Perjuangan Muji Astutik, Tetap Berangkat Haji Meski Tak Bisa Jalan Normal

Perjuangan Muji Astutik, Tetap Berangkat Haji Meski Tak Bisa Jalan Normal

Suparno - detikJatim
Selasa, 05 Mei 2026 16:15 WIB
Muji Astutik, warga Krembung, yang tetap berangkat ke Tanah Suci meski tak bisa berjalan normal didampingi suaminya, Hugeng Muhammad Masluk.
Muji Astutik, warga Krembung, yang tetap berangkat ke Tanah Suci meski tak bisa berjalan normal didampingi suaminya, Hugeng Muhammad Masluk. (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Semangat menunaikan rukun Islam kelima terlihat kuat dari para calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Sidoarjo pada 2026. Salah satu kisah inspiratif datang dari Muji Astutik, warga Krembung yang tetap berangkat ke Tanah Suci meski memiliki keterbatasan fisik.

Muji mengaku sudah tidak bisa berjalan normal sejak pandemi COVID-19. Ia merasakan nyeri pada kakinya setelah vaksinasi, yang membuat aktivitas berjalan menjadi terbatas. Namun kondisi tersebut tak menyurutkan niatnya untuk memenuhi panggilan ibadah haji.

"Keinginan berhaji ini sudah lama. Saya menunggu sekitar 15 tahun, dan akhirnya tahun ini bisa berangkat," kata Muji Astutik kepada detikJatim, Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam perjalanannya ke Tanah Suci, Muji didampingi sang suami, Hugeng Muhammad Masluk (56) yang setia mendukung dan membantu mobilitas Muji selama menjalani ibadah.

Pemberangkatan jemaah haji kloter 55 dan 56 Kabupaten Sidoarjo berlangsung penuh haru. Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, turut hadir melepas keberangkatan dan memberikan pesan kepada para jemaah.

ADVERTISEMENT

Dalam sambutannya, Mimik mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang tidak semua orang mendapatkannya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kekompakan selama berada di Tanah Suci.

"Ibadah haji adalah panggilan mulia. Banyak yang menunggu bertahun-tahun. Maka harus disyukuri dengan keikhlasan, kesabaran, serta kesiapan lahir dan batin," katanya.

Ia juga berpesan agar para jemaah menjaga nama baik daerah dan bangsa selama berada di Tanah Suci, serta saling membantu satu sama lain.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Kementerian haji dan umroh Kabupaten Sidoarjo Erlina menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji tahun 2026 ini mengusung pendekatan inklusif, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari bus khusus, kursi roda, hingga pendampingan petugas haji (PPIH). Bahkan, layanan tambahan seperti pemijatan juga disediakan untuk membantu kenyamanan jemaah.

"Fokus utama adalah memastikan jemaah tetap bisa beribadah dengan nyaman, aman, dan khusyuk, meskipun memiliki keterbatasan fisik," jelasnya.

Kisah Muji Astutik menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk beribadah. Dengan niat kuat, kesabaran, serta dukungan keluarga dan pemerintah, impian menuju Tanah Suci tetap bisa terwujud. Para jemaah diharapkan bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads