Masyarakat Pesisir Munjungan Trenggalek Gelar Upacara Adat Longkangan

Masyarakat Pesisir Munjungan Trenggalek Gelar Upacara Adat Longkangan

Adhar Muttaqin - detikJatim
Selasa, 28 Apr 2026 23:45 WIB
Upacara Adat Longkangan
Upacara Adat Longkangan (Foto: Istimewa)
Trenggalek -

Masyarakat pesisir selatan di Kecamatan Munjungan, Trenggalek menggelar upacara adat labuh laut Longkangan di Pantai Blado. Tumpeng agung dan kepala kerbau dilarung ke tengah laut.

Tradisi yang digelar setiap bulan Sela dalam penanggalan Jawa ini, telah berlangsung selama 177 tahun. Rangkaian upacara adat diawali dengan kirab tumpeng agung serta potongan kepala kerbau dari pusat kecamatan menuju bibir Pantai Blado.

Ketua panitia Longkangan Agus Setiawan, mengatakan tradisi ini merupakan salah satu kearifan masyarakat pesisir Munjungan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maka Esa atas limpahan alam hasil bumi dan laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua masyarakat Kecamatan Munjungan mulai nelayan, petani dan yang lain syukuran dengan menyembelih kerbau. Kepala kerbau dilarung ke laut," kata Agus, Selasa (28/4/2026).

ADVERTISEMENT

Longkangan menjadi salah satu pengingat bagi masyarakat agar terus menjaga alam. Dengan melestarikan alam maka alam akan memberikan keberkahan untuk masyarakat.

Tradisi ini merupakan salah satu ritus Trenggalek yang mampu menjadi daya tarik wisata di pesisir selatan. Ribuan masyarakat tampak memadati kawasan pantai untuk mengikuti rangkaian upacara adat.

Pihaknya berharap ke depan alam dan laut Kecamatan Munjungan memberikan keberkahan berupa hasil bumi dan ikan yang melimpah, diberikan keselamatan dan dijauhkan dari bencana alam.

Momen yang ditunggu masyarakat adalah proses pelarungan tumpeng dan kepala kerbau ke tengah laut. Kapal nelayan yang bertugas membawa sesaji maupun pengiring tersebut harus menerjang ombak besar Pantai Blado.

"Tidak hanya ini, rangkaian Longkangan akan dilanjutkan malam hari dengan onang-onang bedil muni," ujarnya.

Sementara itu Asisten Administrasi Umum Sekda Pemkab Trenggalek, Edif Hayunan Sasmito, mengapresiasi kegigihan masyarakat Kecamatan Munjungan yang melestarikan upacara adat ini.

"Salah satu makna dari Longkangan adalah pengingat bagi manusia agar jangan rakus terhadap alam. Alam yang rusak akan merugikan masyarakat. Untuk itu mari kita sama-sama menjaga alam," ujar Edif.

Pihaknya berharap tradisi ini terus dikembangkan sehingga menjadi even budaya yang menarik bagi wisatawan. Pihaknya optimistis ke depan Kecamatan Munjungan akan menjadi salah satu destinasi wisata andalan Trenggalek.

"Kita lihat saat ini Pantai Kebo Munjungan, meskipun lokasinya jauh ternyata banyak wisatawan yang datang. Kami yakin pariwisata akan semakin tumbuh juga tata kelolanya lenih bagus. Blado sangat potensial," jelasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads