Tingkat kunjungan wisata ke Kabupaten Trenggalek mengalami penurunan sebesar 14 persen sepanjang tahun 2025. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca serta terbukanya sejumlah destinasi wisata baru di luar daerah.
Kepala Bidang Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Bambang Supriyadi mengatakan, berdasarkan rekapitulasi kunjungan di seluruh destinasi wisata, jumlah wisatawan yang datang ke Trenggalek selama periode Januari-Desember 2025 tercatat sebanyak 955.729 orang. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1,11 juta kunjungan.
"Penurunannya sebanyak 160.738 orang atau sekitar 14 persen. Tapi, alhamdulillah Trenggalek masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit, khususnya wisata pantai," ujar Bambang, Selasa (6/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun destinasi dengan jumlah kunjungan terbanyak masih didominasi kawasan pantai. Pantai Mutiara di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, menjadi destinasi terpopuler dengan total 360.084 kunjungan. Posisi kedua ditempati Pantai Pasir Putih Karanggongso dengan 310.273 kunjungan.
"Untuk tahun 2024, Pantai Mutiara mencatat 445.743 kunjungan dan Pantai Pasir Putih Karanggongso 387.139 kunjungan. Jadi, penurunan tidak hanya terjadi pada satu destinasi saja," imbuhnya.
Selama tahun 2025, lonjakan kunjungan wisatawan tertinggi terjadi pada April dan Desember. Peningkatan tersebut bertepatan dengan momen Hari Raya Idulfitri serta libur Natal dan Tahun Baru.
"Bulan April tercatat ada 113.767 kunjungan, kemudian pada Desember mencapai 126.777 kunjungan," jelas Bambang.
Ia menambahkan, penurunan tingkat kunjungan wisata ke Trenggalek disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah kondisi cuaca hujan yang terjadi hampir sepanjang tahun 2025. Selain itu, terbukanya objek wisata baru di daerah sekitar juga turut memengaruhi minat wisatawan.
"Cuaca hujan sangat berpengaruh, apalagi musim hujan tahun 2025 berlangsung cukup panjang. Kemudian, terbukanya akses Jalur Lintas Selatan (JLS) baru di wilayah Blitar-Tulungagung. Karena masih baru, masyarakat banyak yang penasaran," ungkapnya.
Bambang mengakui, munculnya berbagai destinasi wisata buatan di luar Trenggalek turut berdampak pada tingkat kunjungan ke daerahnya. Meski demikian, wisata pantai di kawasan pesisir Trenggalek masih menjadi pilihan favorit wisatawan.
"Pengunjung pantai di Trenggalek berasal dari berbagai daerah, seperti Kediri, Tulungagung, Blitar, Ponorogo, Jombang, Mojokerto, Surabaya, Pasuruan, Gresik, Madiun, Nganjuk, dan sekitarnya," kata Bambang.
Pantai Kebo Alami Peningkatan Kunjungan
Di tengah penurunan kunjungan di sejumlah destinasi, Pantai Kebo di Kecamatan Munjungan justru mencatat peningkatan signifikan. Pantai yang sempat viral dan dikenal sebagai destinasi camping ini dikunjungi sebanyak 37.640 wisatawan sepanjang 2025. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat 7.451 kunjungan.
"Mereka yang datang ke Pantai Kebo rata-rata menginap dan berasal dari luar kota," imbuh Bambang.
Ia menyebutkan, akses jalan yang tergolong ekstrem dan belum tertata secara maksimal tidak menjadi kendala bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Pantai Kebo.
Ke depan, pihaknya berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk mendorong pembangunan akses menuju Pantai Kebo agar lebih mudah dijangkau wisatawan.
(ihc/hil)











































