Cadangan listrik selama Lebaran Idul Fitri dipastikan aman oleh PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur. Kebutuhan listrik saat Lebaran juga menurun dibandingkan hari biasa.
"Sekarang ini naik tapi pas lebaran dia akan turun. Yang pasti suplai dari pembangkit kita dan kesiapan dari transmisi kita ini akan cukup aman untuk menyiapkan reserve margin, menyiapkan cadangan, cadangan daya," kata Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jatim Kemas Abdul Gaffur kepada wartawan di kantornya, Kamis (12/3/2026).
Baca juga: Diskon Listrik 50% PLN untuk Maret 2026 |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemas mengatakan, kemampuan pembangkit listrik di Jatim keseluruhan 9.000 MW, kebutuhan listrik saat ini diperkirakan mencapai 5.000 MW, dengan cadangan masih 4.000 MW.
"Dan dia akan turun di bulan-bulan menjelang di Idul fitri," ujarnya.
Lalu ketika Lebaran, kebutuhan listrik akan menurun menjadi sekitar 4.800 MW atau 22% lebih rendah dibandingkan beban penggunaan hari biasa.
Selain itu, PLN Jatim juga bersiap selama masa libur Lebaran 14-29 Maret 2026 dan menghadapi cuaca ekstrem di Jawa Timur. Khususnya di lokasi strategis seperti tempat ibadah, bandara, stasiun, terminal, rumah sakit, dengan suplai listrik berlapis.
"Jadi kalau Posko siaga kita di Jawa Timur ini ada sekitar 562 dengan total personelnya itu sekitar 5.524," pungkasnya.
PLN Unit Induk Distribusi Jatim juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa SPKLU 297 titik, dengan 92 genset UPS, sekitar 62 gardu bergeraknya, sekitar 234 truk cranenya, dan lain-lain.
