Apa Itu Wukuf di Arafah? Ini Waktu, Tata Cara dan Amalan

Apa Itu Wukuf di Arafah? Ini Waktu, Tata Cara dan Amalan

Jihan Navira - detikJatim
Kamis, 30 Apr 2026 14:00 WIB
Wukuf di Arafah.
Wukuf di Arafah. Foto: REUTERS/Khaled Abdullah
Surabaya -

Wukuf di Arafah menjadi salah satu rangkaian paling penting dalam ibadah haji. Bahkan, wukuf termasuk rukun haji yang wajib dilaksanakan dan tidak dapat diganti dengan dam.

Tanpa menjalankan wukuf, ibadah haji seorang muslim tidak dianggap sah. Lalu, apa itu wukuf, kapan waktunya, serta apa saja yang dilakukan jemaah saat berada di Padang Arafah?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Wukuf?

Kementerian Haji dan Umrah RI melalui "Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2026" menjelaskan bahwa wukuf termasuk salah satu dari rukun haji, yang artinya bagian dari inti haji.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, jemaah haji dikenai wajib hukumnya untuk melaksanakan wukuf karena tidak dapat diganti dengan dam untuk mencapai sah-nya ibadah di tanah suci. Hal tersebut sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW, dan disebutkan dalam Hadis Riwayat At-Tirmidzi sebagai berikut.

"Haji itu hadir di Arafah. Barang siapa yang datang pada malam hari jam'in (10 Zulhijah sebelum terbit fajar), maka sesungguhnya ia masih mendapatkan haji" (HR. At-Tirmidzi).

Wukuf secara bahasa berarti berhenti. Sementara itu, secara istilah, wukuf adalah berdiam diri di Arafah dalam keadaan ihram, meski hanya sejenak, dalam rentang waktu sejak tergelincir matahari pada 9 Zulhijah (hari Arafah) hingga terbit fajar 10 Zulhijah.

Hikmah Wukuf

Arafah memiliki makna pengenalan, di mana seorang muslim yang berkesempatan untuk melaksanakan ibadah haji, diharapkan bisa mengenali dirinya dan Allah SWT sebagai Tuhannya.

Oleh karena itu, umat Islam saat wukuf diminta untuk berdiam, merenung, berintrospeksi, dan bertaubat, sehingga haji baru dapat mencapai hakikatnya bila seseorang dapat mengetahui hakikat dirinya di hadapan Tuhannya.

Hal tersebut sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: "Haji adalah (wukuf) pada hari Arafah" (HR Ibn Majah, Tirmidzi, Nasa'I, Abu Dawud dan Ahmad)

Di Padang Arafah inilah para nabi dulunya berwukuf, berhenti, dan berkontemplasi, serta bermunajat kepada Allah SWT. Selain itu, di padang inilah dulu Nabi Adam dan Siti Hawa AS mengetahui serta mengakui dosa-dosa yang pernah dilakukannya.

Begitu pula dengan Nabi Ibrahim AS ketika berada di padang ini. Ia mengetahui dan meyakini sepenuh hati bahwa perintah menyembelih anaknya, Ismail AS, adalah wahyu dari Allah.

Berdasarkan pengalaman-pengalaman spiritual yang lebih dulu dialami para nabi dan rasul tersebut, pencapaian terbesar seorang hamba Allah diukur saat menunaikan ibadah haji di Padang Arafah.

Selain itu, Padang Arafah juga menggambarkan bagaimana umat manusia nantinya berada di Padang Mahsyar, di mana hanya bisa diam, cemas, dan penuh harap menunggu keputusan Allah SWT, di mana kita akan ditempatkan, yaitu surga dan neraka.

Oleh karena itu, jemaah sebaiknya meninggalkan segala kesombongan dan status sosial yang hanya menggambarkan duniawi untuk mencapai kesucian jiwa dan kejernihan pikiran dalam menggapai rida ilahi.

Ketentuan Pelaksanaan Wukuf di Arafah

Ketentuan pelaksanaan wukuf di Arafah perlu dipahami setiap jemaah haji agar ibadah berjalan sah dan khusyuk. Berikut ketentuan-ketentuan pelaksanaan wukuf di Arafah yang harus diperhatikan.

  • Wukuf dilaksanakan setelah khutbah wukuf dan salat jamak qasar taqdim Zuhur dan Asar.
  • Wukuf dilakukan dalam suasana tenang, khusyuk dan tawadu kepada Allah.
  • Wukuf dapat dilaksanakan secara berjemaah atau sendiri-sendiri.
  • Selama wukuf, jemaah memperbanyak zikir, istigfar, selawat, dan doa sesuai sunah Rasulullah SAW.

Dalam melaksanakan wukuf, seseorang tidak dipersyaratkan suci dari hadas besar maupun kecil. Oleh karena itu, wanita yang sedang dalam haid atau nifas dapat melaksanakan wukuf di tenda Arafah, bersama-sama dengan jemaah lainnya.

Begitu pula, jemaah yang sakit dan dirawat di rumah sakit atau KKHI tetap dapat melaksanakan wukuf apabila memungkinkan dibawa ke Padang Arafah melalui proses safari wukuf.

Kapan Waktu Wukuf di Arafah?

Waktu wukuf dilakukan pada hari Arafah mulai dari setelah tergelincir matahari (ba'da zawal) 9 Zulhijah sampai dengan terbit fajar 10 Zulhijah. Wukuf dinilai sah walaupun dalam pelaksanaannya hanya sesaat selama dalam rentang waktu tersebut.

Akan tetapi, diutamakan mendapatkan sebagian waktu siang dan waktu malam. Wukuf boleh dilakukan di mana saja, baik di luar maupun di dalam tenda, selama masih berada di dalam area tanah Arafah. Berikut jadwal wukuf di Arafah 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Kemenag.

  • 9 Zulhijah 1447 Hijriah: Selasa 26 Mei 2026
  • 10 Zulhijah 1447 Hijriah: Rabu 27 Mei 2026

Apa Saja Persiapan Wukuf di Arafah?

Jemaah haji melakukan persiapan wukuf pada 8-9 Zulhijah. Pada 8 Zulhijah, jemaah haji berpakaian ihram dan niat haji bagi yang berhaji tamattu' di hotel masing-masing.

Jemaah haji ifrad dan qiran tidak perlu membaca niat kembali karena masih dalam keadaan ihram sejak dari miqat saat tiba. Selanjutnya, semua jemaah berangkat ke Arafah.

Pada 9 Zulhijah, bagi jemaah haji yang telah berada dalam kemah masing-masing menanti saat wukuf, yaitu setelah tergelincir matahari (ba'da zawal) sambil berzikir dan berdoa.

Penting diketahui, jemaah haji yang melakukan wukuf tidak disyaratkan suci dari hadas besar atau kecil. Dengan demikian, wukuf bagi jemaah haji yang sedang haid, nifas, junub, dan hadas kecil adalah sah.

Apa Amalan yang Harus Dilakukan Saat Wukuf di Arafah?

Jemaah haji penting untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan selama wukuf di Arafah. Jemaah haji yang sedang melakukan wukuf dianjurkan untuk memperbanyak membaca talbiyah, zikir yang diselingi dengan membaca doa serta memperbanyak membaca Al-Qur'an, istigfar, dan tahlil, serta selawat.

Doa dapat dibaca secara sendiri-sendiri atau bersama-sama (berjemaah). Wukuf di Arafah bukan sekadar rangkaian wajib dalam ibadah haji, tetapi menjadi momen spiritual yang sarat makna bagi setiap jemaah.

Di tempat inilah umat Islam diajak merenungi perjalanan hidup, memohon ampunan, serta memperbarui tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Karena itu, memahami tata cara, waktu pelaksanaan, hingga amalan saat wukuf penting dilakukan agar ibadah haji dapat dijalankan dengan sempurna dan penuh kekhusyukan.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads