Kata Polisi Soal Driver Ojol Ditodong Pistol Pemotor Koboi di Sidoarjo

Kata Polisi Soal Driver Ojol Ditodong Pistol Pemotor Koboi di Sidoarjo

Suparno - detikJatim
Kamis, 30 Apr 2026 16:15 WIB
Close-up of black pistol in hand.
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/mahiruysal)
Sidoarjo -

Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Juhari mengaku mengalami peristiwa traumatis saat mengantar pesanan makanan di wilayah Buduran, Sidoarjo, Rabu (29/4/2026) malam. Juhari mengaku dia ditodong benda menyerupai pistol oleh 2 orang tak dikenal yang berboncengan sepeda motor berwarna hitam.

Peristiwa itu dia ceritakan saat mengudara di Radio Suara Surabaya. Menurut pengakuannya, insiden bermula ketika ia diklakson oleh pengendara motor tersebut. Tak lama kemudian, salah satu pelaku diduga mengeluarkan senjata yang menyerupai pistol dan mengarahkannya ke arah korban.

Kapolsek Buduran, Kompol Subadri, mengatakan pihak kepolisian telah menerima informasi awal terkait kejadian tersebut dari anggota yang sedang patroli dan mendengar siaran radio.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah mendapatkan informasi adanya dugaan penodongan terhadap driver ojol dengan menggunakan senjata mirip pistol, kami bersama anggota dan Kanit Reskrim langsung melakukan patroli di wilayah Buduran," kata Subadri kepada detikJatim, Kamis (30/4/2026).

Hingga saat ini polisi belum menemukan korban yang dimaksud maupun lokasi pasti kejadian. Subadri menjelaskan informasi yang beredar masih belum jelas karena hanya menyebutkan wilayah Buduran tanpa titik lokasi yang spesifik. Selain itu, korban yang mengaku mengalami kejadian tersebut juga belum membuat laporan resmi ke kepolisian.

ADVERTISEMENT

"Kami sudah melakukan patroli secara maksimal semalam, tetapi lokasi kejadian tidak diketahui secara pasti. Selain itu, yang bersangkutan juga belum melapor," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya korban, untuk segera melapor jika benar mengalami tindak kriminal agar dapat segera ditindaklanjuti.

"Kami siap menindaklanjuti apabila ada laporan resmi. Untuk sementara, kami masih terus melakukan pemantauan di lapangan," tambahnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads