Kecelakaan Maut KA Argo Bromo Tabrak KRL, 5 Tewas 3 Masih Terjepit

Kabar Nasional

Kecelakaan Maut KA Argo Bromo Tabrak KRL, 5 Tewas 3 Masih Terjepit

Kurniawan Fadilah - detikJatim
Selasa, 28 Apr 2026 06:37 WIB
Sejumlah petugas mengevakuasi korban kecelakaan KRL jurusan Cikarang yang bertabrakan dengan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza/aa
Foto: Sejumlah petugas mengevakuasi korban kecelakaan KRL jurusan Cikarang yang bertabrakan dengan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza/aa
Surabaya -

Kecelakaan maut melibatkan kereta api (KA) jarak jauh dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Insiden memilukan yang terjadi pada Senin (27/4/2026) ini mengakibatkan lima orang kehilangan nyawa dalam dan puluhan lainnya mengalami luka.

KA Argo Bromo menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Kecelakaan berawal dari KRL yang berhenti usai tertemper taksi.

"Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti," kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, dikutip dari detikNews, Selasa (27/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat KRL itu terhenti, KA Argo Bromo datang dan kecelakaan tak terhindarkan. "KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Akibatnya banyak penumpang yang terjebak dalam kereta. Bahkan tak sedikit dalam kondisi terjepit.

Proses evakuasi difokuskan pada gerbong wanita yang berada di posisi paling belakang rangkaian KRL. Laporan sementara ada sekitar enam sampai tujuh penumpang KRL yang terjepit.

KAI menyebut kini sebanyak lima penumpang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Lalu, masih ada tiga korban yang masih terjepit dan evakuasi hingga saat ini masih berlangsung.

"Update dari korban pada saat ini meninggal dunia itu 5. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3," ujar Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.

"Dan yang sudah observasi di rumah sakit itu berjumlah 79. Rumah sakitnya ada sembilan RS," tambahnya.

Bobby menyebut KAI membangun posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi. Dia memastikan salah satu jalur di Stasiun Bekasi Timur sudah bisa beroperasi usai taksi yang tertemper sudah dievakuasi.

"Kemudian kita juga mengadakan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi ini dan seperti yang kita ketahui per jam 01.24 track kita di jalur hilir itu sudah beroperasi, setelah kita tadi follow up mengevakuasi mobil taksi tadi beserta rekan KRL yang tertemper taksi itu," katanya.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Klik di sini.

Saksikan Live DetikPagi :




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads