Jemaah haji Embarkasi Surabaya tak perlu khawatir soal risiko koper tertukar. Tahun ini, sistem penanganan koper jemaah dilengkapi penggunaan barcode yang terintegrasi dengan data paspor.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Moh. As'adul Anam mengatakan, ada dua perbedaan utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini dibanding tahun lalu. Pertama, terkait kartu nusuk yang kini sudah dibagikan dan diaktivasi di Indonesia.
"Tahun ini dengan tahun kemarin ada dua (perbedaan) saya kira. Satu, terkait dengan nusuk. Bahwa aktivasi nusuk kalau tahun kemarin berada di Arab Saudi, saat ini kartu dibagi di sini, aktivasi juga di sini," ujar Anam, Selasa (28/4/2026).
Selain itu, sistem barcode pada koper jemaah juga sudah terintegrasi langsung dengan data paspor. Hal ini memudahkan pelacakan jika terjadi kendala di lapangan.
"Yang kedua terkait dengan barcode koper bahwa barcode koper itu sudah terintegrasi dengan data paspor jemaah," jelasnya.
Dengan sistem tersebut, jika koper jemaah sempat tertukar atau terkendala, proses identifikasi bisa dilakukan lebih cepat dan akurat.
"Artinya kalau ada sampai terjadi koper nyasar maka akan lebih mudah untuk mengidentifikasi di manakah letak jemaah ini berada, itu nanti dikomunikasikan dengan Siskohat yang ada di sana, seperti itu," tandasnya.
Sementara itu, untuk informasi, dari data kumulatif hingga 27 April 2026, jumlah jemaah yang telah diberangkatkan sebanyak 7.964 orang dalam 21 kloter. Pada hari ini (28/4), terdapat tambahan keberangkatan sebanyak 1.147 orang dari 5 kloter, sehingga total kumulatif hingga hari ke-8 mencapai 9.111 orang dalam 24 kloter.
Simak Video "Video Spil Isi Koper Petugas Haji 2026 Yuk"
(auh/hil)