomo Charge+ juga sudah mengembangkan sejumlah mobility hub di berbagai titik strategis, seperti Spazio, Loop Graha Family, kawasan Anjasmoro, hingga MERR. Inisiatif ini dirancang untuk menghadirkan ekosistem mobilitas terintegrasi yang tidak hanya menyediakan fasilitas pengisian daya, tetapi juga mendukung gaya hidup masyarakat yang lebih efisien dan ramah lingkungan," pungkas Anthony.
(auh/hil)











































