- 8 Doa untuk Jemaah Haji Saat Berangkat hingga Pulang 1. Doa Saat Akan Menunaikan Ibadah Haji 2. Doa Mengiringi Keberangkatan Jemaah Haji 3. Doa Ketika Naik Pesawat 4. Doa Saat Tiba di Kota Makkah 5. Doa Niat Menunaikan Ibadah Haji 6. Doa Memohon Haji yang Mabrur Doa Haji Mabrur Versi Pertama Doa Haji Mabrur Versi Kedua 7. Doa Menyambut Kepulangan Jemaah Haji 8. Doa dan Rasa Syukur Sesampainya di Rumah
- Syarat Wajib Haji
- Rukun Haji 1. Ihram 2. Wukuf di Arafah 3. Tawaf 4. Sai 5. Tahalul 6. Tertib
Memasuki musim haji 2026, penting bagi calon jemaah untuk mengetahui doa-doa yang dapat dilafalkan baik saat berangkat hingga pulang. Dalam setiap langkah perjalanan menuju Tanah Suci, doa menjadi penguat hati sekaligus bentuk tawakal agar ibadah dapat berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan.
Mulai dari saat berangkat, menjalani rangkaian ibadah, hingga kembali tanah air, terdapat sejumlah doa yang dianjurkan untuk dibaca. Doa-doa ini tidak hanya menjadi bentuk permohonan perlindungan, tetapi juga harapan agar ibadah haji diterima dan membawa kebaikan bagi kehidupan setelah pulang.
8 Doa untuk Jemaah Haji Saat Berangkat hingga Pulang
Sejak momen keberangkatan hingga kembali ke tanah air, jemaah dianjurkan senantiasa memanjatkan doa, baik untuk keselamatan diri sendiri maupun keluarga dan orang-orang terdekat. Berikut sejumlah doa yang bisa dilafalkan para jemaah haji dalam setiap tahap perjalanan ibadahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Doa Saat Akan Menunaikan Ibadah Haji
Doa ini menjadi bentuk permohonan agar ibadah yang akan dijalankan diberi kelancaran, keselamatan, serta diterima sebagai haji yang mabrur. Berikut doa yang dapat dilafalkan saat akan menunaikan ibadah haji.
أَسْتَوْدِعُ الله دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
Arab Latin: Astaudi'ullaha diinaka wa amaanataka wa khawaatima 'amalik.
Artinya: Aku menitipkan agamamu, amalanmu dan akhir amal perbuatanmu kepada Allah. (HR Tirmidzi).
2. Doa Mengiringi Keberangkatan Jemaah Haji
Doa ini berisi permohonan agar perjalanan menuju tanah suci diberikan kemudahan, keselamatan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur. Berikut doa yang bisa dilafalkan saat melepas jemaah haji.
زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Arab Latin: Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta.
Artinya: Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan dimanapun kau berada.
3. Doa Ketika Naik Pesawat
Mengingat jarak antara Indonesia dan Arab Saudi yang cukup jauh, jemaah haji umumnya menempuh perjalanan dengan transportasi internasional seperti pesawat atau kapal. Berikut ini doa yang dianjurkan untuk memohon keselamatan selama perjalanan.
بسم اللهِ مَجْرِيهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Arab Latin: Bismillâhi majrîhâ wa mursâhâ inna rabbî laghafûrun rahîmun.
Artinya: Dengan nama Allah, perjalanan laut dan darat. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
4. Doa Saat Tiba di Kota Makkah
Para jemaah haji disunnahkan untuk membaca doa ini ketika telat tiba di kota Makkah :
اللَّهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمْنِي عَلَى النَّارِ وَأَمِّنِّي مِن عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ أَولِيَائِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
Arab Latin: Allahumma haadza haramuka wa amnuka fa harrimnii 'alan naari wa amminnii min 'adzaabika yauma tab'atsu 'ibaadaka waj'alnii min auliyaa-ika wa ahli thaa'atika, yaa rabbal 'aalamiin
Artinya: Ya Allah, ini adalah Tanah Suci-Mu dan keamanan-Mu. Haramkanlah diriku atas neraka, amankanlah aku dari azab-Mu di hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu, dan jadikanlah diriku termasuk kekasih-Mu dan orang yang taat kepada-Mu, wahai Rabb seru sekalian alam.
5. Doa Niat Menunaikan Ibadah Haji
Niat menjadi langkah awal yang sangat penting dalam menunaikan ibadah haji. Agar ibadah berjalan dengan lancar dan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, berikut diat yang bisa dibaca saat menunaikan ibadah haji.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَبًّا
Arab Latin: Labbaika Allaahumma hajjan.
Artinya: Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji.
Atau, jemaah juga dapat membaca niat berikut sebagai alternatif saat menunaikan ibadah haji.
نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Aku niat haji dengan berihram karena Allah Ta'ala.
6. Doa Memohon Haji yang Mabrur
Setiap jemaah tentu mendambakan ibadah haji yang mabrur, yakni haji yang diterima dan membawa kebaikan dalam kehidupan. Berikut doa yang dapat dilafalkan untuk memohon haji yang mabrur.
Doa Haji Mabrur Versi Pertama
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِينِ وَرِضًا لِلَّرْحْمَنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْياً مَشْكُورًا
Arab Latin: Bismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allhummaj'al hajjan mabruuran wa sa'yan masykuuran.
Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, kutukan bagi segala setan dan ridha bagi Allah Yang Maha Pengasih, Ya Allah Tuhanku, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur dan sa'i yang diterima.
Doa Haji Mabrur Versi Kedua
اللهم اجْعَلْ حَجَّنَا حَجًّا مَبْرُوْرًا، وَعُمْرَةَنَا عُمْرَةً مَبْرُوْرًا، وَسَعْيَنَا سَعْيًا مَشْكُوْرًا، وَذَنْبَنَا ذَنْبًا مَغْفُوْرًا، وَعَمَلَنَا عَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا، وَتِجَارَةَنَا تِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ، يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ.
Arab Latin: Allahumaj'al hajjana hajjan mabruura, wa 'umratan 'umratan mabruura wasa'yanaa sa'yan masykuuraa wa dzanban dzanban maghfuura wa 'amalanaa 'amalan shaalihan maqbuulaa wa tijaaratan lan tabuura yaa 'aalima maa fish shudur akhrijnaa minadh dhulumaati ilan nuur.
Artinya: Ya Allah, jadikanlah haji kami haji yang mabrur (baik dan diterima), umrah kami umrah yang mabrur, sa'i kami sa'i yang disyukuri, doa kami dosa yang diampuni, amal kami amal shaleh yang diterima dan perdagangan kami perdagangan yang tidak merugi, wahai Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang ada dalam dada, keluarkanlah kami dari kedzaliman menuju cahaya (keimanan).
7. Doa Menyambut Kepulangan Jemaah Haji
Untuk menyambut kepulangan jemaah haji, dianjurkan memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar seluruh ibadah yang telah dijalankan diterima dan membawa keberkahan. Berikut doa yang dapat dibaca saat menyambut kepulangan jemaah haji.
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلحَاجِّ وَلَمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الْحَاجَ
Arab Latin: Allâhumaghfir lil-hâjji wa limanistaghfara lahul-hâjju.
Artinya: Ya Allah, ampunilah orang yang telah menunaikan haji, dan kabulkan seluruh ampunan yang telah disampaikan oleh orang yang telah menunaikan haji.
8. Doa dan Rasa Syukur Sesampainya di Rumah
Saat jemaah haji tiba kembali di kampung halaman, dianjurkan menunaikan salat sunah safar dua rakaat sebagai ungkapan syukur atas perjalanan yang telah dilalui dengan selamat. Salat ini sebaiknya dilakukan di dekat rumah, kemudian dilanjutkan dengan membaca doa berikut.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَصَرَ نِي بِقَضَاءِ نُسُكِي وَحَفَظَنِي مِنْ وَعِثَاءِ السَّفَرِ حَتَّى أَعُودَ إِلَى أَهْلِيْ. أَللَّهُمَّ بَارِكْ فِي حَيَاتِي بَعْدَ الْحَجِّ وَاجْعَلْنِي مِنَ الصَّالِحِينَ.
Arab Latin: Alhamdulillaahil ladzii nasharanii bi qadhaa-i nusukii wahafazhanii min wa'tsaa-is safari hattaa a'uuda ilaa ahlii. Allaahumma baarik fii hayaatii ba'dal hajji waj'alnii minash shaalihiin.
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pertolongan kepadaku dengan melaksanakan ibadah haji dan telah menjaga diriku dari kesulitan bepergian sehingga aku dapat kembali lagi kepada keluargaku. Ya Allah, berkatilah dalam hidupku setelah melaksanakan haji dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang saleh.
Syarat Wajib Haji
Syarat-syarat ini menjadi dasar apakah seseorang sudah berkewajiban menunaikan haji atau belum. Oleh karena itu, penting bagi calon jemaah untuk memahami ketentuan ini sebelum berangkat ke Tanah Suci. Berikut tujuh syarat wajib haji yang harus dipenuhi.
- Islam
- Baligh
- Berakal
- Merdeka
- Mempunyai bekal dan kendaraan
- Aman dalam perjalanan
- Mampu bepergian, baik secara fisik maupun finansial
Rukun Haji
Rukun haji adalah rangkaian amalan yang wajib dilaksanakan dalam ibadah haji, karena menentukan sah atau tidaknya ibadah tersebut. Berikut enam rukun haji yang harus dikerjakan jemaah.
1. Ihram
Ihram merupakan niat di dalam hati untuk memulai ibadah haji atau umrah dengan segala ketentuannya. Setelah memasuki ihram, jemaah harus mempersiapkan diri untuk mematuhi berbagai larangan yang telah ditetapkan selama menjalankan ibadah haji.
2. Wukuf di Arafah
Wukuf merupakan kehadiran jemaah di Padang Arafah, meskipun hanya sesaat atau sekadar melewati wilayah tersebut. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak Zuhur 9 Dzulhijjah hingga Subuh 10 Dzulhijjah. Rukun ini menjadi bagian paling utama dalam ibadah haji. Rasulullah SAW bersabda:
الْحَجُّ عَرَفَةُ، مَنْ أَدْرَكَ عَرَفَةَ قَبْلَ أَنْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ فَقَدْ أَدْرَكَ الْحَجَّ
Artinya: Haji itu (adalah) Arafah. Barangsiapa yang mendapati Arafah sebelum terbit fajar, maka sungguh ia telah mendapatkan (menunaikan) haji.
3. Tawaf
Tawaf merupakan kegiatan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dalam keadaan suci, dimulai dari posisi Hajar Aswad. Dalam pelaksanaanya, Ka'bah harus berada di sisi kiri dan putaran dimulai tepat sejajar dengan Hajar Aswad. Jika dimulai dari titik selain Hajar Aswad, maka tawaf tidak dianggap sah.
4. Sai
Sai adalah berjalan antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Ibadah ini didasarkan pada firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 158 sebagai berikut.
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar-syiar Allah. Maka barangsiapa yang menunaikan haji ke Baitullah atau umrah, maka tidak ada dosa baginya untuk melakukan thawaf (sa'i) antara keduanya. Dan barangsiapa yang dengan sukarela mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Baqarah: 158)
Syarat perjalanan dimulai dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwah. Perjalanan dimulai dari Shafa menuju Marwah dihitung satu kali, dan kembali dari Marwah ke Shafa juga dihitung satu kali.
5. Tahalul
Tahalul adalah kegiatan memotong atau mencukur rambut kepala sebagai tanda berakhirnya sebagian rangkaian ibadah haji. Minimal dilakukan dengan memotong tiga helai rambut.
Namun begitu, bagi laki-laki, mencukur hingga gundul lebih utama sebagai bentuk kesempurnaan ibadah. Bagi perempuan, dianjurkan cukup memotong rambut tanpa mencukur habis.
6. Tertib
Tertib berarti menjalankan seluruh rukun haji secara berurutan, khususnya pada sebagian besar rangkaiannya. Dalam rukun umrah pun prinsipnya sama, kecuali wukuf di Arafah yang hanya ada dalam ibadah haji.
Ulama berbeda pandangan terkait rukun yang paling utama, menurut Imam Ibnu Hajar, wukuf Arafah adalah rukun paling pertama, sementara menurut Imam ar-Ramli, tawaf yang paling utama karena kedudukan tawaf seperti salat.
(irb/hil)











































