Apa Itu Syarikah, Sistem Baru Haji Arab Saudi

Apa Itu Syarikah, Sistem Baru Haji Arab Saudi

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Rabu, 06 Mei 2026 01:00 WIB
Ilustrasi berdoa di depan Kabah saat haji.
Ilustrasi berdoa di depan Ka'bah saat haji. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Banyak calon jemaah haji mengira sistem penyelenggaraan haji tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Faktanya, Arab Saudi terus melakukan reformasi besar melalui sistem syarikah, yang kini menjadi fondasi utama layanan haji modern.

Perubahan ini membawa dampak signifikan terhadap pengelolaan jemaah, terutama dalam hal koordinasi, transportasi, dan fasilitas selama di Makkah, Madinah, hingga Armuzna. Karena itu, yuk bahas informasi seputar sistem syarikah ini detikers.

Mengenal Syarikah Haji

Istilah syarikah berasal dari kata bahasa Arab sharika yang berarti "berusaha bersama". Dalam konteks ibadah haji, istilah ini digunakan untuk menggambarkan bentuk kerja sama dalam penyelenggaraan layanan bagi jemaah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syarikah haji merujuk perusahaan penyelenggara layanan haji di Arab Saudi yang mendapat mandat resmi dari pemerintah setempat untuk mengelola berbagai kebutuhan jemaah dari seluruh dunia. Perusahaan ini telah melalui proses akreditasi serta berada di bawah pengawasan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Sebelumnya, layanan haji di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sepenuhnya dilakukan Muassasah atau lembaga pemerintahan layaknya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Indonesia sendiri tadinya dilayani Muassasah Asia Tenggara. Lalu pada 2023, otoritas haji Arab Saudi mulai mengenalkan konsep syarikah yang bertujuan untuk memberikan layanan secara lebih profesional mengingat pelaksananya adalah pihak swasta.

Peran dan Tugas Syarikah Haji

Syarikah haji memegang peran penting dalam memastikan kelancaran ibadah jemaah selama berada di tanah suci. Sebagai perusahaan resmi yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi, syarikah bertanggung jawab mengelola berbagai layanan utama agar pelaksanaan haji berjalan tertib, aman, dan nyaman sesuai standar.

  • Akomodasi termasuk hotel, pemondokan di Makkah dan Madinah.
  • Transportasi antar kota suci dan saat puncak haji dari rute Arafah, Muzdalifah, Mina.
  • Konsumsi yang termasuk makan dan minum selama ibadah.
  • Perlengkapan dan logistik haji.
  • Manasik dan edukasi jemaah.
  • Pelayanan kesehatan dasar dan darurat.

Syarikah Haji 2026

Setiap negara pengirim jemaah haji bekerja sama atau mengontrak syarikah tertentu yang akan menjadi mitra lokal di Arab Saudi. Kementerian Agama (Kemenag) melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah bekerja sama dengan syarikah-syarikah yang telah ditunjuk pemerintah Saudi.

Jemaah akan tetap berada dalam pengawasan pemerintah Indonesia meskipun sebagian besar layanannya berasal dari pihak ketiga di Arab Saudi. Dilansir dari Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, pemerintah memastikan hanya ada dua syarikah yang melayani 203 ribu jemaah haji reguler pada musim haji 2026.

Kantor Urusan Haji (KUH) RI di Jeddah mengumumkan kabar itu lewat laman lewat unggahan resmi di akun Instagram @kantorurusanhaji, Senin (29/9/2025). Dua syarikah tersebut adalah Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service dan Al Bait Guest atau Dhuyuf Al Bait.

Sementara itu, pada haji 2025, ada delapan syarikah yang melayani jemaah haji Indonesia di Makkah. Delapan syarikah ini merupakan hasil dari penilaian terhadap 23 proposal syarikah. Adapun delapan syarikah tersebut sebagai berikut.

  • Al-Bait Tamu (BTG) yang melayani 35.977 jemaah.
  • RakeenMashariq (RKN) yang melayani 35.090 jemaah.
  • Sana Mashariq (SNA) yang mengelola 32.570 jemaah.
  • Rehlat & Manafea (RHL) yang mengelola 34.802 jemaah.
  • Alrifadah (RFH) yang mengelola 20.317 jemaah.
  • Rawaf Mina (RWF) yang mengelola 17.636 jemaah.
  • MCDC yang mengelola 15.645 jemaah.
  • Rifad (RFD) yang melayani 11.283 jemaah.

Keputusan hanya dua syarikah (perusahaan) yang melayani ini dhuyufurrahman (tamu Allah) tanah air tahun 2026 bukan tanpa alasan. Tahun lalu, pemerintah sempat menerapkan skema multisyarikah. Hasilnya, banyak masalah di lapangan. Skema multisyarikah membuat jemaah haji jadi korban.

Jadwal Perjalanan Haji 2026

Merujuk pada keputusan resmi Kemenhaj, jadwal perjalanan haji 1447 H/2026 M telah disusun sebagai panduan bagi jemaah sejak keberangkatan dari tanah air hingga kembali ke Indonesia.

Rangkaian jadwal ibadah haji 2026 mencakup tahapan penting dalam pelaksanaan ibadah di Arab Saudi, mulai dari kedatangan di Madinah dan Makkah, hingga puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

  • 21 April 2026 (4 Zulkaidah 1447 H): Jemaah haji masuk asrama haji
  • 22 April 2026 (5 Zulkaidah 1447 H: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah
  • 1 Mei 2026 (14 Zulkaidah 1447 H): Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Madinah ke Makkah
  • 6 Mei 2026 (19 Zulkaidah 1447 H): Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah
  • 7 Mei 2026 (20 Zulkaidah 1447 H): Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah
  • 15 Mei 2026 (28 Zulkaidah 1447 H): Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Madinah ke Makkah
  • 21 Mei 2026 (4 Zulhijah 1447 H): Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah
  • 21 Mei 2024 (4 Zulhijah 1447 H): Closing date KAAIA Jeddah (pukul 24.00 WAS)
  • 25 Mei 2026 (8 Zulhijah 1447 H): Pemberangkatan jemaah haji dari Makkah ke Arafah
  • 26 Mei 2026 (9 Zulhijah 1447 H): Wukuf di Arafah
  • 27 Mei 2026 (10 Zulhijah 1447 H): Idul Adha 1447 H
  • 28 Mei 2026 (11 Zulhijah 1447 H): Hari Tasyrik I
  • 29 Mei 2026 (12 Zulhijah 1447 H): Hari Tasyrik II (Nafar Awal)
  • 30 Mei 2026 (13 Zulhijah 1447 H): Hari Tasyrik III (Nafar Tsani)
  • 1 Juni 2026 (15 Zulhijah 1447 H): Awal pemulangan jemaah haji gelombang I dari Makkah melalui Bandara Jeddah ke Tanah Air
  • 1 Juni 2026 (15 Zulhijah 1447 H): Awal kedatangan jemaah haji gelombang I di Tanah Air
  • 7 Juni 2026 (21 Zulhijah 1447 H): Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah
  • 15 Juni 2026 (29 Zulhijah 1447 H): Akhir pemulangan jemaah haji gelombang I dari Jeddah ke Tanah Air
  • 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 H): Tahun Baru Hijriah 1448 H
  • 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 H): Awal pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
  • 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 H): Awal kedatangan jemaah haji gelombang II di Tanah Air
  • 21 Juni 2026 (6 Muharam 1448 H): Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah
  • 30 Juni 2026 (15 Muharam 1448 H): Akhir pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
  • 1 Juli 2026 (16 Muharam 1448 H): Akhir kedatangan jemaah haji gelombang II di Tanah Air



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads