Cegah Mahasiswa Jadi Korban TPPO, Imigrasi Tanjung Perak Goes to Campus

Cegah Mahasiswa Jadi Korban TPPO, Imigrasi Tanjung Perak Goes to Campus

Amir Baihaqi - detikJatim
Rabu, 29 Apr 2026 20:25 WIB
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak gelar program
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak gelar program
Surabaya -

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak terus menggencarkan edukasi mengenai dokumen perjalanan dan bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kali ini, Imigrasi menyasar kalangan akademisi melalui program "Immigration Goes to Campus di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/4/2026) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif bagi mahasiswa terkait fungsi paspor serta kewaspadaan terhadap kejahatan transnasional.

Dalam sambutannya, Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian yang mewakili Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Perak menekankan bahwa paspor adalah identitas resmi negara yang berfungsi sebagai instrumen perlindungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penting bagi generasi muda memahami prosedur penerbitan dokumen perjalanan RI secara benar. Paspor bukan hanya syarat mobilitas antarnegara, tapi juga pelindung bagi WNI di luar negeri," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Selain membahas administrasi keimigrasian, materi utama yang disoroti adalah pencegahan TPPO dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM). Mahasiswa dinilai sebagai kelompok rentan yang sering menjadi sasaran modus penipuan kerja di luar negeri.

Dalam acara edukasi itu, Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak lantas memberikan poin-poin penting dalam edukasi tersebut meliputi, mengenali jenis dan fungsi dokumen perjalanan, memahami modus operandi pelaku TPPO.

Lalu langkah-langkah preventif agar tidak terjebak dalam praktik perdagangan orang. Terakhir yakni cara melaporkan potensi kejahatan transnasional itu.

Wakil Rektor IV Unesa menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, kesadaran kritis mahasiswa sangat diperlukan agar mereka tidak hanya paham aspek administratif, tetapi juga waspada terhadap risiko kejahatan saat berada di luar negeri.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat. Mahasiswa jadi lebih sadar hukum dan mengerti bagaimana menjaga kedaulatan negara melalui pemahaman keimigrasian yang benar," ujar wakil rektor.

Acara yang dikemas secara interaktif ini ditutup dengan diskusi tanya jawab. Diharapkan sinergi antara Imigrasi Tanjung Perak dan dunia pendidikan ini terus berlanjut guna menciptakan masyarakat yang sadar hukum dan mampu berperan aktif dalam mencegah kejahatan lintas negara.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads