Aksi koboi jalanan kembali meresahkan warga Sidoarjo. Kali ini, seorang driver ojek online (ojol) bernama Juhari menjadi korban penodongan benda mirip pistol oleh pengendara motor misterius di kawasan Buduran, Sidoarjo, Rabu (29/4/2026) malam.
Peristiwa menegangkan itu terjadi saat Juhari tengah berjuang mengais rezeki mengantarkan pesanan makanan pelanggan. Bukannya sapaan ramah, moncong senjata justru yang ia dapati di tengah padatnya arus lalu lintas.
Fakta-fakta Driver Ojol Ditodong Pistol Pemotor Koboi di Buduran Sidoarjo
1. Bermula dari Klakson di Tengah Kemacetan
Insiden ini bermula saat Juhari melintas di kawasan Buduran yang sedang ramai. Tiba-tiba, dari arah belakang, sebuah motor berwarna hitam yang dikendarai dua orang pria terus-menerus membunyikan klakson ke arahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juhari mengaku saat itu tidak bisa langsung memberi jalan karena kondisi lalu lintas yang padat. Hal ini rupanya memicu amarah pelaku yang kemudian memepet motor korban.
2. Dituduh Main HP hingga Cekcok Mulut
Setelah berhasil sejajar dengan motor korban, pelaku langsung melontarkan makian kasar. Pelaku menuduh Juhari berkendara sambil bermain ponsel. Namun, Juhari membantah tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa dirinya hanya sedang merapikan pesanan pelanggan.
"Saya memang bawa HP, tapi saya tidak sedang main HP. Saya waktu itu sedang mengantar makanan, nah kebetulan saya betulkan kresek makanan yang ada di cantolan motor saya," ujar Juhari saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Rabu (29/4) malam.
3. Detik-detik Penodongan Pistol
Ketegangan memuncak saat pelaku tiba-tiba mengeluarkan benda diduga pistol dari balik bajunya. Sambil menodongkan senjata tersebut, pelaku menantang Juhari untuk menepi ke pinggir jalan.
"Tepatnya nggak menodongkan tapi dia lihatkan gitu, terus bilang 'Ayo!'. Akhirnya saya inisiatif bicara agak keras, 'Ayo kalau mau tembak saya, sini mau tembak saya di sebelah mana?'" tutur Juhari menirukan keberaniannya saat itu.
4. Nyali Besar Juhari Bikin Pelaku Ciut
Alih-alih gemetar ketakutan, Juhari justru menggertak balik pelaku dengan suara keras. Aksi nekat Juhari ini ternyata efektif. Teriakan Juhari memancing perhatian pengendara lain di sekitar lokasi kejadian.
Merasa menjadi pusat perhatian massa, nyali pria "koboi" tersebut mendadak ciut. Ia segera menyelipkan kembali senjatanya ke pinggang dan langsung tancap gas meninggalkan lokasi sebelum massa bertindak lebih jauh.
5. Korban Masih Trauma dan Pertimbangkan Lapor Polisi
Meski berhasil selamat tanpa luka, Juhari mengaku mengalami trauma mendalam atas kejadian yang menimpanya. Hingga saat ini, ia masih berkonsultasi dengan pihak keluarga sebelum memutuskan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.
"Kalau dibilang trauma ya trauma, tapi besok harus tetap kerja. Cuma harapannya besok tidak lagi ketemu yang begini-begini," pungkasnya lirih.
(auh/dpe)
