Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf mengirim surat teguran keras kepada Arab Saudi. Hal itu usai dua pesawat Saudi Airlines terpaksa menunda keberangkatan calon jemaah haji (CJH) akibat gangguan sistem pesawat.
Diketahui, terdapat dua kendala pada sistem pesawat. Pertama Pesawat Saudi Airlines rute Surabaya-Madinah melakukan pendaratan darurat di Medan pada Minggu (26/4).
Kedua, pesawat jemaah Embarkasi Batam Kloter 5 pada, Senin (27/4) mengalami kendala teknis pada sistem flight control sesaat setelah tiba di Bandara Hang Nadim, Batam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah tiap pagi kita juga koordinasi semuanya bisa berjalan dengan baik sesuai rencana. Hanya ada kendala tadi dua kendala, dua pesawat Saudi satu harus service di Medan, kemudian satu yang di Batam itu tidak bisa berangkat harus mencari pengganti," kata Irfan Yusuf di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Selasa (28/4/2026).
Menurut Irfan, aspek penerbangan menjadi salah satu hal yang sejak awal diingatkan agar benar-benar siap, termasuk antisipasi bila terjadi kendala teknis di tengah operasional pemberangkatan jemaah.
"Soal cadangan sudah kita minta. Dan sepertinya ternyata tidak terlalu siap ini Saudi-nya. Kita sudah menyampaikan surat peringatan teguran keras kepada mereka," tegasnya.
Terkait jemaah Embarkasi Surabaya yang sempat terdampak pendaratan teknis di Medan, Irfan menyebut jadwal keberangkatan kembali direncanakan pada Senin (27/4) pukul 17.00 WIB. Sementara untuk jemaah Embarkasi Batam, pihaknya masih menunggu perkembangan terbaru.
"Jadwal yang Medan jadwalnya jam 5 tadi (Senin 27 April), mudah-mudahan sudah berangkat. Saya belum tahu perkembangan malam ini (Senin 27 April). Yang Batam saya belum dicek lagi," jelasnya.
Irfan memastikan pemerintah tetap menyiapkan fasilitas bagi jemaah yang terdampak penundaan keberangkatan, mulai akomodasi hotel hingga konsumsi selama menunggu penerbangan pengganti.
"Kita pantau terus, tim kita yang di Medan selalu mantau ikut mendampingi jamaah kita yang di hotel-hotel itu. Untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan hak mereka untuk semua kebutuhan mereka," pungkasnya.
Sebelumnya, gangguan pertama terjadi pada Minggu (26/4) saat pesawat Saudi Airlines rute Surabaya-Madinah melakukan pendaratan teknis di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, setelah ditemukan masalah pada sistem hidrolik pesawat.
Sebanyak 380 jemaah terdampak kemudian diistirahatkan di tiga hotel berbeda di sekitar bandara sambil menunggu kepastian keberangkatan.
Gangguan serupa juga dialami jemaah Embarkasi Batam Kloter 5 pada Senin (27/4). Pesawat dilaporkan mengalami kendala teknis pada sistem flight control sesaat setelah tiba di Bandara Hang Nadim, Batam.
Sambil menunggu suku cadang pengganti, pemerintah menempatkan para jemaah di lima hotel berbeda untuk menjaga kondisi fisik mereka tetap prima sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
(ihc/hil)
