Pembangunan JPO Tunjungan Capai 87%, Target Rampung Juli 2026

Pembangunan JPO Tunjungan Capai 87%, Target Rampung Juli 2026

Jihan Navira - detikJatim
Rabu, 29 Apr 2026 13:00 WIB
JPO Tunjungan
JPO Tunjungan (Foto: Raihan Akbar Mahendra/detikJatim)
Surabaya -

Proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan Tunjungan Surabaya terus menunjukkan progres. Hingga saat ini, pembangunan JPO Tunjungan telah mencapai sekitar 87 persen dan ditargetkan rampung pada pertengahan Juli 2026.

Kepala Bidang Penatausahaan, Pemanfaatan dan Pemindahtanganan BMD, Alvian Chasanal Mubarroq mengatakan, saat ini pekerjaan yang sedang berlangsung memasuki tahap persiapan sekaligus pelaksanaan pengecoran lantai dua jembatan.

"Progres pembangunan JPO Tunjungan telah mencapai sekitar 87 persen. Pekerjaan yang sedang berlangsung adalah tahap persiapan dan pelaksanaan pengecoran lantai dua JPO," ujar Alvian saat dihubungi detikJatim, Rabu (29/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, proyek tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan Juli 2026, dengan catatan seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan.

Menurut Alvian, durasi pengerjaan yang relatif panjang dipengaruhi kondisi lokasi proyek yang berada tepat di atas Jalan Tunjungan, salah satu ruas jalan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi hampir selama 24 jam.

ADVERTISEMENT

Selain itu, aktivitas kawasan yang dinamis membuat pengerjaan harus dilakukan dengan kehati-hatian tinggi guna menjamin keselamatan pengguna jalan maupun pengunjung kawasan.

"Pekerjaan yang memerlukan rekayasa lalu lintas atau penutupan jalan hanya dapat dilakukan secara terbatas, yakni Senin hingga Kamis pukul 23.00 sampai 04.00 WIB," katanya.

Pembatasan waktu tersebut diberlakukan karena kepadatan kawasan Tunjungan meningkat signifikan saat akhir pekan dan sering digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Dari sisi desain, JPO Tunjungan mengusung konsep modern, terbuka, dan terintegrasi dengan lingkungan sekitar. Konsep ini dipilih agar pengguna dapat menikmati suasana Jalan Tunjungan dari sudut pandang berbeda sekaligus tetap selaras dengan penataan kawasan ikonik Kota Surabaya.

"Konsep ini juga selaras dengan strategi Pemerintah Kota Surabaya dalam penataan kawasan perkotaan, khususnya dalam menghidupkan kembali kawasan ikonik Jalan Tunjungan agar tetap relevan, menarik, dan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat masa kini tanpa menghilangkan nilai historisnya," jelas Alvian.

Selain sebagai sarana penyeberangan, JPO ini juga dilengkapi fasilitas penunjang. Toilet tersedia di area co-working space sisi Tanjung Anom, sementara akses lift berada di sisi Gedung Siola dan nantinya terhubung langsung dengan JPO.

"Keberadaan lift tersebut untuk mendukung aksesibilitas seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas," katanya.

Alvian berharap JPO Tunjungan nantinya tidak hanya menjadi fasilitas penyeberangan yang aman dan nyaman, tetapi juga ruang publik yang baru dan menarik bagi masyarakat.

"JPO ini diharapkan menjadi titik pandang untuk menikmati suasana Jalan Tunjungan dari ketinggian sekaligus lokasi menarik untuk berfoto," ujarnya.

Di akhir ia menambahkan, pembangunan JPO tersebut juga diharapkan turut mendukung peningkatan aktivitas dan semakin memperkuat daya tarik Jalan Tunjungan sebagai salah satu ikon Kota Surabaya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads